
...Bahagia Sewajarnya, Sedih pula Sewajarnya saja. Karena sejatinya hidup Akan selalu berputar. ...
...🍁...
Pagi menyapa.
Suasana Desa terasa lebih dingin dari hari-hari biasanya, hal ini tentu karena sejak semalaman desa di guyur hujan.
Kabut masih pula tampak enggan berpindah dari tempatnya, sehingga suasana masih terasa pagi buta. Meski saat ini sudah merupakan waktunya untuk bekerja.
Para petani telah meladang sejak pagi, hanya beberapa yang tampak berada di rumah. Tidak terkecuali dengan Asmara dan Loka, keduanya masih setia berada di kamar nya.
Tadi malam mungkin menjadi malam pertama part 3 , hanya saja keduanya tidak menghabiskan layaknya malam-malam panjang seperti sebelumnya.
Akibat benturan yang dialami Asmara membuat dia begitu ekstra waspada dengan kehamilannya, selain karena hal itu juga tentu karena usia kehamilan yang terbilang masih sangat muda.
Tidak hanya Asmara, namun juga Loka begitu memahami kondisi istrinya.
Sehingga semalam hanya menjadi malam penuh kehangatan tanpa percintaan. Keduanya saling bercerita, bercanda dan tertawa bersama.
Sungguh momen langka dan rasanya baru bisa keduanya rasakan setelah sekian lama.
"Sayang ?" panggil Loka pada istrinya
"Em"
"Apa kamu tidak ingin pulang ke Kertagiri?"
Mendengar pertanyaan Loka, untuk sesaat Asmara hanya bisa terdiam dalam lamunannya.
"Aku tahu ini berat untukmu, tapi percayalah ,mama dan papa sudah merestui kita" ujar Loka
Usapan kepala menjadi sebuah penyemangat dari Loka untuk istrinya. Namun entah mengapa Asmara masih setia dengan diamnya.
Asmara pasti akan tetap kembali, meski kehidupannya di sini sudah cukup membuat Asmara bahagia.
"Bisakah aku meminta waktu?" ujar Asmara
Berada di pelukan Loka tentu sangat nyaman rasanya, terlebih dingin nya udara membuat keduanya bisa saling menghangatkan dan memberikan kasih sayang.
"Aku tahu perasaanmu, dan aku tidak memaksa mu untuk menuruti mau ku, hanya saja aku berharap kamu kembali mempertimbangkan semua"
"Dan aku sangat mengharapkan hari itu tidak akan lama"
"Kita kembali bersama, Senja Asmara Loka dan kelak.akan bertambah dengan buah hati kita"
Loka sangat tulus dan yakin dengan ucapanya pada Asmara, harapan besar kembali bersama tentu sangat ingin segera dia wujudkan.
Mengingat saat ini mama dan papa nya telah sadar akan semua perbuatan di masa lalunya. Bahkan mereka berharap Asmara juga bisa memaafkan dan menerima mereka.
Namun kembali lagi, Loka tidak bisa memaksa Asmara, semua keputusan dia serahkan pada istrinya, Loka akan setia menanti hingga waktunya tiba.
Suasana tampak hening saat keduanya tidak lagi berbicara.
__ADS_1
"Mas ?"
"Ya "
"Boleh Asma tanya ?"
"Katakan saja"
Loka semakin erat memeluk Asmara.
"Mas Loka bisa tahu Asmara disini dari siapa ?"
Sejujurnya ini sudah menjadi pertanyaan besar di kepala Asmara, hanya saja momen semalam rasanya kurnag tepat jika dia bertanya.
Mendengar pertanyaan Asmara, untuk sesaat Loka terkekeh entah karena sebab apa. Hingga dia mulai dengan cerita sebelum dia datang menemui Asmara.
FLASHBACK ON.
Titik terang keberadaan Asmara rasanya sudah bisa dilacak dengan mudah.
Berbekal ingatan yang hanya seadanya, pak Adi memandu Bu Sukma dan Loka untuk menuju sebuah desa.
Awalnya perjalanan biasa saja, mereka masih bisa menggunakan mobilnya, namun semakin lama, rasa-rasanya jalan semakin sempit saja, dan tentu tidak bisa di lalui jika mereka menggunakan kendaraan roda 4 nya.
Tidak ada pilihan lain selain berjalan kaki Saja. Dan itu pun mereka lakukan demi tercapainya sebuah harapan.
Cukup lama Bu Sukma pak Adi dan Loka, berjalan di jalanan setapak dengan bebatuan yang di tata di bawahnya.
Cukup lama mereka berjalan di bawah rimbunnya pepohonan, minim cahaya dan terasa menakutkan sejujurnya.
Jalanan yang sangat sepi, hanya beberapa yang lewat, untuk me ladang di sana.
Hingga Loka dan kedua orang tuanya tiba di sebuah desa, keduanya sempat bertanya-tanya mengenai kehidupan di desa tersebut, ternyata masih ada hanya saja, penduduknya yang sudah jauh berkurang dari 30 tahun yang lalu.
Pak Adi tampak mengamati bangunan di sana yang masih terasa sama, salah satu nya adalah rumah milik ya yang kini terlihat usang dengan rumput ilalang yang mendominasi.
Rumah-rumah tua yang merupakan pemberian keluarga Wiratmaja, 30 tahun yang lalu mungkin tempat ini sangat berjaya, ramai dengan penduduknya, namun seiring berkembangnya jaman, orang-orang lebih memilih untuk tinggal di desa yang ramai penduduknya.
Hingga di tempat tersebut hanya bersisa 35 kepala keluarga saja.
Cukup Lama ketiganya mencari, hingga tatapan Loka tertuju pada sebuah rumah tua dengan Asmara yang Dudu disana, Namun istrinya tidak sendiri, ada sosok Rani sahabat yang menemani sang istri.
Cukup lega rasanya, wajah Asmara juga masih sama, cantik dan penuh pesona 'batin Loka'.
Tatkala Loka berencana melangkahkan kakinya, kedua orang tuanya mencekal tangannya. Gelengan kepala Bu Sukma menjadi tanda jika bukan saat ini waktunya.
Bu Sukma paham jika mungkin saja Asmara masih ingin menyendiri, dan menyembuhkan luka lama nya.
Hingga pada akhirnya ketiganya sepakat untuk meninggalkan desa.
Ketiganya kembali menyusuri jalan setapak, dan kembali untuk menyusun sebuah cara bagaimana bisa membawa Asmara untuk kembali pada mereka.
Hingga malam tiba nyatanya Loka tidak bisa menenangkan hatinya, melihat sekelebat wajah istrinya, membuat Loka semakin tidak bisa menahan kerinduannya.
__ADS_1
Tidak ada cara dan pilihan lain selain kembali ke desa, apapun resikonya.
Suasana malam, dingin udara karena hujan, serta minimnya penerangan membuat perjalanan loka menuju desa sempat tertunda.
Namun niat ya menemui Asmara membuat Loka melupakan rasa dingin yang menguliti tubuhnya.
Kembali Loka melakukan perjalanan hingga dia samai ke desa. Saat itu mungkin sudah hampir tengah malam saat Loka mengetuk pintu rumah Asmara.
FLASHBACK OFF.
Mendengar cerita suaminya, entah mengapa sudut mata Asmara melelehkan cairan bening disana. Betapa perjuangan Loka untuk mencari dan menemui nya sungguh terasa berat nyatanya.
"Maafkan Asma mas"
Sesenggukan Asmara mengatakan hal itu pada suaminya.
Bukan marah justru Loka semakin mengeratkan pelukannya pada sosok wanita yang begitu dia cinta.
"Aku yang seharusnya minta maaf padamu Asma"
Sadar jika semua terjadi atas sikap nya yang tidak bisa tegas menghadapi keinginan orang tuanya. Membuat Asmara merasakan sakit dan kecewa, hingga berakhirnya dia di tempat ini.
Keduanya saling berpelukan, dan saling menguatkan, entah sudah berapa banyak air mata dan berapa banyak pelukan disana, yang jelas keduanya begitu menikmati momen saat-saat bersama.
Waktu menunjukan pukul 09.15 sudah seperempat hari ternyata dan mereka baru berencana untuk mengisi perutnya.
Loka sibuk memetik kangkung di belakang rumah Asmara, sementara Asmara sendiri sibuk menyiapkan bumbu dan bahan makanan lainya.
Keduanya cukup bahagia, meski hanya seadanya, namun beginilah kehidupan Asmara selama di desa, di tempat ini pula Asmara semakin banyak belajar tentang kesabaran , kesederhanaan dan bagaimana kita harus selalu bisa menanamkan rasa syukur atas semua rasa.
Ikan Bandeng Goreng, Sambal terasi, dan Tumis kangkung, menjadi menu andalan pagi ini.
Tidak banyak yang bisa di hidangkan ,namun itu saja rasanya sudah lebih dari cukup bagi Loka dan Asmara, selama mereka bersama, apapun bisa terasa nikmat lezat sepertinya.
***
Assalamualaikum. Selamat Pagi Semua.
Menjelang Akhir tahun di Bulan Hijriah. Author mau ucapkan Mohon Maaf atas Semua kata dalam cerita yang mungkin Tidak mengenakan, Dan jalan Cerita yang mungkin Membosankan, atau mungkin menyudutkan. Mohon Maaf telah menguras Emosi dan Kesabaran Kakak-kakak Readers semua. ❤️🥰
Semoga Bab kali ini membawa Bahagia buat Kakak Readers semua, yang udah maksa buat mempertemukan mereka ya 😂.
Sejujurnya masih pengen 2 bulan atau 2 tahun lagi, tapi nanti keburu Lebaran haji lagi 😂.
Okay. Kembali ke topik utama.
Semoga Awal tahun ini menjadi keberkahan tersendiri untuk kita semua, terutama untuk semua Readers Fillah yang tentu datang karena Allah.
Semoga selalu di mudahkan urusannya, di panjangkan umurnya, dan di banyakkan rezekinya.
Terima kasih juga sudah setia hingga sampai bab Ini dan semoga sampai bab bab selanjutnya 🤗🤗🤗🤗🙏🙏🙏
❤️☘️❤️☘️❤️☘️
__ADS_1