Si Berandal, Milik Meidina

Si Berandal, Milik Meidina
hadiah terindah


__ADS_3

Dul dan Iwan sampai di rumah Malik yang terlihat sangat bagus di banding dengan rumah yang lain


mereka berdua menggeber motor di depan rumah sambil mengklakson motor dengan sangat keras.


otomatis semua orang bangun karena mendengar keributan tak terkecuali dengan pemilik rumah.


terlihat Malik dan Hujan keluar dari dalam rumah, Malik terlihat marah melihat aksi dua pengendara motor yang bersikap arogan itu.


"hadiah untuk ketua geng naga api!!" teriak Iwan sambil melempar sebuah lengan yang jatuh tepat di depan kaki pria itu.


Hujan kaget melihat potongan tangan itu, sedang Malik tak percaya dengan apa yang dia lihat, "apa ini..."


"lain kali anda sebagai ketua geng,harus bisa membuat anak buah ku sadar diri, berani-beraninya menantang kami, sekarang itu hadiah untuk kegoblokan mu sebagai ketua geng,"


kedua orang itu pun pergi, Malik mengambil lengan yang terpotong itu dan melihat tato yang ada di lengan pria itu.


dia kaget melihatnya, pasalnya itu tato dari Brewok yang terkenal sangat pintar bertarung.


"sialan!!" maki Malik.


dia pun langsung mengambil kunci mobil dan bergegas pergi, dia tak ingin brewok mati konyol.


terlebih pria itu baru saja bersama istrinya setelah kejadian bodoh yang baru dia lakukan.


jika dia mati, bagaimana dengan keluarganya, sedang Mei datang bersama dengan Javis ke gang naga Api untuk mengantar semua pria yang telah tak berdaya itu.


kini keduanya menunggu kedatangan dari pemilik geng naga api ini.


Wawan sudah berusaha membantu brewok agar tak mati karena pendarahan.


"kalian ingin mengacau di tempat ini, aku ingatkan ini adalah gang yang tak seharusnya kalian ganggu," marah Jesica.


"kamu kira takut, jika dia pria itu saja seperti itu, merobek mulut mu itu sangat mudah, jadi diamlah karena kamu tak pantas bicara pada ketua geng kami," kata Lukman.


Jesica pun marah, Malik datang membawa lengan brewok,"antar semua yang terluka ke rumah sakit untuk pertolongan pertama,"


Javis tersenyum, dan mei melempar slayer geng naga api dengan potongan hati dari Reihan.


"sialan..."


"kamu sebagai ketua geng tak berguna, sudah ku katakan jangan mengusik kami, tapi sikapmu yang pengecut sangat menyebalkan,bahkan dua curut ini berani bergerak dengan membawa namamu," kata Mei.

__ADS_1


"apa ..."


"padahal aku penasaran, bagaimana ketangguhan dari ketua geng ini, tapi nyatanya aku malah dapat dua curut ini, bikin orang kesal saja," kata Mei yang maju selaku pimpinan kang carok.


"aku yang tak bisa mengatur anak buah ku, dan aku tak mengira jika orang yang beragama bisa melakukan hal seburuk ini," kata Malik mengejek Mei.


"sebelum itu, lebih baik urus tempat mu ini, karena sepertinya tempat ini harus tutup," kata Mei yang pergi.


"oh ya jangan lupa Malik, sekali lagi kamu dan geng mu berulah, aku tak segan membunuh mu," kata Javis yang melewati pria itu begitu saja.


Malik hanya bisa mengenggam tangannya dengan marah, dia sudah menahan diri untuk diam.


karena dia sadar jika dia geng itu bersatu maka kekuatannya tak sebanding dengan mereka.


tapi kejadian terakhir membuatnya berjanji pada Hujan istrinya untuk berhenti.


karena wanita itu tak ingin Malik mati konyol di tangan Javis terutama Mei yang ternyata juga bukan hadis sembarangan.


akhirnya Malik pun melihat semua orang itu pergi, dan melihat semua anak buahnya babak belur.


"sialan," maki Malik menendang pot bunga hingga hancur bahkan dia menonjok tiang besi hingga bengkok.


"apa kamu merasa tak nyaman?"


"sepertinya jahitan ku lepas sayang, bisa bawa aku ke rumah sakit," kata Mei tersenyum kearah suaminya itu.


Javis yang mendengar itu langsung mengendong istrinya untuk menuju ke rumah sakit terdekat.


dan sesampainya di sana ternyata benar, bekas jahitan sesar dari Mei lepas karena bergerak terlalu ekstrim saat melawan Reihan.


Lukman, dan Topan mengajak semua geng dan besok harus bekerja seperti biasa.


sedang Javis akan menjaga istrinya selama di rawat di Surabaya, dan untuk bayi Lessa akan menginap di tempat Japar.


beruntung Dian tak keberatan dan malah sangat senang dengan kehadiran bayi mungil itu.


karena dari awal dia sangat ingin punya anak perempuan yang sangat cantik seperti ini.


Mei sudah tinggal di kelas satu dan ruangan itu sangat luas, dan besok Deny dan Yuni akan datang mengantar baju dan keperluan yang lain.


Mei juga sudah berada di ruang inap setelah tadi masuk kedalam ruang operasi untuk membetulkan jahitan di perutnya.

__ADS_1


beruntung itu tak mempengaruhi rahim, karena mereka masih ingin punya anak lagi setelah bayi lessa berusia setahun.


bagaimana pun Javis tak ingin tua dan hanya memiliki satu anak, itulah kenapa sebentar lagi mereka akan melakukan program hamil saat luka jahitan istrinya sembuh.


keesokan harinya, Javis terbangun dan melihat istrinya sedang duduk dan melakukan panggilan telepon.


"sayang kamu sudah tak apa-apa?" kaget pria itu


"tenang mas, aku baik-baik saja, oh ya aku putri kita sepertinya juga tak rewel di rumah mbak Dian, habis aku khawatir, kamu mandi dulu gih sebentar lagi Yuni datang bawa baju juga," kata Mei.


"ya Tuhan sayang, aku hampir mati rasanya, karena takut melihat mu kenapa-napa,"


"tidak mas, tolong tenang, kamu lupa jika istrimu ini kuat,jadi mandi dulu, dan setelah Yuni datang bantu aku ganti baju dengan baju yang nyaman,"


"baik nyonya," jawab Javis.


Yuni dan Deny datang membawa sarapan untuk kedua orang itu, dan juga baju ganti yang di minta.


dan setelah mandi, Javis mengajak Mei ke kamar mandi untuk mengelap tubuh istrinya itu.


setelah itu keduanya sarapan, sedang Yuni dan Deny tampak sedikit dingin.


Mei yang sadar pun menyadari ada yang aneh, "kalian mau melakukan pemeriksaan kesuburan disini,kebetulan ini adalah rumah sakit yang sangat bagus, dan jika perlu aku bisa memberikan hadiah bayi tabung untuk mu Yuni," kata Mei.


"tidak sayang, biar aku yang membiayai itu jika memang harus di lakukan, jadi periksalah Deny, kamu tak jadi banci hanya karena kamu melakukan pemeriksaan itu," kata Javis yang tak ingin ada masalah di antara kedua orang yang sudah seperti saudara bagi keluarganya.


"baiklah bos, ayo Yuni kita lakukan apapun yang kamu inginkan, dan kamu sudah dengar dari bos Javis dan bu bos Mei, jika mereka akan membiayai apa yang kamu inginkan itu, meski itu tak akan murah," kata Deny yang bingung karena Yuni terus sedih karena anak.


mereka ini hanya bisa pasrah atas takdir Tuhan, bagaimana pun mereka tak bisa marah atau bersikap dengan arogan.


meski mereka melakukan segala cara tapi jika tuhan belum menghendaki mereka memiliki bayi dan anak.


apa yang harus di lakukan, tapi Deny sadar diri jika warga desa tak sadar itu, dan mereka dengan mudah menghina dan menghardik karena mereka belum memiliki anak.


mereka menunggu giliran, dan berkat bantuan Javis mereka bisa bertemu dokter spesialis obgyn.


pertama-tama mereka melakukan USG dan setelah itu mereka melakukan tes kesuburan untuk Deny.


Yuni merasa sangat buruk saat dia di nyatakan memiliki PCOS (polycystic ovarian syndrome adalah gangguan hormon yang terjadi pada wanita di usia subur. PCOS ditandai dengan gangguan menstruasi dan kadar hormon maskulin (hormon androgen) yang berlebihan.)


Hormon androgen yang berlebihan pada penderita PCOS dapat mengakibatkan ovarium atau indung telur memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan. Kondisi ini menyebabkan sel-sel telur tidak berkembang dengan sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.

__ADS_1


__ADS_2