SENJA ASMARALOKA

SENJA ASMARALOKA
BAB 51. Menghabiskan Waktu bersama


__ADS_3

...Semua bisa menemani, Namun tidak semua Bisa memahami...


...🍁...


Tiga hari sudah berlalu, begitu juga usia pernikahan pengantin baru itu.


Hari ini merupakan hari pertama Asmara masuk kerja setelah menyandang status baru.


Ada rasa sedikit malu, mengingat bagaimana reaksi para rekan kerjanya di kantor nanti, sudah pasti Asmara akan menjadi bulan-bulanan mereka tidak terkecuali Rani.


Meski belum banyak yang tahu akan status pernikahan baru nya, Namun beberapa orang seperti Rani dan sang Kepala Puskesmas sudah tahu.


Dan tentu mereka tidak akan begitu saja diam dengan gosip baru pernikahan Asmara.


Entahlah namun hal itu Asmara lebih memilih untuk mengesampingkan saja, dia mungkin akan berfikir nanti untuk solusi godaan dari teman-teman kantor nya.


Loka dan Asmara begitu menikmati hari-harinya. Seperti biasa pagi ini Asmara dan Loka sarapan bersama, Sementara Senja memilih bersama mbok Jum, karena Senja lebih suka Sarapan sembari bermain.


"Asma, Beberapa hari ini mungkin aku akan sedikit sibuk ada banyak kerjaan yang harus aku selesaikan, atau mungkin aku tidak sempat pulang"


"Dan Em. Besok atau lusa sepertinya aku akan keluar kota"


Deg.


Sejujurnya ucapan Loka sedikit membuat Asmara tidak suka, namun dia juga tidak bisa mengekang Loka untuk selalu di sampingnya.


Ini seolah bukan Asmara. Jika dia hanya memikirkan egonya semata, padahal Loka tidak sepenuhnya miliknya.


Terdengar egois namun itulah cinta yang baru saja tumbuh dan bersemi di hati Asmara.


Nama besar sang suami tentu menjadi harapan banyak orang untuk selalu bergantung, sehingga meski tengah berbahagia , Loka juga tidak bisa begitu saja Abai pada nasib para karyawan nya.


"Apakah Lama ?"


Mendengar ucapan Asmara, Loka lantas mengangkat bahunya.


"Semoga semua urusan segera selesai, aku akan segera kembali"


Loka melihat perubahan di wajah cantik Asmara, sejujurnya dia juga tidak rela meninggalkan Asmara dan Senja, namun tidak mungkin bagi Loka untuk tetap tinggal saja, sementara perusahaan juga membutuhkan dirinya.


Namun dari dialog pagi ini, Loka menyadari jika sudah mulai tumbuh cinta di hati Asmara untuk dirinya.


Bahagia ?. Sudah pasti !!. Karena nyatanya cinta timbul bahkan setelah duka lara yang sempat menyapa. Semua tidak luput dari Loka yang nekat memperjuangkan cintanya hingga pelaminan milik mereka ber dua.


***


Sejujurnya Asmara masih betah di rumahnya, terlebih hari ini atau besok, dia akan berpisah dengan Loka, Meski hanya untuk beberapa saat saja, namun Rasanya belum berpisah saja Asmara sudah sangat merindukan Suaminya.


Namun sebagai pegawai pemerintahan dia tetap harus konsisten menjalankan tugasnya. Hingga saat ini dia telah duduk di kursi kayu kebesarannya. Ruang KIA. Begitulah kenyataan yang harus di terima Asmara, Sebagai penikmat uang Negara.


"Cie pengantin baru nih..."


Seolah tidak pernah ada jeda untuk Asmara membuat sahabatnya berhenti menggodanya. Rani terus saja mengatakan hal yang sama sejak kedatangan Asmara sebelumnya.


Jika sebelumnya para teman-teman lainya juga usil pada Asmara, kini hanya Rani saja yang masih selalu menggodanya.


"Udah lama nggak di masukin pasti sempit dong ya, Gimana ?, Sakit nggak rasanya" Seloroh Rani tanpa basa-basi.


"Astaga Rani !!"


Kesal Asmara pada sahabatnya. Namun Bukan takut justru Rani semakin menjadi.


"Dapet cuti 3 hari. Duhh... Sehari berapa Ronde ya...?" ucap Rani dengan kerlingan mata.


"Emangnya Tinju pakai Ronde segala"

__ADS_1


"Eh.. Tapi kan ada acara smackdown nya, Biasanya pakai ronde 1 , 2 dan 3 Asma !!!" Kelakar Rani Pada sahabatnya.


"Smackdown?, Dibanting kali !!" Seloroh Asmara membalas guyonan sahabatnya.


Keduanya tampak tertawa bersama, menikmati guyonan receh yang entah sampai kapan Rani mau berhenti.


"Omong-omong enak dong ya" Kelakar Rani


Asmara hanya menggelengkan kepala mendengar ucapan sahabatnya yang kini begitu bahagia bisa menggoda dirinya sepuas hatinya.


Mungkin 3 hari tidak bertemu Asmara, Rani merasa dirinya tengah berpuasa, sehingga saat bertemu dengan Asmara dia lantas meluapkan isi hati dan tabiat konyolnya.


"Ma !"


"Em" Asmara tetap sibuk dengan pekerjaannya.


"Asma"


"HEm"


"Eh Ni anak kalau di ajakin ngobrol selalu aja gitu" Kesal Rani dengan Asmara yang selalu cuek pada nya.


Asmara lantas menatap sahabatnya.


"Lagian kamu Ran, waktunya kerja ya kerja, malah ngajakin ngobrol, Emang kamu kira aku mau makan gaji buta"


Asmara seolah memiliki cara untuk membuat sahabatnya diam tanpa menggodanya.


Benar saja Rani terlihat kembali fokus pada pekerjaan nya, setelah mendengar ucapan Asmara yang terdengar tegas di telinga Rani.


Sampai waktu pulang kantor telah tiba. Keduanya telah selesai dengan semua pekerjaan kantor. Rani menunggu jemputan dari Bagas, Sementara Asmara pun juga menunggu jemputan dari Loka suami baru nya.


"Rasanya Yang dulu sama yang sekarang gimana Ma?"


Asmara hanya memutar bola matanya jengah, dipikir An Asmara, Rani telah melupakan obrolan mereka sebelumnya, namun ternyata Rani kini justru bertanya kembali.


"Rasa Meriam tumpulnya"


"Astaga " Asmara kaget dengan penyamaan yang dikatakannya sahabatnya.


Rani terkekeh melihat reaksi malu Asmara. Begitu juga Asmara yang pada akhirnya ikut tertawa karena banyolan sahabatnya.


"Udah ahh jangan bahas yang gitu an terus !!" Asmara tampak malu mengatakannya.


"Ehh.. Kan aku juga mau tahu Asma !"


Lagi lagi Asmara hanya mendesis kesal Rani selalu bertanya sampai ke akar-akarnya, bahkan Rani tidak akan puas sebelum mendapatkan jawaban dari Asmara.


Beruntung Asmara lebih dulu di jemput daripada sahabatnya, Dan yang lebih membahagiakan tidak hanya Loka saja namun juga Senja ikut menjemput Asmara.


"Aku duluan ya, Dah Raniiii" ucap Asmara seolah mengejek temannya yang masih harus menunggu jemputan dari suaminya.


Merupakan kali pertama Asmara pulang kerja di jemput oleh Anak dan suaminya, terasa sangat menyenangkan bagi Asmara yang memang harus akan kasih sayang dan cinta.


"Kalian mau makan apa ?"


Loka tampak bertanya pada Asmara dan Senja.


"Terserah mas Saja"


"Enja mau udang"


Dengan manja Senja meminta makanan kesukaannya pada Loka.


Asmara dan Loka terkekeh mendengar ucapan Senja, sejujurnya memang sudah cukup lama dari terakhir Kali Asmara membawa Senja untuk menikmati makanan kesukaannya.

__ADS_1


Hal itu Karena kesibukan Asmara yang membuat Senja jarang menikmatinya, terlebih di pedesaan seperti tempat tinggal mereka saat ini, sangat sulit di jumpai makanan laut sejenis udang dan kepiting.


Tidak menunggu lama Loka membawa Asmara dan Senja menuju sebuah restoran yang hanya menyediakan seafood sebagai menu utama mereka.


Memang cukup jauh namun Hal itu tidak masalah bagi Loka, selama Asmara dan Senja bahagia.


Beberapa menu telah di pilih, tidak ketinggalan udang saus mentega kesukaan Senja.


Mereka makan dengan begitu lahapnya, rasa bahagia membuat ketiganya begitu menikmati setiap suapan makanan yang masuk kedalam mulut.


Setelah semua selesai dengan makan siang nya, Loka membawa putrinya ke taman hiburan yang juga tentu jarang Senja rasakan.


Terlihat Senja begitu menikmati perhatian yang di curahkan oleh Loka, masa-masa menjadi anak dari Loka yang begitu menyayanginya.


Tidak sampai di situ saja, Loka juga membawa Asmara dan Senja untuk kembali berbelanja.


Entah sudah berapa kali Loka meminta Asmara untuk memilih sesuatu yang dia suka, namun Asmara selalu menolak nya dengan dalih sesuatu yang di beli hanya karena suka makan itu tidak bijak namanya.


Terlebih bagi Asmara, seorang wanita bahkan ibu rumah tangga sudah sewajarnya untuk menghemat setiap pengeluaran keluarga, meski suaminya seorang berada.


Sudah menjadi kebiasaan Asmara untuk berhemat bagaimana pun kondisinya karena sebagai wanita dia tidak pernah tahu kedepannya nasib akan kembali membawanya kemana.


Seperti dulu ketika bersama Bima, perpisahan bukan menjadi tujuan dari pernikahannya, namun nyatanya nasib membawanya kesana.


Mau tidak mau seorang Asmara harus mandiri bahkan ketika saat ini sudah bersama Loka yang status ekonominya jauh diatas Bima.


***


Waktu menunjukan pukul 18.15


Setelah berkendara cukup lama ketiganya telah sampai di rumah Asmara. Senja sendiri telah telap dalam pangkuan ibu nya.


"Biar aku gendong Senja"


Belum Asmara mengatakan apa-apa, seolah Loka tahu isi hati Asmara.


Jujur mungkin untuk berjalan Asmara sudah tidak kuat rasanya, kaki yang sedari tadi menjadi tumpuan putrinya kini terasa kram dan kesemutan.


"Terima kasih ya mas" Ucap Asmara


Terlihat baru beberapa Langkah Loka menggendong putrinya, Mbok Jum telah keluar menyambut ketiganya.


"Pak Loka. Biar Senja sama saya saja" tawar mbok Jum pada majikannya.


"Baiklah Mbok, langsung di bawa ke kamar saja ya" Titah Loka pada asisten rumah tangga Asmara


Mbok Jum pun meraih tubuh mungil Senja dari dekapan Loka, dan langsung membawanya ke kamar.


Sementara Loka kembali ke mobil untuk membantu Asmara yang masih duduk dengan mensejajarkan posisi kakinya.


"Masih sakit ?"


Asmara menganggukkan kepala sebagai jawaban atas pertanyaan Loka.


Tidak butuh lama dan tanpa aba-aba Loka langsung saja menggendong tubuh Asmara dalam pelukannya


"Maaaassss!! " Kaget Asmara mendapati gerakan cepat Loka


Loka hanya terkekeh melihat penolakan istrinya yang ingin segera dia turunkan.


Keduanya telah berada di kamar , baik Asmara maupun Loka sepakat untuk membersihkan diri bergantian.


Hingga tidak butuh waktu lama keduanya telah selesai dengan segala aktifitas mereka.


Malam semakin larut , Keduanya telah selesai dengan ritual 4 raka'at sebelum merebahkan tubuh di kasur.

__ADS_1


Asmara mulai mengemasi baju-baju Loka yang memang tidak seberapa banyaknya kedalam koper. Seperti rencana pagi tadi jika Loka akan pergi untuk beberapa hari.


***


__ADS_2