SENJA ASMARALOKA

SENJA ASMARALOKA
BAB 64. Kejutan


__ADS_3

...Hanya tidak mudah. Namun bukan berarti tidak Mungkin...


...🍁...


Kepulan asap membumbung memenuhi dapur kecil di rumah Asmara, Aroma masakan terasa menusuk indra penciuman. Harum dan tentu membuat siapa saja berselera ingin segera menyantap nya.


Tidak terkecuali Loka yang baru saja mengerjapkan mata nya, Karena setelah dua raka'at ibadah wajibnya Loka kembali memejamkan mata, dia sampai tidak tahu jika Asmara telah berkutat dengan peralatan memasaknya.


Asmara cukup terampil jika hanya untuk memasak saja, meski menu sederhana, namun rasa masakannya tentu tidak ada duanya.


Dan mungkin salah satu yang mampu membuat Loka semakin mencintai Asmara juga adalah karena Masakan yang di buat nya selalu penuh cinta.


Tidak heran sebelum menikah dengan Loka, banyak pria yang mengidam-idam kan menjadi sosok pendamping hidup Asmara.


"Wangi sekali sayang. Masak apa ?"


Senyum cerah terlihat di wajah cantik Asmara.


Satu hal yang paling tidak bisa Loka lupa adalah selalu memeluk Asmara dari belakang setiap kali wanitanya menyiapkan makanan untuk dirinya.


"Mas"


"Em"


"Duduk saja disana, sebentar lagi makanan siap"


Bukan mengindahkan titah istrinya, Loka justru semakin mengeratkan pelukannya, bahkan mbok Jum yang sesekali melewati keduanya harus tahan dengan kemesraan dua orang majikanya.


Namun agaknya mbok Jum juga sudah mulai terbiasa, justru dia bahagia karena pada akhirnya Asmara mendapatkan sosok yang tepat untuk dirinya.


Kemesraan yang selalu terlihat di mata mbok Jum, tentu merupakan bukti cinta Loka terhadap Asmara.


"Maafkan aku Asma"


Loka berkata dengan lirih, namun masih sangat jelas Asmara dapat mendengarnya, bagaimana tidak meski berbisik namun jarak keduanya sangat dekat.


Jangankan Asmara, Cicak yang menempel di dinding saja mungkin juga mendengar ucapan Loka.


"Maafkan aku"


Untuk yang kedua kalinya Asmara mendengar kata yang sama dari mulut Loka.


Ada getaran dalam cara Loka berbicara, Kalimat itu terdengar sangat tulus dari dalam hati seorang Loka Wiratmaja.


Hingga untuk sesaat Asmara menghentikan aktifitasnya. Menatap dari samping wajah Loka yang kini tenggelam dalam rambut panjang Asmara.


Entah mengapa Asmara merasa Suaminya sedang tidak baik-baik saja.


Jujur agak aneh sikap Loka, Namun mungkin saja Loka masih begitu menyesali sikap kedua orang tua nya. atau mungkin saja karena Loka meninggalkan Senja dan Asmara dalam waktu yang cukup lama. 'Begitu batin Asmara'.


"Mas Loka ini kenapa ?. Banyak banget minta maafnya"


Asmara terkekeh dengan ucapanya, namun kembali dia kembali melanjutkan aktifitasnya, memotong beberapa sayur dan bumbu dapur lainnya. Hingga kata itu kembali terucap dari mulut Loka.


"Maaf kan aku"


Hening.


"Iya tapi kenapa Mas Minta maaf"


Agaknya Loka tidak menghiraukan pertanyaan Asmara, hingga pada akhirnya Asmara kembali fokus dengan kegiatannya, masih dengan Loka yang mengekor di belakangnya.

__ADS_1


***


Waktu menunjukan pukul 06.55. Masih begitu pagi untuk ukuran orang-orang yang tinggal di ibukota, namun tidak dengan penduduk sekitaran tempat tinggal Asmara. Banyak warga Kertagiri yang sudah memulai aktifitasnya bahkan mungkin sejak selesai subuh tadi.


Kebanyakan dari mereka mengais rezeki di sawah dan ladang, menjadi petani wortel, kubis, seledri, ketela dan masih banyak jenis sayuran lainya.


Jarang diantara mereka yang bercocok tanam jenis padi atau jagung, karena kontur tanah Kertagiri sangat cocok untuk di tanami sayuran sejenis Kubis dan wortel.


Sementara sisanya kebanyakan menggantungkan diri di perkebunan teh yang setiap hari ada aktifitas memetik pucuk teh nya.


Beberapa lainya menjadi pegawai pemerintahan seperti Asmara dan ada juga yang bekerja di kelurahan seperti pak Basuki dan Bu Retno.


Asmara dan Loka tengah sarapan bersama, sementara seperti biasa mbok Jum akan bersama Senja.


Suasana terasa hening, hanya sendok dan garpu saja yang terdengar saling menyapa.


"Mas baik-baik aja kan ?" Tanya Asmara di sela-sela dia mengunyah makanan nya.


Loka tidak segera menjawab pertanyaan Asmara, justru dia tersenyum dan memandang wajah Asmara cukup lama.


Dari cara Loka menata dirinya, sejujurnya Asmara sangat bahagia, namun entah mengapa ada perasaan aneh yang juga muncul ketika Loka hanya terus saja tersenyum pada nya.


Agak aneh sebenarnya dari sikap suaminya, dan Asmara menangkap kegelisahan di wajah Loka.


"Mas Loka sakit ?"


"Nggak sayang"


"Yakin mas baik-baik aja ??"


Anggukan kepala menjadi pilihan Loka sebagai jawaban Atas pertanyaan Asmara pada dirinya.


Meski Loka selalu menampakkan senyum di setiap pertanyaan Asmara, namun agaknya Memang ada sesuatu yang mengganjal pikiran suaminya.


Tok tok tok.


Suara ketukan pintu seketika membuyarkan fokus Asmara. Dan terpaksa Asmara menghentikan aktifitas sarapan nya.


Menyadari hanya ada mereka berdua, sementara mbok Jum sudah pasti bersama Senja dan pergi entah kemana, Asmara bergegas bangkit dari duduknya.


Berjalan menuju bagian depan untuk segera membuka pintu yang sudah tiga kali dia dengar ketukan disana.


Ceklek.


Asmara menajamkan penglihatannya, menautkan kedua alisnya, dan menyadari ada tiga sosok yang kini berdiri di ambang pintu rumahnya, terasa asing bagi Asmara yang memang dia yakin bukanlah sahabat, saudara, atau penduduk desa Kertagiri.


"Selamat pagi"


Masih bergulat dengan kebingungannya, Asmara lebih dahulu di sapa oleh tamu nya.


Dua orang laki-laki dan satu orang perempuan, berpakaian sangat rapi dan tentu juga wangi, agaknya Asmara merasa perawakan mereka sudah seperti pegawai bank yang banyak dia jumpai.


"Iya pak, selamat pagi"


"Ohya Silahkan duduk"


Asmara membawa para tamunya untuk duduk di ruang tamu teras rumahnya.


Ketiganya duduk bersama Asmara yang masih menyimpan kebingungan dengan siapa tamu-tamu nya.


"Maaf pak ada perlu apa ya ?" ucap Asmara

__ADS_1


Layaknya pegawai asuransi yang selalu tersenyum ramah dengan semua pertanyaan customer nya, begitu juga mereka , dan hal itu seketika mengundang tanya dalam diri Asmara 'Mau apa sebenarnya mereka'.


Karena jika benar merupakan petugas Asuransi seperti dugaan nya, tentu Asmara akan langsung saja menolaknya.


"Benar disini kediaman Bu Asmara?" Seorang diantara mereka bertanya.


Dan anggukan kepala menjadi jawaban dari Asmara atas pertanyaan tamu-tamu nya.


"Jadi begini Bu, Kedatangan kami kesini ingin mengantarkan pesanan Bapak Loka"


'Pesanan' gumam Asmara


Semakin bingung Asmara dengan ucapan tamu-tamu nya. Hingga Loka keluar dan bergabung bersama Asmara dan 3 orang lainnya.


"Mereka mengantarkan mobil yang ku pesan untukmu Asma" Ucap Loka dengan santai nya.


Kedua bola mata Asmara membulat sempurna, seolah tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya.


Namun benar saja, setelah Loka mengatakan itu semua, Sebuah Truk Towing terlihat tengah parkir di depan rumah nya.


Jujur Asmara pernah menolak pemberian ini saat Loka menawarkan untuk memilih mobil apa, Namun seingat Asmara saat itu dia dengan tegas menolaknya, karena Memnag dia tidak membutuhkannya, dan saat ini Asmara sungguh tidak percaya Loka membelikan mobil tanpa sepengetahuan dirinya.


"Mas tapi buat apa ?"


Jujur saja Asmara tidak membutuhkan nya, karena menyetir saja mungkin Asmara juga sudah lupa, terlebih mengingat Medan terjal Kertagiri, rasa-rasanya Asmara lebih memilih untuk menaiki motor Scoopy.


Jika untuk keperluan rujuk pasien dan lain sebagainya pak Basuki sudah menyediakan ambulan desa plus beserta sopirnya, jadi Mobil rasa-rasanya tidak di perlukan untuk dirinya.


"Tidak papa sayang, kamu akan terbiasa"


Senyum manis menghiasi wajah Loka. Meski bingung namun Asmara memilih menurut saja, karena mau berdebat pun dia juga tidak akan pernah bisa mengalahkan Loka, justru hal itu akan semakin membuat malu dirinya di hadapan 3 orang tamu-tamu nya.


Setelah selesai dengan semua Administrasi dan urusan surat menyurat, Loka meminta para petugas tersebut untuk menurunkan mobilnya.


Masih dengan raut wajah tidak percaya, Asmara melihat sebuah mobil berwarna Kuning turun tepat di depan rumahnya, terlihat pula jika itu merupakan jenis mobil keluaran terbaru, dan jelas Asmara tahu mobil jenis apa itu. 'Mini Cooper' gumam Asmara


Setelah selesai dengan semua urusan nya, tiga orang petugas Showroom tersebut pamit dari rumah Asmara, dan saat ini hanya menyisakan Loka dan Asmara yang terlihat masih bengong tidak percaya.


"Mas ini kan mahal"


"Tidak juga" jawab Loka dengan santai nya


"Mas. Asma tahu berapa harganya !!"


"Tidak masalah sayang"


"Tapi ini pemborosan !!"


"Tidak untuk istri dan anak ku" Elak Loka dengan senyum tengil nya.


Asmara hanya mendengus saja, mau berdebat bagaimana pun juga Asmara akan selalu di posisi kalah dari Loka.


Nyatanya Loka membelikan mobil untuk Asmara karena dia merasa Asmara akan membutuhkannya, Setidaknya dia tidak akan kepanasan ketika pulang dari kantor, atau tidak akan ke kehujanan ketika mengajak Senja berjalan-jalan.


"Terima kasih mas" ucap Asmara pada akhirnya.


"Iya sayang, sama-sama"


Loka tampak mengajak Asmara untuk melihat-lihat bagaimana bagian dalam mobil pilihan Loka, dan Loka hanya berharap semoga Asmara menyukainya.


Tidak lupa Loka memberi tahu tentang beberapa fungsi tombol di dalam mobil baru Asmara, dan mengenai bagaimana cara pengoperasiannya, serta hal-hal penting lainya.

__ADS_1


***


__ADS_2