
Javis sudah berangkat pergi dari pagi, sedang Mei sedang bersama putri kecilnya Lessa.
"aduh mbak Mei tak sangka sekarang sudah melahirkan bayi yang begitu cantik," kata Bu RT yang datang membawa hadiah.
"Alhamdulillah Bu, ini juga hadiah terbaik dari Tuhan untuk saya," jawab Mei tersenyum senang.
pasalnya meski memiliki wajah cenderung seperti Javis tapi kulit putrinya itu sangat putih bersih.
dan juga memiliki bulu mata panjang dan mata yang lebar, makin membuatnya terlihat menggemaskan.
"aduh sayang ya bayi secantik ini kok botak, aduh cantik kok di botakin ya semalam," kata Bu RT yang mengundang tawa semua orang.
semua berkumpul bersama dengan Mei,Yuni datang mengantarkan beberapa ikan yang di minta Mei membelinya.
"selamat pagi Bu bos, ini saya bawa ikan pesanan yang anda pesan tadi," kata Yuni dengan senang hati.
"terima kasih ya Yuni, akhirnya aku bisa makan ikan goreng lagi nanti," gumamnya.
"aduh mbak ini sangat menyukai ikan goreng ya," kata Yuni tersenyum.
"ya pasti dong, kamu tau Yuni ikan goreng itu lebih enak di banding ayam, terlebih saat hamil Lessa aku tak bisa makan ikan goreng sesuka hatiku," kata Mei tersenyum.
beberapa wanita yang ada di sana juga merasa heran, kenapa Yuni yang menikah cukup lama juga belum hamil.
padahal Eka yang baru menikah dengan anak buah bos Javis juga sudah hamil.
"aduh Yuni, kamu kok belum hamil ya, padahal setahuku kamu sudah cukup lama menikah loh, masak kalah sama putraku yang kemarin nikah," kata seorang ibu.
__ADS_1
"apa...." kaget Yuni.
"iya nih, mbak Yuni kok sampai selama ini belum hamil,apa jangan-jangan mbak Yuni tak subur ya," kata ibu-ibu yang lain.
"astaghfirullah hal adzhim... ibu Kenapa bilang seperti itu, mungkin saja Allah belum mempercayakan kepada mereka,bukan berarti dia tak subur," kata Mei kaget mendengar ucapan para ibu
"Aduh mbak Mei kami kan cuma berandai-andai saja, bukan yang sebenarnya," kata ibu itu.
"iya saya tau kok, anda kan pasti ingin bilang kan cuma tanya, tapi tanpa sadar kalian itu menyakiti hatiku, memang aku bisa apa saat Tuhan belum mengizinkan aku hamil," kata Yuni sedih.
"sudah Yuni, tak usah di dengarkan," kata Bu RT.
Yuni mengangguk, Mei pun memberikan pelukan pada anak buahnya itu.
Bu RT pun menyeret para ibu itu untuk pulang, karena telah melukai Yuni dan itu bisa berbahaya bagi mereka.
karena Javis itu bukan pria yang bisa di ganggu, terlebih Deny adalah orang yang menjadi kepercayaan pria itu.
karena tadi pagi, tak sengaja dia datang ke basecamp bersama Deny dan Fery untuk mengambil beberapa mobil untuk di gunakan aktifitas kulakan.
tapi dia malah melihat empat pria sedang terkapar di saung yang biasa di gunakan untuk diskusi malah di gunakan untuk tempat mabuk.
Javis hanya menunggu, "kelamaan bos," kata Deny bangkit dari duduknya dan mengambil empat ember di bantu Fery.
mereka pun menguyur keempat pria itu, "bangun woy... malah mendem dan molor disini," panggil keduanya.
"banjir!!" teriak Iwan yang langsung melompat turun.
__ADS_1
"kalian bisa-bisanya minum setelah acara di rumah ku,"kata Javis santai sambil memainkan pisau di tangannya.
"bos, aduh maaf bos ... kami semalam niatnya cuma berbagi pikiran, eh malah bablas minum sampai teler," kata Lukman yang mengetuk kepalanya karena kemasukan air.
"alah alasan wae nih empat bocah, sudah sana mandi, udah tau banyak pekerjaan, cepat mandi biar Deby yang ambil sarapan," kata Fery.
"kok nyuruh, kamu sana berangkat beli," usir Deny kesal.
"cepat pergi!!" bentak Javis yang mengejutkan mereka semua.
akhirnya mereka pun pergi sambil lari menuju ke tempat masing-masing.
bahkan Fery dan Deny langsung lari untuk pergi membeli nasi, padahal tadi mereka saling dorong.
"kenapa kamu ikut beli nasi, tadi bukannya tak mau?" tanya Fery.
"jangan banyak omong," kesal Deny yang tak ingin mendengar ceramah satu habis yang akan membuat kupingnya panas.
begitu pula dengan keempat pria tadi yang langsung pergi mandi karena tak ingin terkena omel dari Javis.
setelah mandi mereka melihat ada air jeruk nipis hangat ada di meja, mereka melihat Javis sedang melakukan olahraga pull up dengan bertelanjang dada.
"minum itu dan segera redakan mabuk kalian, tentu kalian tau jika aku tak suka dengan pekerjaan yang tertunda," kata Javis tanpa melihat mereka berempat.
"siap bos," jawab keempatnya.
Iwan dan Lukman langsung muntah setelah minum air jeruk itu,sedang Adi dan Topan nampak santai tanpa ada efek samping sedikitpun.
__ADS_1
tak lama Deny dan Fery datang membawa tujuh nasi pecel yang di beli.
tapi mereka beli di warung lain, terlebih mereka ingin cari suasana baru.