SENJA ASMARALOKA

SENJA ASMARALOKA
BAB 101. Malam Malam Panjang


__ADS_3

...Tidak Jarang Luka Tercipta Dari Seseorang Yang Kita Anggap Istimewa....


...🍁...


Malam semakin larut, gemerlap bintang di kejauhan semakin menambah indahnya suasana malam.


Acara makan-makan telah usai , semua keluarga tampak sudah kembali ke rumahnya masing-masing.


Oma Ima bersama kedua orang tua Loka telah kembali ke rumahnya, sementara pak Basuki, Senja dan istrinya juga telah kembali ke rumahnya.


Hanya tersisa mbok Jum saja yang masih membereskan sisa makan sebelumnya. Dan mungkin juga setelahnya Mbok Jum akan ke rumah pak basuki, karena Senja yang berada di sana, maka mbok Jum harus mengikutinya


***


Malam pun tiba.


Loka telah selesai membersihkan dirinya, tidak lupa pula dia melaksanakan ibadah wajibnya.


Melihat wajah Teduh dan bahagia istrinya, sungguh ini merupakan kebahagiaan terbesar bagi seorang Loka Wiratmaja. Hari-hari bahagia yang sebelumnya hanya menjadi bayangan saja, kini telah benar-benar di dapatkan dan di rasakan.


"Mas??"


Sentuhan tangan hangat Loka nyatanya membuat Asmara begitu terlena.


Cukup lama Asmara tidak merasakan kehangatan yang lebih dari sekedar bersentuhan. Tuntutan perhatian dan kebutuhan kasih sayang nyatanya begitu di harapkan oleh kedua pasangan yang baru saja kembali membina rumah tangga.


"Apa kau lelah?"


Loka bertanya dengan begitu hati-hati, meski sangat menginginkan namun dia juga tidak ingin memaksakan.


Namun agaknya dari senyuman Asmara, Loka tahu jika istrinya telah siap untuk memberikan hak nya.


"Mas menginginkan Asma ?"


Seutas senyum cerah ceria terlihat mengembang di wajah Loka, dan Anggukan kepala menjadi jawaban atas pertanyaan Asmara.


"Tunggu sebentar mas"


Asmara beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.


Melihat sang istri yang justru pergi, membuat Loka sedikit tidak mengerti, namun dia tidak masalah karena mungkin saja Asmara tengah mempersiapkan dirinya.


Benar saja, setelah berada di kamar mandi Asmara mulai dengan menggosok gigi, Membalurkan Losion pada tangan dan kaki, tidak lupa memberikan parfum pada beberapa bagian tubuh yang sangat di sukai sang suami. Area-area sensitif yang selalu Loka suka berjelajah disana.


Untuk sesaat Asmara melihat kearah perut buncitnya, memberikan usapan lembut di sana, seolah Asmara tengah meminta izin pada anak dalam kandungannya karena sang ayah akan berkunjung untuk yang pertama kali.


Tidak lupa juga Asmara mengganti baju tidurnya, dengan baju dinas malam yang lebih menggoda dan menyegarkan mata suaminya.

__ADS_1


Setelah cukup dengan segala persiapan, Asmara bergegas menemui suami nya.


Ceklek.


Asmara telah siap untuk melakukan malam panjangnya bersama Loka, Asmara pun keluar dengan langkahnya yang terlihat begitu menggoda.


Perut buncit Asmara , seolah menjadi daya tarik yang semakin membuat Loka bersemangat untuk segera melakukanya.


Disaat itu pula Loka merasa sangat sulit untuk mengedipkan mata, hingga susah payah dia menelan Saliva nya.


"Asma sudah siap mas"


Ucap an yang selalu membuat Loka merasa Asmara begitu memuliakannya, menghormati dirinya dengan status suami.


Tidak menyia nyiakan kesempatan yang ada Loka lantas mendekat pada Asmara yang kini tengah berdiri tepat di hadapannya.


"Yakin sudah siap ?"


Anggukan kepala menjadi pilihan Asmara untuk menjawab pertanyaan suaminya.


Sebelum memulai aksinya, Loka terlebih dahulu berjongkok tepat di hadapan Asmara, usapan lembut dan kecupan mesra di perutnya membuat Asmara merasa begitu bahagia. Sungguh ini mungkin kali pertama Asmara dan Loka melakukannya, dengan status Asmara yang telah berbadan dua.


"Izinkan Ayah berkunjung ya sayang"


Bisikan lembut yang diberikan Loka tepat di perut Asmara sungguh membuat nya sangat bahagia, sensasi geli disana juga semakin membaut Asmara tidak kuat menahannya.


Loka menangkap anggukan kepala dari Asmara. Sebagai bukti jika Asmara memang hanya milik Loka. Perlahan Loka mengangkat tubuh Asmara, menatap sosok wanita yang sangat ingin dia jaga dan dia lindungi.


Loka menarik dagu runcing istrinya, dia ingin Asmara menatapnya, seperti saat ini Loka menatap Asmara. Meski malu pada akhirnya Asmara menurutinya.


Wajah merona Asmara tampak menggemaskan bagi Loka. Asmara pun juga dapat dengan jelas melihat bagaimana wajah tampan suaminya yang semakin bertambah setelah cukup lama mereka tidak bersama.


Tanpa sadar Asmara pun mulai mengusap lembut pipi dan alis Loka, bagian dada yang terasa kokoh selalu membuat Asmara ingin terus menyentuhnya, mungkin memang tidak hanya Loka namun nyatanya juga Asmara begitu sangat ingin melakukannya.


Kerinduan yang Asmara rasakan seolah telah mendapatkan penawarnya. Kehadiran Loka kembali membuat Asmara merasa bahagia.


Dan kini Asmara kembali memantapkan hatinya untuk melayani sosok laki-laki yang telah berstatus sebagai Suami. Drama rumah tangga yang sempat Ada sebelumnya kini telah hilang terganti kehidupan rumah tangga yang penuh bahagia.


"Apa kau menyukainya ?" bisik Loka


Asmara pun membelalakkan mata , mendengar pertanyaan sang suami, sungguh rona merah di wajahnya kini semakin terlihat, namun sejujurnya Asmara memang sangat menyukainya, terlihat begitu kuat dan perkasa.


Loka mendekatkan wajahnya pada Asmara, mengusap lembut bibir ranum milik istrinya , tidak butuh waktu lama, Loka melahap dan **********, dengan gerakan lembut namun menuntut, hingga Loka merasa tubuh Asmara menegang.


Sensasi aneh yang kembali Loka rasakan untuk pertama setelah beberapa bulan berpuasa. Sungguh tegangan tubuh Asmara membuat Loka tidak sabar untuk berlama-lama.


Entah karena sebab apa namun ketika bersama Asmara rasanya begitu berbeda, Loka selalu ingin mengulangi dan seolah malam terhenti dengan nikmatnya surga duniawi.

__ADS_1


Loka begitu bersemangat karena Asmara selalu mengimbangi gerakan nya, dan seolah memberi hak penuh atas dirinya pada Loka. Itu juga sebab yang mungkin menjadikan Loka begitu bahagia.


Loka menggigit kecil bibir bawah lawan nya, dan benar saja Asmara pun membuka mulut nya, di sana dia dapat merasakan sentuhan nikmat dari Loka.


Tangan yang semula di bagian belakang kini telah berpindah , satu tangan Loka aktif menelusup kedalam baju yang di kenakan Asmara.


Loka pun melepaskan pagutan nya tatkala Asmara mulai kehabisan udara, Tatapan keduanya seakan terkunci, Asmara yang awalnya malu-malu, kini mulai menikmati setiap sentuhan dari sang suami.


Rasa lelah yang sebelumnya melanda, kini berubah menjadi candu penuh bahagia. Nyatanya Asmara juga menginginkan lebih dari yang saat ini mereka lakukan.


Entah dorongan dari mana ******* kecil lolos begitu saja , hal itu tentu membuat Loka semakin bersemangat untuk melanjutkannya.


Loka memang tidak ingin terburu-buru meski miliknya selalu ingin segera menancap, namun Loka selalu ingin memberikan kesan yang tidak pernah Asmara dapat lupa setiap kali keduanya bercinta.


Asmara selalu menuruti dan berusaha mengimbangi kegiatan Loka, dan Hal itu juga yang membuat Loka semakin berkuasa atas diri Asmara. Hanya dirinya lah yang berhak untuk menikmatinya.


Loka mengangkat tubuh Asmara , dia letakan tubuh ramping itu diatas singgasana, Loka kembali mulai aksinya, mencari pengait bra yang di kenakan oleh Asmara.


Untuk sesaat Loka mendongakkan wajah, menatap sang istri yang seolah telah memberikan izin penuh untuk Loka melanjutkan aksinya.


Perlahan Loka melepaskan pengait milik Asmara , satu persatu dia longgarkan, sampai seluruhya terlepas. Sesuatu yang cukup besar dan menarik pandangan Loka terekspos sempurna tepat di depan wajah Loka.


Jiwa pengembara dan setan dalam tubuh Loka keluar tanpa aba-aba hingga salah satu benda di hadapannya menjadi sasaran kebrutalan nya.


Tidak menunggu lama, Loka langsung melahap salah satunya, dan meremas sisi lainya, tidak memberikan kesempatan untuk mendiamkan hidangan yang begitu menggoda.


Hal itu tentu membuat Asmara sangat terkejut, sebuah kenikmatan yang baru kembali dia rasakan setelah beberapa hari dalam kehampaan , hingga tanpa sadar Asmara pun membusungkan dadanya, untuk membuat ruang yang lebih lebar bagi suaminya.


Sungguh nikmat dan sangat menggoda bagi Loka, hingga berkali kali melahap habis, mencium dengan rakus benda kenyal di hadapannya.


Sampai pada saat penyatuan panjang yang terasa menegangkan.


Gulita malam membawa sebuah kenikmatan, dan gelapnya malam yang sunyi tanpa bintang gemintang, menyatukan dua anak manusia yang kini tengah dimabuk Asmara.


Dibawah temaram lampu keduanya habiskan untuk saling memberikan kasih sayang.


Benar apa yang sempat di katakan Loka, jika memang dia tidak akan puas hanya dengan sekali saja. Nyatanya ini sudah yang kesekian kali Asmara melayani.


Cukup menguras energi dan tenaga nya hingga setelah selesai dengan semua kegiatan malam nya, Asmara langsung begitu saja kembali lelap dalam tidurnya.


Cup.


Sebuah kecupan menjadi akhir dari semua kegiatan panas malam ini.


"Terima kasih sayang"


Bisikan lembut Loka pada Asmara pun mengantarkan Asmara semakin lelap dalam tidur nya.

__ADS_1


***


__ADS_2