
tanpa di ketahui oleh Mei, Javis sudah bergerak untuk membaut keluarga dari pakde istrinya itu mendapatkan masalah
di rumah pakde Mei merasa aneh, karena tiba-tiba orang yang memberinya pinjaman uang.
meminta pria itu untuk mengembalikan semua uang yang telah dia pinjam sebagai modal usaha secepatnya.
"siapa pak?" tanya Vista yang tak pernah melihat para pria sangar itu.
"itu vis, dia itu orang yang meminjamkan uang modal pada bapak, dan sekarang dia ingin uangnya di kembalikan," kata pakde.
"kenapa bingung, minta saja bantuan pada keponakan bapak yang kaya itu," kata Vista memberikan ide.
"kamu gila, bagaimana bapak bisa melakukan itu, terlebih orang yang kamu kira baik itu tak selamanya baik, terutama Javis," kata pakde mengingatkan putrinya itu.
"memang dia kenapa, bapak sudah membuatnya bisa menikah dengan adik sepupu ku itu, bukankah hal yang bisa dia tolak bukan,"
"tetap saja tak semudah itu," kata pakde.
"atau begini saja, minta dia menjadikan aku istri keduanya, setidaknya nantinya kita bisa menikmati harta pria itu tanpa harus memintanya bukan," kata Vista tersenyum
"kamu benar-benar gila Vista, bagaimana bisa kanu memikirkan ide gila itu, padahal kamu bisa melihat dengan benar bagaimana Javis begitu mencintai Mei," kata pakde tak suka .
"mau taruhan dengan ku pak, aku pasti bisa membuatnya jadi milikku, dan untuk keponakan mu itu, aku akan menyingkirkannya," kata Vista yang tersenyum menyeringai.
pakde tak bisa mengatakan apapun, karena dia tau watak dari putrinya itu.
jika ingin sesuatu pasti Vista akan nekat sampai dia mendapatkan apa yang dia inginkan.
malam ini Javis mengajak istrinya itu jalan-jalan sekalian membeli beberapa titipan dari para orang yang bekerja di rumah mereka.
dan mereka mengirimkan oleh-oleh itu dengan mengunakan jasa kurus paket.
ya setidaknya mereka tak akan mengalami kesulitan saat pulang nantinya jika harus membawa begitu banyak kemplang ikan.
"sayang sepertinya kita bisa pulang lebih cepat, karena pekerjaan mas selesai,"
"mas yakin, bukankah mas harus menghadiri beberapa rapat lagi, aku tak masalah loh kita di sini sampai semuanya beres." bujuk Mei.
"bukan itu masalahnya, tetapi wanita yang seperti jelangkung itu yang membuatku tak nyaman dan kesal, dia terus menganggu mu dari kemarin," kesal Javis.
__ADS_1
"sudah, sekarang lebih baik, manjakan aku mas, karena aku ingin kamu menyentuh ku," bisik Mei memeluk suaminya itu.
Javis pun mencium bibir istrinya itu dengan sangat mesra, bahkan mereka pun saling memberikan sentuhan yang memabukkan.
kedua pun menikmati malam bersama, Vista yang ingin melakukan hal gila.
malah di buat panas dingin saat melihat bagaimana kedua orang itu bermain di atas ranjang.
tanpa di duga, sebuah tangan membekap mulut Vista dan membuat wanita itu pingsan.
"sekarang kamu menjadi milik kami, kamu wanita yang cantik tapi sayang bodoh karena mengusik bos Javis," gumam pria itu yang membawa Vista pergi ke arah hutan.
Vista pun di bawa ke sebuah gubuk di tengah hutan belantara, disana itu adalah markas rahasia yang di miliki oleh para orang yang yang di percaya Javis untuk membereskan semua permasalahan di luar Jawa.
"wah bos bawa apa," tanya para pria di tepat itu.
"ini adalah wanita yang bisa kalian nikmati hari ini,hadiah besar dari bos, ya kalian tau lah bos sekarang sedang ada di sini," kata pria itu tersenyum menyeringai.
Vista sudah di ikat di atas ranjang dengan rantai yang tak mungkin bisa di lepaskan.
mereka pun menikmati hadiah itu hingga puas, bahkan tanpa lupa mereka mengambil video dan foto.
tak lupa sebelum di sebar, mereka mengedit semuanya pria yang ada agar tak terlihat dan hanya wanita itu yang di kenali.
ya semalam suaminya itu sangat buas hingga tak memberikan ampun pada mei.
"sekarang tanggal berapa," gumamnya.
terlebih setelah menikah dan melakukan hubungan suami istri, dia belum mendapatkan menstruasinya lagi.
Mei kaget melihat jika menstruasi nya sudah telat sepuluh hari, "uh kenapa telatnya selama itu, apa mungkin aku kelelahan ya, karena kegiatan pindahan warung yang menguras pikiran dan dompet," gumamnya.
Javis masuk membawakan teh hangat untuk istrinya itu, "ku kira belum bangun sayang,"
"ini karena siapa kira-kira, lagi pula mas mau kemana kok sudah rapi banget?"
"kita akan ke Banjarmasin lewat darat, jadi kita harus berangkat sekarang agar tak kemalaman,"
"baiklah aku mengerti, tapi bagaimana dengan koper?"
__ADS_1
"sudah beres, dan setelah dari Banjarmasin, kita bisa langsung pulang ke rumah," kata Javis.
"baiklah sayang," jawab pria itu
mereka pun bersiap berangkat menuju ke kota selanjutnya, bahkan Javis tak mengizinkan berpamitan pada pakdenya karena mereka harus mengejar waktu.
Mei pun ikut tanpa curiga, lagi pula dia tak ingin berurusan dengan Vista jadi dia memilih pergi bersama dengan suaminya.
kepergian keduanya meninggalkan kota Samarinda, menjadi awal kehancuran keluarga pakde Mei.
pasalnya video yang di ambil orang suruhan Javis menyebar, dan semua bisa melihat bagaimana Vista yang sedang tertawa menikmati semuanya.
Mei terus bersandar di dada suaminya karena dia merasa tubuhnya begitu lemas, terlebih tadi hanya sarapan roti saja.
"mas cari warung deh, aku lapar dan ingin makan sate..." lirih Mei.
"baiklah, Beno, Sarto tolong cari tempat makan yang halal di sekitar sini, dan harus sate," kata Javis memerintahkan.
"siap pak bos," jawab keduanya yang langsung mencari tempat yang sesuai.
mobil pun melesat dan berhenti di sebuah warung sate yang cukup terkenal di sana.
mereka pun masuk kedalam warung, dan beno yang memesan semu yang di inginkan oleh kedua bos-nya itu.
Mei melihat di meja ada beberapa gorengan yang masih panas, dia pun mengambilnya dan memakannya.
tak lama pesanan datang, dan Javis juga sudah menerima semua laporan tentang yang terjadi.
pria itu tersenyum,itulah akibat berani mengusik Javis, terutama mengusik istrinya yang manis menurut Javis.
sedang Mei melihat laporan beberapa orang, ternyata ada yang melakukan hal bodoh dengan membawa nama milik kakeknya.
"kalian bodoh jika berfikir aku akan diam," batin Mei tersenyum
dia pun menyuruh semua untuk membereskan segalanya tanpa terkecuali.
tak lama pesanan datang, dan mereka makan dengan lahap,karena sudah sangat lapar.
tapi yang membuat Javis kaget adalah, istrinya yang malah lebih memilih makan sate ayam dan sayuran.
__ADS_1
setelah selesai makan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke kota selanjutnya.
dan selama perjalanan mei terus memilih tidur, dan Javis masih bekerja meski dalam perjalanan.