SENJA ASMARALOKA

SENJA ASMARALOKA
BAB 48. SAH.


__ADS_3

...Bahagian bukan tentang berapa banyaknya Harta benda. Namun berapa banyak syukur yang terucap dari mulut Kita. ...


...🍁...


Masih dengan perasaaan tidak percaya, Asmara merasakan hidupnya berubah seketika, baru kemarin rasanya orang tua Loka menolak mentah-mentah dirinya. Namun kini Asmara justru menikah dengan Loka meski tanpa restu dari kedua orang tuanya.


Entah harus bahagia tau sedih rasanya Asmara sudah tidak bisa berkata-kata.


Takdir menyuguhkan kebahagiaan yang baru saja Asmara rasakan, atau justru ini merupakan permulaan kepedihan yang semakin dalam.


Sulit untuk Asmara mendeskripsikan bagaimana takdir menuntunnya dalam suka duka kehidupannya.


Namun yang jelas Asmara bahagia, karena pada akhirnya Loka membuktikan ucapannya, meski kedepannya mungkin akan selalu ada Kejutan indah yang telah menanti keduanya.





Tidak hanya Asmara mungkin Loka juga merasakan bagaimana kisah cinta diantara Meraka cukup singkat namun memiliki banyak batu sandungan di dalam nya.


Beruntung pada akhirnya Mereka bahagia, begitu juga Senja yang pada Akhirnya akan memiliki Ayah seperti impian nya yang sudah sejak lama.


Pernikahan antara Loka dan Asmara mungkin baru akan dilakukan secara agama, karena untuk pernikahan proses negara harus menggunakan dokumen sah antara keduanya.


Sementara ini merupakan pernikahan dadakan , Loka sendiri belum sempat menyiapkan semua nya. Terlebih dokumen penting miliknya semua berada di Jakarta.


Namun hal itu tidak lah masalah, setidaknya Loka sudah berhasil mengikat Asmara dalam pelukannya.


Dengan adanya ikatan suci pernikahan, Akan membuat Asmara tidak lagi menghilang dan pergi meninggalkan Loka seperti sebelumnya.


Cukup egois mungkin, karena Loka selalu memaksa Asmara, namun bukan Loka namanya jika tidak bisa mendapatkan apa yang dia inginkan, seperti Asmara, Misalnya.


Waktu menunjukan pukul 09.15


Selama Asmara mendapatkan pelayanan maksimal dari tangan tangan terampil Mua pilihan Loka, nyatanya di luar sana pak Basuki tengah sibuk menyiapkan segala keperluan untuk akad nikah Loka dan Asmara.


Meski semua sudah Loka siapkan dengan begitu matang nya, namun pak Basuki tetap harus turun tangan untuk mengarahkan semuanya.


Ceklek.


Lamunan Asmara buyar seketika. Mendapati pintu kamarnya di buka dari luar sana.


Setelah pintu terbuka Asmara dapat melihat sosok Oma Sima berdiri tepat diambang pintu kamar nya.


"Oma"


Oma Sima lantas tersenyum bahagia pada calon cucu menantunya.


Untuk yang kedua kalinya Asmara kembali memeluk satu satunya keluarga dari calon suaminya, yang hari ini datang dengan sejuta doa baiknya.

__ADS_1


"Asma, Oma bahagia sekali akhirnya kalian bersatu"


Oma tampak mengelus pundak Asmara, Sementara Asmara mengangguk sopan pada Oma.


"Oma merasa, Semesta telah menuntun cinta kalian berdua, Semoga yang Maha Kuasa Selalu memberikan Kebaikan dan keberkahan dalam Rumah tangga kalian"


"Aamiin"


Asmara bahagia dengan doa yang di ucapkan oleh Oma Sima.


"Terima kasih Oma Atas semua kebaikan dan Dukungan dari Oma untuk Asma dan Mas Loka" lirih Asmara dan Oma Ima menganggukkan kepala sebagai jawaban nya.


"Oma. Asma juga mohon maaf karena telah membuat kegaduhan dalam keluarga Oma dan Mas Loka"


Sepenuh hati Asmara mengatakannya, Sebuah kenyataan yang tentu telah di ketahui oleh Oma Ima. Mengenai bagaimana sebelumnya dia dan Orang tua Loka sempat bersitegang dengan penolakan keluarga Loka.


Seolah tidak pernah menganggap masalah itu ada, justru Oma Ima tersenyum begitu manis pada Asmara.


"Tidak papa nak, Tidak perlu merasa bersalah dan tidak perlu saling menyalahkan"


"Semua yang terjadi adalah jalan menuju kebahagiaan"


"Kalian hanya perlu sabar untuk tetap menjalani takdir dari Illahi Robbi"


Oma Ima tampak memberikan wejangan pada Asmara.


Hingga seorang petugas yang di percaya Loka, masuk dan mengatakan jika acara ijab qobul akan segera di mulai.


Semakin kencang pula debaran di dada Asmara. Namun Kegugupannya seolah sirna tatkala Asmara melihat wajah Senja.


Senyuman manis putrinya, mampu menyejukkan kegersangan di hati Asmara. Hingga untuk sesaat Asmara memeluk erat putri kecilnya.


"Ibu jangan nangis lagi ya"


Celoteh Senja memberi nasihat pada Asmara, sejujurnya mendengar itu ingin rasanya Asmara menitihkan Air mata.


"Iya Sayang, Ibuk tidak akan nangis lagi"


"Sudah ada Ayah Loka yang akan menemani kita nanti" Asmara begitu bahagia mengatakan itu pada putrinya.


"Asyik!!"


"Enja punya Ayah !! "


Begitu bahagia Senja mendengar penuturan dari Asmara, sungguh keinginan yang menjadi nyata dalam kehidupan yang sudah sejak lama di impikan putrinya.


Momen manis itu pun tentunya tidak luput dari pandangan mata Oma Ima dan pak Basuki yang masih berada di sana.


Waktu telah tiba.


Senja kembali pada kakeknya, sementara Asmara telah beranjak dari duduknya, dengan dibantu oleh dua orang asisten Loka, Asmara berjalan menuju pelataran rumah nya yang sejak beberapa jam lalu telah disulap menjadi tempat Ijab Kobul dengan nuansa Garden party.

__ADS_1


Tidak banyak tamu yang tahu dan di undang oleh Loka, Hanya kolega dekat, karyawan , dan juga teman dekat saja yang datang menyaksikan hari bahagia Asmara dan Loka.


Suasana bahagia begitu terasa.


"Sudah siap Mas Loka?" Tanya penghulu yang duduk tepat di hadapan Loka


Dengan mantap Loka berkata


"Siap !"


"Baiklah kita mulai saja untuk acara nya " Ucap pak penghulu, dan di jawab dengan anggukan kepala oleh Loka


Tanpa sedikitpun keraguan di wajah Loka, dengan mantap Loka menjabat tangan penghulu di hadapannya.


Di saksikan oleh Seluruh keluarga, kerabat, dan sahabat, Loka bersiap memulai perjalanan panjang nya bersama Asmara Sang pengisi hati, Yang telah mantap untuk dia per istri.


“Ananda Loka Wiratmaja bin Adi Wiratmaja, Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan Asmara Danurputri , dengan maskawin nya berupa Seperangkat Alat Sholat, Perhiasan Berupa Cincin berlian , dan Uang Tunai Sebesar Satu Milyar , dibayar Tunai.”


"Saya Terima Nikah Dan Kawinnya Asmara Danurputri Binti Alm. M. Danur Baskara Dengan Maskawin Tersebut Dibayar Tunai"


"Bagaimana Saksi , Sah???" Ucap penghulu


SAH


Alhamdulillah .....


Dengan berakhirnya upacara sakral pernikahan Asmara dan Loka, diakhiri dengan Penghulu Membacakan Doa kepada kedua mempelai.


Allâhumma allif bainahumâ kamâ allafta baina Adam wa Hawwa, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Ibrâhîm wa Sârah, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Yûsuf wa Zulaikha, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinâ Khadîjatal kubrâ, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ ‘Aly wa sayyidatinâ Fâthimah az-Zahrâ


Artinya: “Ya Allah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Adama dan Hawa, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Ibrahim dan Sarah, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Nabi Yusuf dan Zulaikha, rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Baginda Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallama dan Khadijah Al-Kubra, dan rukunkan keduanya sebagaimana Engkau rukunkan Ali dan Fathimah Az-Zahra.”


Suasana haru begitu Terasa di kediaman Asmara. Air mata bahagia menjadi saksi bersatunya cinta Asmara dan Loka.


Seperti yang sebelumnya di katakan Oleh calon suami yang kini telah berganti status menjadi suami.


Dimana Cinta Asmara dan Loka merupakan campur tangan dari Semesta yang telah menyatukan keduanya.


Berakhirnya serangkaian Acara, ditutup dengan Asmara yang mencium punggung tangan Laki-laki yang kini telah sah berstatus sebagai suami.


Cup.


Terasa lembut dan hangat bibir Asmara menyentuh tangan Loka, Begitu juga Loka yang tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mencium kening wanita yang telah berstatus sebagai istrinya.


Loka dengan hati bahagia menerima sosok Asmara lengkap dengan paket istimewa nya.


Sosok anak yang selalu Loka harapkan dari pernikahan pertama yang juga sudah kandas begitu saja, membuat Loka sadar jika dia Bisa menjadi sosok Ayah bagi Senja, Yang merupakan Kado terindah dalam kehidupan barunya.


Tidak hanya status suami, Namun saat ini Loka juga telah menyandang status Ayah untuk senja putri Asmara.


Bahagia ?. Tentu saja , Karena Asmara dan Senja merupakan Kado terindah dari yang Maha Kuasa. Karena Kuasanya dan tanpa perantara Loka mendapatkan Cinta Keduanya lengkap dengan paket didalamnya.

__ADS_1


Hari baru bagi mereka sebagai pasangan suami istri barusaja akan di mulai.


***


__ADS_2