
...Tidak perlu iri. Kita punya porsi masing-masing. Yang terlihat mewah belum tentu sebenarnya indah....
...🍁...
Gelap malam, membawa bintang menyapa penduduk dunia . Keindahan dan gemerlap warna nya, cukup mempesona dan menenangkan jiwa, Namun mungkin saja tidak dengan sosok Loka Wiratmaja.
'Gelap gulita'
Asmara nyatanya menduduki posisi sangat penting di hatinya, hingga Loka merasa separuh jiwanya telah pergi.
Malam semakin larut, sementara Loka belum juga menemukan titik terang mengenai keberadaan Asmara.
Pikirannya telah melanglang entah kemana, bagaimana kondisi Asmara, dan dengan siapa Asmara saat ini. Selalu itu dan itu yang menjadi pertanyaan dalam pikiran Loka.
Tidak menemukan Asmara, justru Loka Kembali berdebat dengan kedua orang tua nya. Bukan menuduh, hanya saja Loka belum bisa sepenuhnya percaya pada kedua nya.
Sore tadi setibanya Loka di kediaman orang tuanya, Loka tampak murka karena tidak juga menemukan keberadaan Asmara, sementara kedua orang tuanya seolah tidak tahu apa-apa.
Namun pada akhirnya Loka percaya jika bukan dengan papa dan mama nya Asmara kini berada. Lalu dengan siapa 'batin Loka'.
Teringat seseorang yang sebelumnya tengah bersama istrinya 'Oma' batin Loka.
Bisa jadi Oma lah yang telah membawa Asmara. Meski tidak yakin dengan pikirnya, Loka memilih untuk menghubungi Oma, meski hari semakin larut.
Tut Tut Tut
Cukup lama Loka menyambungkan panggilan telepon pada Oma Ima. Mungkin Karena Oma sudah lelap dalam tidurnya, atau memang karena ada sesuatu yang di sembunyikan sang Oma dari nya.
Tidak seperti biasa Oma tidak merespon panggilan nya, hal ini semakin menguatkan dugaan jika Oma mungkin saja yang telah membawa Asmara.
"Bagaimana Ka ?"
Bu Sukma yang juga tengah memikirkan keberadaan Asmara, mulai merasakan kepanikan kalau-kalau terjadi sesuatu dengan Menantinya.
Pertanyaan dari sang mama, hanya mendapatkan gelengan kepala dari Loka.
"Coba biar Mama yang menghubungi Oma"
Bu Sukma mulai mencari kontak ibu nya, berusaha menyambungkan panggilan diantara mereka. Namun sayang hasilnya sama saja. Oma tidak juga menyambut panggilan dari Bu Sukma.
Cukup lama Loka berada di kediaman pernah tuanya, hingga dia memilih untuk beranjak, dan kembali mencari Asmara.
__ADS_1
Sembari melacak keberadaan Asmara, Loka tetap mencarinya dengan cara lama, berputar mengelilingi kota, Mencari sosok wanita yang dia cinta, mungkin saja seseorang memang tengah membawa Asmara.
Untuk sesaat Loka tidak dapat berfikir jernih, otaknya begitu beku jika menyangkut nyawa Asmara, terlebih ada janin dalam kandungannya.
Apartemen menjadi pilihan Loka setelah lelah mencari Asmara.
Loka masih tidak percaya, dia kehilangan Jejak Asmara. Mengingat betapa gesit dan cepat Tangan-tangan Loka bekerja.
Namun kali ini sedikit berbeda, hingga tengah malam bahkan fajar menjelang, keberadaan Asmara tidak juga dapat di temukan oleh anak buah dan orang-orang kepercayaannya.
'Dimana Asmara' batin Loka bertanya.
Tidak hanya pada Bima, dan kedua orang tuanya, namun Pak Basuki turut juga Loka tanya. Tapi justru Loka lah yang mendapat maki an dari sosok bapak mertuanya.
Loka dianggap tidak becus menjaga Asmara, dan justru pak Basuki kembali marah dan kecewa pada Loka. Namun bukan itu yang menjadi prioritas Loka saat ini, yang ada dalam pikirannya hanyalah dimana keberadaan Asmara.
Lelah bergulat dengan pikiran dan pertanyaan yang tidak menemukan jawaban, Loka pada akhirnya lelap dalam tidurnya.
Waktu menunjukan pukul 03.45 dini hari.
Dering telepon seketika memekakkan telinga. Loka masih setengah sadar karena baru saja rasanya dia memejamkan mata.
Loka tampak kembali menajamkan mata nya, benar saja sosok di ujung telepon merupakan asisten pribadinya.
Secepat itu pula Loka menghubungkan panggilan diantara mereka, kabar baik selalu di nantikan Loka. Berharap jika Asmara akan baik-baik saja.
"Halo Man !, Bagaimana ?"
Loka menautkan kedua alisnya. Mendengar berita dari sosok di ujung telepon sana.
Bukan kabar bahagia sepertinya. Karena dari raut wajah Loka justru menunjukan sebaliknya. Terlihat pula Amarah yang seolah memenuhi dada nya, sepertinya telah terjadi sesuatu hingga kemarahan Loka mencuat seketika.
Setelah panggilan telepon berakhir, Loka tampak masih tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari asistennya.
Ada rasa curiga namun semua data yang Arman berikan padanya merupakan Fakta, Arman tidak pernah salah dalam melakukan tugas dari Loka.
Juga mengenai berita yang di bawa Asistennya, meski tidak bisa sepenuhnya percaya, namun Arman juga tidak mungkin membohonginya.
Segar di telinga Loka, ketika Arman mengatakan sebuah Fakta tentang istrinya. Sebuah berita yang agaknya sulit dipercaya. Dimana menurut penuturan Arman, Asmara telah melakukan pengajuan Pensiun dini atas tugas profesi yang sudah 9 tahun dia jalankan.
Tepatnya dua Minggu yang lalu, Laporan itu masuk pada Dinas Kesehatan Kota, tempat dimana Asmara bernaung disana.
__ADS_1
Jika sudah sejak dua Minggu yang lalu, besar kemungkinan sebelum Asmara sadar dari koma nya, semua itu telah di ajukan, Namun siapa yang dengan berani mengambil keputusan besar itu 'Batin Loka merasa murka' .
Sebagai seseorang yang bekerja di instansi pemerintahan Loka tahu betul jika hal itu tidak mudah untuk di lakukan. Terlebih masa jabatan Asmara yang terbilang masih sangat dini.
Namun kenapa, dan apa alasan Asmara melepaskan semuanya, Itu yang masih belum bisa Loka percaya. Agaknya kali ini Loka belum bisa sepenuhnya mempercayai informasi yang di bawa anak buahnya.
'Kemana Asmara'
Semakin gusar Loka memikirkan keberadaan Asmara yang entah dimana. Hingga kaca di depannya menjadi sasaran dan amukannya.
Loka bagaikan seorang pria yang telah kehilangan pijakan nya, tidak mengetahui keberadaan Asmara, dan nyatanya ini lebih menyakitkan dari Loka yang terpaksa Menikah dengan Luna , lalu meninggalkan Asmara.
Merasa tidak puas dengan semuanya, Loka berniat mencari sendiri kebenaran informasi tentang Asmara.
Dingin udara mulai menyapa, masih terbilang pagi. Namun Loka tengah bersiap kembali mencari Asmara.
Waktu menunjukan pukul 04.37
Loka memilih menggunakan perjalanan darat, meski sedikit lebih lama namun tidak masalah bagi Loka, selain Kertagiri ada tujuan lain yang ingin Loka datangi.
Loka melaju memecah dingin nya pagi di ibukota, Masih begitu sepi sehingga Loka bisa menambah kecepatan laju Kendaraanya.
***
Kabar mengenai hilangnya Asmara juga telah sampai pada telinga Luna. Luna sendiri merasa khawatir terhadap kondisi Asmara, sementara dia baru saja pulih dari sakitnya.
Bagaiman jika sesuatu terjadi pada Asmara, sementara cedera di kepala nya masih sangat membutuhkan penanganan ekstra. 'Batin Luna'
Di rumahnya Luna tampak mencari cari sebuah kontak kenalan nya yang mungkin saja juga bisa membantunya dalam mencari dan menemukan Asmara.
Pagi semakin menyapa, sinar Surya semakin memperlihatkan eksistensinya.
Sama hal nya dengan Loka, Luna juga turut mencari keberadaan Asmara.
Tidak tanggung-tanggung Luna mencari Asmara pada situs media sosial, menyatakan kehilangan atas Asmara, hal itu mungkin saja bisa cepat menemukan hasil nya.
Selain Luna yang mulai menjalankan aksinya. Loka tengah melacak CCTV rumah sakit di jam-jam dan Hari yang sama disaat Asmara meninggalkan dirinya.
Nahas CCTV yang terpasang nyatanya mengalami kendala, atau memang semua telah di rencana 'Batin Loka'.
***
__ADS_1