
...Pentingnya mengedepankan Adab dari pada ilmu. Itulah mengapa Sopan santun Lebih di hargai....
...๐...
Waktu menunjukan pukul 08.23
Masih terbilang pagi, namun suasana ibukota telah ramai dengan segala aktifitas padat nya.
Sinar Surya semakin menyengat kulit manusia, tidak terkecuali Asmara yang kini tengah berada dalam dorongan kursi roda dengan Loka berada di belakangnya.
Sejujurnya Asmara sangat ingin bertanya, kemana Loka akan membawa dirinya, pasalnya Loka tidak membawa Asmara menuju kamar perawatan mantan ibu mertuanya, justru terlihat Loka membawa Asmara menuju luaran rumah sakit.
Benar saja, Loka dan seorang perawat di belakangnya, tengah membawa Asmara menuju mobil yang Asmara tahu itu adalah mobil milik Loka.
"Terima kasih"
Loka mengembalikan Kursi roda yang sebelumnya dia gunakan untuk membawa Asmara, pada seorang petugas yang juga ikut berjalan di belakangnya. Tidak lupa Loka memberikan tips sebagai ucapan terima kasih nya pada perawat tersebut.
Dengan hati-hati Loka memapah tubuh lemah Asmara masuk kedalam mobilnya.
"Mas kita mau kemana"
Asmara semakin mengedarkan pandangannya, menatap Loka dengan tatapan jeli nya. Namun agaknya Loka masih enggan menjawab pertanyaan Asmara. Sampai pada saat Loka membawa tubuhnya duduk di samping kursi kemudi.
Loka masih enggan berbicara, hingga dia duduk disamping Asmara, sekilas menatap wajah mantan suaminya, mungkin ini kali pertama Asmara di diamkan oleh Loka, dan saat dia sudah tidak berstatus sebagai istrinya.
Melihat bagaimana sikap Loka pada dirinya, pada akhirnya Asmara pun ikut diam tanpa kata.
Hening.
Kedap suara di dalam mobil membuat tidak ada sedikitpun bebunyian dari luar sana masuk kedalam nya, hal itu semakin membuat Asmara canggung berada dekat dengan mantan suaminya.
"Mas. Kita mau kemana ?, Asma tidak bisa meninggalkan Senja begitu saja !"
Terlihat Loka masih setia dengan menutup mulutnya.
"Mas !. Bisa turunkan Asmara disini saja !" ucap Asmara dengan nada meninggi.
Agaknya Asmara mulai kesal dengan sikap Loka yang terus saja mendiamkan dirinya, hingga terlihat dia menepikan mobilnya ke sebuah komplek Apartment elit di Jakarta.
"Turun " Titah Loka
Meski dengan nada suara biasa saja, namun Asmara jelas mendengar kemarahan dari cara berbicara mantan suaminya.
"Tidak !. Aku mau kembali ke rumah sakit saja !"
Asmara mulai berani melawan Loka, toh diantara keduanya juga sudah tidak ada apa-apa yang membuat Asmara harus menghormati Loka layaknya ketika keduanya masih hidup bersama.
"Jangan membantah Asma !, Atau kau mau aku menggendong mu"
Gelengan kepala menjadi jawaban Asmara atas ancaman Loka pada dirinya, segar di ingatan Asmara ketika tadi dia sempat di gendong oleh mantan suaminya, ketika di rumah sakit sebelumnya, masih jelas bagaimana Asmara dengan rasa malu nya.
"Aku bisa jalan sendiri"
Melihat Asmara dengan kekesalan di wajahnya, seketika membuat Loka ingin tersenyum rasanya.
Seolah berperan sebagai suami siaga, Loka selalu saja menggandeng tangan Asmara hingga keduanya sampai pada sebuah Lantai yang bertuliskan angka 15 disana.
Loka kembali menggandeng tangan Asmara tatkala keduanya telah keluar dari lift.
Langkah kaki keduanya terhenti ketika Loka sampai pada sebuah pintu apartemen yang entah milik siapa 'batin Asmara', setelah menekan smart lock, pintu pun seketika terbuka.
Asmara masih berdiri di ambang pintu dengan kebingungan nya, entah dengan tujuan apa Loka membawa nya ke tempat tersebut.
"Ayo masuk !"
Gelengan kepala menjadi jawaban Asmara atas ajakan Loka.
"Tidak aku di sini saja"
Asmara semakin ragu dengan ajakan Loka, entah mengapa otaknya mulai menerka jika Loka akan bertindak tidak senonoh pada dirinya.
Menyadari Asmara yang masih saja diam dalam lamunannya, Loka berinisiatif kembali menggendong Asmara dan segera membawa wanita yang begitu dia cinta untuk masuk kedalam Apartemen miliknya.
Kesan pertama tatkala Asmara menginjakkan kaki di sana adalah ruangan yang terasa cukup lega, bersih, dan harum, disana juga terasa dingin tidak seperti ketika Asmara berada di luar sebelumnya.
"Istirahatlah"
Loka memberikan sebuah baju santai yang mungkin saja sebelumnya telah dia siapkan memang khusus untuk Asmara.
__ADS_1
Melihat jenis baju yang kerap Asmara gunakan ketika berada di rumahnya, sontak dengan tegas dia menolak nya.
"Sebaiknya aku segera kembali ke rumah sakit saja"
Asmara dengan tergesa-gesa bergegas membuka pintu Apartemen Loka, namun dengan gerakan cepat pula Loka menghentikan langkah Asmara.
"Tidak bisakah kau menurut saja !"
Loka tampak dingin berbicara, hingga terasa menusuk indera pendengaran Asmara. Dari balik tubuh Asmara, dia dapat merasakan detak jantung laki-laki yang sebelumnya sempat mengisi hatinya, namun juga merupakan laki-laki yang telah menorehkan luka di dadanya.
"Siapa yang mengizinkanmu pergi ke kota ! "
"Tahu kah kamu jika itu bisa membahayakan kondisi anak kita !"
Deg.
Dua bola mata Asmara membulat sempurna, mendengar sebuah kalimat yang begitu mengagetkannya.
Asmara mulai menerka-nerka dari mana Loka mengetahui kehamilan yang masih begitu rapat dia simpan fakta nya.
Bukankah tidak ada orang lain yang mengetahui kehamilannya selain Rani saja, Lalu bagaimana Loka bisa mengetahuinya, 'Batin Asmara'. Karena tentu bukan dari sahabatnya Loka mengetahui kehamilannya.
"Mas !"
Lirih Asmara dengan wajah bingungnya. Asmara perlahan mulai memberanikan diri menatap wajah mantan suaminya.
"Aku tahu, disini ada anak kita"
Lembut tangan Loka mengusap perut datar Asmara. Sungguh sentuhan tangan dari Loka membuat jantung Asmara seketika berdebar kencang rasanya.
Tatapan keduanya saling beradu mesra, untuk sesaat Asmara begitu bahagia dengan perhatian mantan suaminya, hingga entah karena sebab apa sudut mata indah Asmara melelehkan cairan bening disana.
"Asmara ingin kembali ke rumah sakit mas, Senja pasti sudah mencari ku"
Asmara berusaha melepaskan tangan Loka, namun sekuat tenaga nya, tetap saja tidak bisa melepaskan diri dari eratnya pelukan Loka.
Semakin lama Asmara menatap Loka, maka semakin sakit pula rasanya.
Melihat bagaimana Asmara berusaha meninggalkannya, Loka pun semakin kuat menahan nya, tatapan keduanya masih saling beradu mesra, namun jelas dalam mata Loka jika saat ini Asmara berusaha menghindarinya.
Mungkin saja karena rasa sakit hatinya, dia begitu kecewa pada Loka.
Isak tangis Asmara pecah seketika, menyadari jika sejujurnya dirinya juga butuh di cinta namun keadaan diantara mereka telah berbeda.
Cinta mungkin masih ada, namun rasa kecewa tentu lebih besar keberadaanya.
"Lepas Mas !!" Mohon Asmara pada Loka
"Kenapa aku harus melepaskan mu ?"
Melihat wanita yang dia cinta tengah bergetar dalam tangisnya, hal itu cukup membuat Loka merasakan betapa pedihnya hati Asmara.
"Tidak ada lagi hubungan diantara kita, hal ini juga tidak akan baik jika orang melihatnya ?"
Asmara semakin kuat berusaha melepaskan tangan Loka dari tubuhnya.
"Kita tidak sedang di desa, kenapa kau harus takut dengan apa kata tetangga"
"Disini Bukan Kertagiri"
"Disini hanya ada kita !"
Loka meyakinkan Asmara jika dia tidak perlu mengkhawatirkan apa yang tidak seharusnya dia khawatirkan.
"Tapi aku bukan istri mas Loka . Sadarlah jika kita bukan siapa-siapa !!!"
Bergetar suara Asmara, berusaha menolak pelukan Loka dengan sekuat tenaga.
"Mas. Asma tidak bisa !!"
Sungguh Asmara mengatakan keberatan nya pada Loka. Meski tidak sebaik wanita berhijab di luar sana, namun Asmara cukup sadar jika kedekatannya dengan Loka akan menjadi bumerang nantinya 'Batin Asmara'
"Kenapa Asma ?"
"Kamu takut ?"
Asmara hanya tetap diam saja, jujur mungkin saja dia sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan mantan suaminya.
"Kamu masih istriku !"
__ADS_1
Deg.
Asmara menatap tidak percaya pada mantan suaminya, bagaimana dia bisa menganggap Asmara masih istrinya sementara masih segar di ingatan Asmara jika belum lama Loka telah men talak dirinya.
"Ingatkah kamu , Saat itu Aku menjatuhkan talak pada mu, dimana sebelumnya kita telah Memadu cinta"
Loka mulai merangkai kata dan fakta demi meyakinkan Asmara.
"Talak yang aku ajukan tidak lah Sah, Kamu sedang dalam masa Iddah, dan saat ini juga mau sedang mengandung anakku. Sudah menjadi keputusanku, aku akan mengembalikan statusmu sah menjadi istriku !"
Tatapan Loka terlihat begitu memaksa Asmara untuk terus menurutinya, hingga tidak ada celah bagi Asmara untuk menolak nya.
Mendengar ucapan Loka , Asmara bingung entah harus bahagia atau harus kecewa.
"Mas. Ada Luna !"
Gelengan kepala dan derai air mata yang membasahi pipi Asmara sungguh membuat dia merasa terluka, namun dia juga tidak bisa mengorbankan orang lain demi kebahagiaan nya. Sudah pasti Luna juga akan merasakan kesedihan seperti yang Asmara rasakan.
"Aku sudah mengurus perceraian ku dengan dia"
Loka meyakinkan Asmara jika dia memang tidak lagi menjalin hubungan dengan sosok istri kedua nya.
Asmara terdiam mendengar semua penuturan Loka yang baru saja masuk kedalam telinganya. Entah bujukan, rayuan, atau paksaan, jujur logia Asmara sudah berhenti rasanya. Lelah jiwa dan raga nyatanya membuatnya tidak lagi bisa berfikir dengan sempurna.
Sejujurnya dia masih tidak percaya jika Loka akan nekat melakukannya.
Namun Asmara masih terdiam dalam lamunannya.
***
...Assalamualaikum Readers Fillah kesayangan Author, Sedikit Gambaran Supaya Tidak ada Saling Salah Paham...
...๐...
...Sebelumnya Mohon maaf apabila dalam Saya memberi penjelasan Masih ada kata atau kalimat yang belum Pas, Mohon di ingatkan....
...Ini sebatas Pemahaman dan Pengetahuan Saya Saja, Sekali lagi Mohon maaf Apabila terdapat kata yang kurang Pas ๐...
...๐๐๐๐๐...
Bismillah.
Dalam Islam mengenal yang namanya perceraian yang dialami oleh pasangan suami istri dengan berbagai alasan. Meski diperbolehkan perceraian merupakan salah satu hal yang harus dihindari oleh pasangan suami istri pasalnya akan banyak mudharat yang ditimbulkan. Meski tidak dilarang di dalam Islam, Allah SWT secara terang-terangan melalui beberapa ayat di dalam Al-Quran menjelaskan bahwa membenci orang-orang yang melakukan perceraian.
Sebab-sebab talak yang di perbolehkan untuk rujuk kembali, mengacu pada Surat Al-Baqarah ayat 229
ุงูุทููููุงูู ู ูุฑููุชูุงูู ููุฅูู ูุณูุงูู ุจูู ูุนูุฑูููู ุฃููู ุชูุณูุฑููุญู ุจูุฅูุญูุณูุงูู
Artinya: "Talak (yang dapat dirujuk) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang maโruf atau menceraikan dengan cara yang baik." (QS. Al Baqarah: 229).
Hadits Bukhari Muslim
ู ูุฑููู ููููููุฑูุงุฌูุนูููุง ุ ุซูู ูู ููููู ูุณูููููุง ุญูุชููู ุชูุทูููุฑู ุซูู ูู ุชูุญููุถู ุ ุซูู ูู ุชูุทูููุฑู ุ ุซูู ูู ุฅููู ุดูุงุกู ุฃูู ูุณููู ุจูุนูุฏู ููุฅููู ุดูุงุกู ุทูููููู ููุจููู ุฃููู ููู ูุณูู ุ ููุชููููู ุงููุนูุฏููุฉู ุงูููุชูู ุฃูู ูุฑู ุงูููููู ุฃููู ุชูุทูููููู ููููุง ุงููููุณูุงุกู
Artinya: "Hendaklah ia merujukโ istrinya kembali, lalu menahannya hingga istrinya suci kemudian haid hingga ia suci kembali. Bila ia (Ibnu Umar) mau menceraikannya, maka ia boleh melakukan talak dalam keadaan suci sebelum ia menggaulinya. Itulah al โiddah sebagaimana yang telah diperintahkan Allah โazza wa jalla." (HR. Bukhari no. 5251 dan Muslim no. 1471).
Untukย hukumย dari talak sendiri ada lima yang pertama adalah haram, makruh, wajib, sunnah, dan diperbolehkan sesuai dengan kondisi dari pasangan suami istri tersebut.
Sementara, hukum menceraikan istri yang sedang hamil adalah boleh, apabila memang ditemukan perkara yang fatal. Pasalnya, talak yang HARAM terjadi jika dijatuhkan kepada istri yang 'sedang haid dan saat istri suci setelah digauli'.
Perlu di garis besar i dalam hal ini adalah HARAM JIKA !!. SEDANG HAID DAN / ATAU SAAT SUCI SETELAH DI GAUL I ๐ค. Mohon jangan salah persepsi lagi kakak-kakak Readers.
"Talak ada dua bid'i dan sunni, talak bid'i (haram) hanya ada dua yaitu waktu haid ataupun suci sudah digauli. Kemudian setelahnya adalah sunni. Karena hamil adalah bukan haid bukan suci, maka bukan termasuk talak bid'i," .
Dalam keadaan hamil, sah istri diceraikan, namun segala hak dan kebutuhan anak nantinya tetap menjadi tanggung jawab suami.ย
Nah.
Kembali dalam konteks cerita yang saya tulis diatas, Berkaitan dengan Loka yang tiba-tiba mengajak Rujuk Asmara adalah karena tidak sah nya Syarat Talaq.
Dimana Loka Men Talaq Asmara saat Suci namun setelah di gauli.
Nah disini sudah jelas ya jika talak yang diajukan Loka tidak lah Sah dalam Islam. Diperbolehkan rujuk kembali karena masih dalam kategori Talaq pertama.
...๐๐๐๐...
...Mohon koreksi jika saya ada salahnya, dan Mungkin jika ada yang lebih paham berkaitan dengan fiqihnya boleh kita saling sharing ๐ค๐ค...
...Terima kasih ๐ค๐ - Wasslamuallaikum...
__ADS_1