
"ayah kenapa, seharusnya kamu membelaku, dia itu gadis yang membuat keluarga kita seperti ini,biar aku membunuhnya," kata ibu Supono.
"aku bilang diam brengsek," marah juragan Supono yang langsung menampar pipi wanita itu.
"ayah!!" kata Bagas yang melihat ibunya di tampar di depan semua orang.
dia langsung memeluk ibunya, "ayah keterlaluan,"
"cukup drama sialan ini pak Supono, bawa keluarga ku pergi dari sini sebelum aku hilang kendali karena tingkah istrimu," kata Jarvis dingin.
"tapi bos, bagaimana dengan perjanjian kita," mohon pak Supono.
"pergi atau aku akan membuat kalian benar-benar hancur," kata Javis yang sudah mengendong Mei.
"dasar pria sialan, kalian itu berzinah, ternyata kamu wanita murahan Mei," kata Bagas yang membuat Javis menurunkannya istrinya.
"mas..."
"tidak sayang, pria seperti itu harus di beri pelajaran," kata Javis meyakinkan kekasihnya itu.
Javis langsung berbalik dan mencengkram erat dagu dari Bagas, "aku ingin lihat, saat rahang mu aku patahkan apa kamu masih bisa bicara, kenapa mulut mu itu sangat busuk ya, dan asal kamu tau jika dia dan aku sudah menikah,"
Bagas kaget tak percaya, "itu benar, semalam mereka sudah melangsungkan pernikahan, kami semua jadi saksinya,"kata pak RT.
Bagas pun merasa bodoh, "kamu tau menghina istri dari bos Javis, ada hukuman berat, mau tau," kata Javis yang terlihat begitu geram.
"tunggu saya mohon maafkan putra saya, jangan melukainya," kata juragan Supono.
tapi Javis tak peduli, dia langsung memutar tangan Bagas hingga terdengar suara patah."argh...."
"sudah ku katakan berkali-kali jangan mengusik istriku, sekarang kamu cacat, ini juga berlaku untuk semua orang," kata Javis
"dasar pria biadab," kata Bu supono.
tanpa di duga, para anak buah dari Javis mengalungkan clurit pada mereka semua.
"kalian semua jika masih terus membuka mulut dan menghina Bu bos, maka kepala kalian bisa lepas dari tubuh kalian mengerti," kata Deni memperingatkan.
mereka pun terdiam, bagaimana tidak ada benda tajam di leher mereka, siap membuat mereka semua meninggal dunia seketika.
"bos Javis tolong ampuni kami, kami akan pergi dari desa ini, tapi tolong jangan menganggu kami dan adikku juga sudah mendapatkan hukumannya," mohon Burhan.
__ADS_1
"baiklah, terserah kalian dan pastikan pria itu menjaga mulutnya, jika tidak aku yang akan membuatnya diam selamanya."
"baik bos," jawab Burhan.
"tapi ibu tidak mau pergi," kata Bu Supono.
"baiklah anda bisa tetap tinggal tapi anda akan ku buat menghadap Tuhan, apa itu pilihan anda?"
juragan Supono langsung mengajak istri dan anak-anaknya itu pergi, Javis memberikan kode pada anak buahnya untuk membereskan mereka.
Javis merangkul bahu istrinya dan mengajaknya untuk masuk dan mengobati luka yang di alami istrinya.
Mei bahkan tak mengira jika suaminya itu bisa mengendong dirinya seperti ini.
Javis pun melihat istrinya begitu pucat, "ya Tuhan apa yang harus di lakukan, tak mungkin aku terus membiarkan warga seenaknya saja," batin Javis.
dia pun menurunkan Mei di ranjang, tak hanya itu dia langsung bergegas mengambil kotak obat.
"tenang mas, aku sudah biasa mendapatkan luka seperti ini,ibu juragan memang sangat membenciku," kata Mei tersenyum.
"jangan tersenyum seperti itu!" kata Javis marah.
Mei kaget melihat reaksi dari Javis, dan kembali pria itu memeluk dirinya.
"aku paling tak suka jika orang yang aku cintai terluka,jika dulu aku tak bisa melindungi mereka,tapi sekarang aku akan melindungi mu," kata Javis mengecup kening istrinya itu.
"baiklah aku percaya itu," kata Mei yang merasa aman sekarang.
keluarga juragan Supono sampai di rumah, mereka sedang duduk di rumah, sambil membicarakan apa yang harus di lakukan.
tapi sebuah bom molotov di lempar ke arah rumah itu, ternyata tak hanya itu juga ada batu yang cukup banyak.
"ayah sebaiknya kita pergi, kita ke rumah Nenek di Semarang, setidaknya kita aman disana," usul Burhan
"tidak bisa, karena aku sudah menjualnya untuk membiayai restoran yang baru di buka oleh Bagas," kata Bu Supono.
"Burhan kamu pulang ke rumah mertua mu, aku akan pergi ke rumah orang tuaku, dan kamu Bu, lebih baik ikut dengan anak tercinta mu yang bodoh itu," marah juragan Supono.
"tidak ayah, aku ikut dengan mu tolong jangan tinggalkan aku, karena kondisi Bagas juga tak baik," mohon Bu Supono.
"kalau begitu cepat berkemas," marah juragan Supono.
__ADS_1
mereka pun sudah siap pergi, Iwan memberikan kode pada Lukman yang sudah menunggu dengan truk gandengan yang sudah siap melibas apapun.
mobil yang mereka naiki sudah menuju ke daerah rumah sakit untuk mengantar Bagas yang terus mengerang kesakitan.
mereka cukup panik karena tiba-tiba Bagas tak sadarkan diri, dari arah berlawanan sebuah truk besar melaju ugal-ugalan.
membuat Burhan kaget dan tak bisa mengendalikan laju mobilnya, terlebih kecepatan mobilnya Edang tinggi.
tiba-tiba Burhan yang sudah oleng kaget melihat sebuah mobil gandengan belok mendadak, hingga dia banting stir ke kanan dan menabrak bus antar kota yang melaju juga dengan kecepatan tinggi.
mobil pun terseret dan hancur, bahkan sudah bisa di pastikan jika para penumpang tak akan selamat.
sedang Lukman melaju dengan santai, begitupun dengan Fery yang membawa truk.
"sempurna..." kata keduanya tersenyum.
para warga berkerumun untuk menolong semua korban yang tewas karena terjepit badan mobil yang ringsek.
sedang kedua orang itu membawa mobil dan truk ke gudang perbaikan, "Anam, ganti cat!!" teriak keduanya.
"siap," jawab pekerja di sana.
ya Lukman dan Fery terkenal sebagai pembantai jalanan, mereka bisa membunuh orang dengan memanfaatkan jalan umum.
sedang Deny, Topan dan Iwan terkenal pembunuh yang mengunakan alat, dan akan menyamarkan aksinya sebagai perampokan.
sedang Adi dan Javis memiliki kekuatan badan yang bisa membunuh orang lewat pertarungan, tapi Javis memiliki kelicikan yang membuat semua lawannya tak berkutik.
mereka semua di sebut berandal tak punya hati, mereka juga bermain dalam skala kecil bukan geng pada umumnya.
mereka memang tak memiliki kekuasaan, tapi apa yang mereka inginkan pasti akan bisa mereka miliki.
berita tentang kecelakaan yang melibatkan keluarga juragan Supono membuat heboh warga.
mereka pun menyebut keluarga mereka terkena karma, karena menganggu Mei yang tak pernah mencari masalah dengan mereka.
keluarga dari juragan Supono hadir untuk memakamkan keluarga itu, dan warga desa pun tak ingin menerima jenazah mereka semua.
jadilah mereka di bawa ke desa tempat kelahirannya juragan Supono.
"inilah saat kamu berani mengusik orang yang aku cintai," gumam Javis.
__ADS_1
"apa mas?" tanya Mei
"tidak ada, aku hanya ingat jika lusa kita sudah bisa menikah secara resmi," terang Javis senang.