
...Semua Hanya Perihal Waktu, Dan Seberapa Kuat Kesabaran Menunggu....
...🍁...
Malam pun tiba.
Loka telah selesai membersihkan dirinya, tidak lupa pula dia melaksanakan ibadah wajibnya.
Cukup lama Loka meninggalkan Asmara dan Senja. Tentu tidak hanya pada Asmara saja, namun Loka juga sangat merindukan Senja.
"Ayah kenapa perginya lama ?" Celoteh Senja pada Loka.
"Ayah kan harus kerja Sayang. Maaf ya "
Senja tampak menganggukkan kepala, mendengar jawaban dari Loka yang ternyata membuatnya bahagia. Meski tidak paham dengan situasinya namun Senja tetap mengangguk saja.
"Enja kira Ayah mau tinggalin Enja dan ibuk kaya ayah Bima"
Deg.
Pertanyaan yang cukup menohok bagi Loka, Tidak menyangka jika Senja akan berfikir sejauh itu.
Cup.
Sebuah kecupan Loka berikan pada putri sambungnya. Tidak sampai hati Loka mendengar ucapan Senja, kalimat yang mungkin sangat di takuti nya. Ditinggalkan figur Ayah yang selalu ingin dia miliki seperti teman-teman seusianya.
"Tentu tidak sayang, Ayah janji kita akan selalu bersama"
"Janji ?" ucap Senja
"Janji" Jawab Loka.
Loka dan Senja lantas menautkan jari kelingking mereka sebagai tanda jika keduanya tidak akan saling mengingkarinya.
Senja cukup lega dengan jawaban Loka. Dan tidak butuh waktu lama Akhirnya senja terlelap dalam tidurnya.
Untuk pertama kalinya bagi Loka dia bisa menidurkan anak kecil yang sudah dia anggap seperti anak kandungnya sendiri.
"Selamat malam sayang"
Cup.
Kecupan di kening Senja menjadi tanda betapa Loka juga sangat ingin menjaga Senja dan ibu nya.
Setelah selesai dengan tugasnya menghibur Senja kini giliran dirinya yang sangat ingin dihibur oleh Asmara.
Ceklek.
Pintu kamar yang tidak pernah terkunci membuat Loka bebas keluar dan masuk sesuka hati.
Temaram lampu kamar telah di nyalakan, pertanda Asmara mungkin saja juga telah lelap dalam tidurnya.
Benar saja, wanita yang begitu di cintai nya kini tengah berbaring dengan wajah lelah nya. Melihat bagaimana Asmara begitu lelap, tidak tega rasa nya untuk mengganggu Asmara, dan pada akhirnya Loka hanya terus saja memandangi wajah cantik istrinya.
Namun ternyata semakin lama memandang wajah Asmara, Loka semakin tidak kuat menahan rasa yang begitu menyesakan dada, hampir satu bulan lama nya. Tentu sebagai laki-laki dewasa dia tidak akan bisa menahan selama itu sementara dihadapannya kini ada Asmara
"Mas??"
__ADS_1
Sentuhan tangan hangat Loka nyatanya membuat Asmara justru terjaga dari tidur lelapnya. Benar saja hal itu tidak begitu saja di lewatkan oleh seorang Loka Wiratmaja.
"Apa kau lelah?"
Loka bertanya dengan begitu hati-hati, meski sangat menginginkan namun dia juga tidak ingin memaksakan.
Bukan memberikan jawaban, Asmara justru bangkit dari tidurnya.
"Mas menginginkan Asma ?"
Seutas senyum cerah ceria terlihat mengembang di wajah Loka, dan Anggukan kepala menjadi jawaban atas pertanyaan Asmara.
"Tunggu sebentar mas"
Asmara beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi, melihat Asmara yang justru pergi membuat Loka sedikit tidak mengerti, namun dia tidak masalah karena mungkin saja Asmara tengah mempersiapkan dirinya.
Benar saja, setelah berada di kamar mandi Asmara mulai dengan menggosok gigi, sebelum tidur mungkin dia memang telah menggosok gigi, namun rasanya ketika akan melayani sang suami hal itu perlu untuk di ulangi, terlebih dia yang juga baru saja bangun dari tidur singkat nya.
Setelah selesai menggosok gigi , Asmara mulai menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya, tidak lupa di area-area sensitif yang selalu Loka suka berjelajah disana.
Tidak lupa juga Asmara mengganti baju tidurnya, dengan baju dinas malam yang lebih menggoda dan menyegarkan mata suaminya.
Ceklek.
Setelah siap untuk malam panjangnya bersama Loka, Asmara pun keluar dengan langkahnya yang terlihat begitu menggoda di mata seorang Loka Wiratmaja.
Disaat itu pula Loka merasa sangat sulit untuk mengedipkan mata nya, hingga susah payah dia menelan Saliva nya.
"Asma sudah siap mas"
Tidak menyia nyiakan kesempatan yang ada Loka lantas mendekat pada Asmara yang kini tengah berdiri tepat di hadapannya.
"Yakin sudah siap ?"
Anggukan kepala menjadi pilihan Asmara untuk menjawab pertanyaan suaminya.
"Maaf jika mungkin aku belum akan puas dengan sekali main saja" Bisik Loka tepat di telinga Asmara.
"Mas !!"
Asmara hanya dapat membulatkan kedua bola matanya, membayangkan kalimat Loka terdengar fulgar di telinganya.
"Bisa aku memulainya ?" Bisik Loka.
Loka menangkap anggukan kepala dari Asmara. Sebagai bukti jika Asmara memang hanya milik Loka. Perlahan Loka mengangkat tubuh Asmara, menatap sosok wanita yang sangat ingin dia jaga dan dia lindungi.
Loka menarik dagu runcing istrinya, dia ingin Asmara menatapnya, seperti saat ini Loka menatap Asmara. Meski malu pada akhirnya Asmara menurutinya.
Wajah merona Asmara tampak menggemaskan bagi Loka. Asmara pun juga dapat dengan jelas melihat bagaimana wajah tampan suaminya yang semakin bertambah setelah cukup lama mereka tidak bersama.
Tanpa sadar Asmara pun mulai mengusap lembut pipi dan alis Loka, bagian dada yang terasa kokoh selalu membuat Asmara ingin terus menyentuhnya, mungkin memang tidak hanya Loka namun nyatanya juga Asmara begitu sangat ingin melakukannya.
Kerinduan yang Asmara rasakan seolah telah mendapatkan penawarnya. Kehadiran Loka kembali membuat Asmara merasa bahagia.
Dan kini Asmara kembali memantapkan hatinya untuk melayani sosok laki-laki yang telah berstatus sebagai Suami.
"Apa kau menyukainya ?" bisik Loka
__ADS_1
Asmara pun membelalakkan mata , mendengar pertanyaan sang suami, sungguh rona merah di wajahnya kini semakin terlihat, namun sejujurnya Asmara memang sangat menyukainya, terlihat begitu kuat dan perkasa.
Loka mendekatkan wajahnya pada Asmara, mengusap lembut bibir ranum milik istrinya , tidak butuh waktu lama, Loka melahap dan **********, dengan gerakan lembut namun menuntut, hingga Loka merasa tubuh Asmara menegang.
Sensasi aneh yang kembali Loka rasakan untuk pertama setelah beberapa Minggu berpuasa. Sungguh tegangan tubuh Asmara membuat Loka tidak sabar untuk berlama-lama.
Entah karena sebab apa namun ketika bersama Asmara rasanya begitu berbeda, Loka selalu ingin mengulangi dan seolah malam terhenti dengan nikmatnya surga duniawi.
Loka begitu bersemangat karena Asmara selalu mengimbangi gerakan nya, dan seolah memberi hak penuh atas dirinya pada Loka. Itu juga sebab yang mungkin menjadikan Loka begitu bahagia.
Loka menggigit kecil bibir bawah lawan nya, dan benar saja Asmara pun membuka mulut nya, di sana dia dapat merasakan sentuhan nikmat dari Loka.
Tangan yang semula di bagian belakang kini telah berpindah , satu tangan Loka aktif menelusup kedalam baju yang di kenakan Asmara.
Loka pun melepaskan pagutan nya tatkala Asmara mulai kehabisan udara, Tatapan keduanya seakan terkunci, Asmara yang awalnya malu-malu, kini mulai menikmati setiap sentuhan dari sang suami.
Rasa lelah yang sebelumnya melanda, kini berubah menjadi candu penuh bahagia. Nyatanya Asmara juga menginginkan lebih dari yang saat ini mereka lakukan.
Entah dorongan dari mana ******* kecil lolos begitu saja , hal itu tentu membuat Loka semakin bersemangat untuk melanjutkannya.
Loka memang tidak ingin terburu-buru meski miliknya selalu ingin segera menancap, namun Loka selalu ingin memberikan kesan yang tidak pernah Asmara dapat lupa setiap kali keduanya bercinta.
Asmara selalu menuruti dan berusaha mengimbangi kegiatan Loka, dan Hal itu juga yang membuat Loka semakin berkuasa atas diri Asmara. Hanya dirinya lah yang berhak untuk menikmatinya.
Loka mengangkat tubuh Asmara , dia letakan tubuh ramping itu diatas singgasana, Loka kembali mulai aksinya, mencari pengait bra yang di kenakan oleh Asmara.
Untuk sesaat Loka mendongakkan wajah, menatap sang istri yang seolah telah memberikan izin penuh untuk Loka melanjutkan aksinya.
Perlahan Loka melepaskan pengait milik Asmara , satu persatu dia longgarkan, sampai seluruhya terlepas. Sesuatu yang cukup besar dan menarik pandangan Loka terekspos sempurna tepat di depan wajah Loka.
Jiwa pengembara dan setan dalam tubuh Loka keluar tanpa aba-aba hingga salah satu benda di hadapannya menjadi sasaran kebrutalan nya.
Tidak menunggu lama, Loka langsung melahap salah satunya, dan meremas sisi lainya, tidak memberikan kesempatan untuk mendiamkan hidangan yang begitu menggoda.
Hal itu tentu membuat Asmara sangat terkejut, sebuah kenikmatan yang baru kembali dia rasakan setelah beberapa hari dalam kehampaan , hingga tanpa sadar Asmara pun membusungkan dadanya, untuk membuat ruang yang lebih lebar bagi suaminya.
Sungguh nikmat dan sangat menggoda bagi Loka, hingga berkali kali melahap habis, mencium dengan rakus benda kenyal di hadapannya.
Sampai pada saat penyatuan panjang yang terasa menegangkan.
Gulita malam membawa sebuah kenikmatan, dan gelapnya malam yang sunyi tanpa bintang gemintang, menyatukan dua anak manusia yang kini tengah dimabuk Asmara.
Dibawah temaram lampu keduanya habiskan untuk saling memberikan kasih sayang.
Benar apa yang sempat di katakan Loka, jika memang dia tidak akan puas hanya dengan sekali saja. Nyatanya ini sudah yang kesekian kali Asmara melayani.
Cukup menguras energi dan tenaga nya hingga setelah selesai dengan semua kegiatan malam nya, Asmara langsung begitu saja kembali lelap dalam tidurnya.
Cup.
Sebuah kecupan menjadi akhir dari semua kegiatan panas malam ini.
"Terima kasih sayang"
Bisikan lembut Loka pada Asmara pun mengantarkan Asmara semakin lelap dalam tidur nya.
***
__ADS_1