
Mei tiba-tiba mendapatkan pesan dari salah satu warga yang memang kemarin meminta nomor ponselnya.
"ada apa sayang?"
"ini mas, besok baby Lessa di undang untuk posyandu pertamanya, besok mas antar ya, Jan gak mungkin aku bawa sendiri," kata Mei
"tentu sayang, apapun yang kamu perintahkan, karena bagiku kamu dan Lessa adalah yang paling berharga bagiku setelah semua keluarga ku pergi," lirih Javis dengan sedih
Mei menghapus air mata suaminya, "tidak boleh, suamiku harus tersenyum selalu karena dia adalah pria yang sangat kuat, bukan orang yang mudah sedih seperti ini," kata Mei tersenyum.
"tentu sayang, itu pasti, asal kamu harus terus di sisiku," kata Javis.
sore hari saat Javis masih bersama baby Lessa, ada tamu yang datang, Javis langsung mengendong bayi kecilnya.
"assalamualaikum bos," kata pria itu.
"waalaikum salam, kalian datang, cuci kaki dan tangan dulu sebelum masuk kedalam rumah, sayang ada Fery dan Eka," panggil Javis yang mengajak putrinya masuk kedalam rumah.
Eka datang dan langsung menyapa istri bos dari suaminya itu, "Alhamdulillah mbak, aku khawatir saat dengar kabar cak Fery, maaf aku tak bisa datang karena aku juga tak dalam kondisi yang baik," kata Mei mempersilahkan keduanya duduk.
"tak apa-apa mbak, kami datang ingin mengucapkan terima kasih atas pertolongan dari bos Javis, yang membebaskan suami saya," kata Eka.
"itu sudah tugas saya, tapi sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kamu sampai seperti ini Fery," kata Javis yang duduk dan memberikan putrinya pada mei.
Fery pun menceritakan semua yang terjadi pada Javis dan Mei, sekarang Javis hanya mengangguk saja.
"meski kamu bebas, tapi kamu harus tetap melakukan sidang untuk membuktikan bahwa jika kamu tak bersalah," terang Javis.
"iya bos aku mengerti," jawab pria itu.
setelah berbincang, mereka pun pamit pulang, masalah Lukman dan Risa selesai.
ππππ
keesokan harinya, Javis yang begitu repot karena ini adalah kegiatan pertama kali baby Lessa di luar.
sedang Mei sudah siap dengan gamis panjang, Javis tersenyum dan mengulurkan tangannya.
"sudah siap Bu bos, mari kita berangkat," kata Javis.
"tentu pak bos," jawab Mei tersenyum geli.
__ADS_1
Javis membuka pintu mobil untuk istrinya, dan dia memberikan bayi Lessa agar di gendong istrinya dulu.
mobil pun menuju ke balai desa terdekat, karena posyandu di lakukan di kantor itu.
sesampainya di kantor desa, beberapa orang kaget melihat mobil berwarna hitam yang termasuk jajaran mobil mewah itu berhenti.
dan saat Javis turun, semua pun tak menyangka jika sekarang pria itu menunjukkan kelasnya.
dia mengendong putrinya dan membantu Mei turun, setelah itu keduanya berjalan bersama.
"assalamualaikum..." sapa Mei yang sengaja datang duluan.
"waalaikum salam, aduh bayi cantik akhirnya datang, Monggo duduk dulu sambil menunggu bidannya," kata Bu RT.
"iya Bu, mas berikan Lessa biar di timbang dulu," kata Mei.
"iya sayang, ibu RT hati-hati loh, ini anak kesayangan saya," kata Javis.
"iya pak saya mengerti,"jawab Bu RT yang menahan tawa.
"maaf mbak Ina, kalau boleh tau apa disini ada yang masuk daftar bayi kekurangan gizi, kalau boleh tau ada berapa orang," tanya Mei yang sedang di tensi oleh salah satu kader.
"ada sekitar sepuluh bayi yang dapat perhatian khusus,karena berat badan di bawah garis hijau mbak,"
"yang enam bulan tiga, yang satu tahun empat orang, dan sisanya yang berusia satu setengah tahun," kata mbak Ina yang dengan senang hati memberitahu pada mei.
Mei mengangguk, saat dia ingin memanggil suaminya, dia malah melihat suaminya itu sedang sibuk heboh dengan Bu RT.
pasalnya dia membuat para kader yang bertugas bingung karena mendengar tangisan Lessa yang sedang di ukur panjang badan.
"ayah hentikan, mereka sudah terlatih,"
"tapi sayang, baby Lessa menangis," protes Javis
"aduh ayah berhentilah, aku ingin meminta tolong pada mu sesuatu," panggil Mei yang berhasil memanggil suaminya itu dan meninggalkan bayi mereka.
"ada apa istriku," kata Javis yang duduk di depan Mei sambil berjongkok.
Mei pun membisikkan sesuatu pada Javis yang membuat pria itu langsung bangkit dan pergi.
Mei sudah menuliskan semua yang di pesannya pada suaminya itu,dia benar-benar tak ingin ada yang terlewat.
__ADS_1
"loh mbak Mei, itu pak bos mau kemana?" tanya Bu RT yang memberikan bayi Lessa.
"saya suruh beli sesuatu, oh ya mbak Ina, tolong nanti semua yang posyandu jangan pulang dulu ya, karena mas Javis sedang membeli beberapa hadiah untuk semuanya," kata Mei.
"ya Allah mbak..." kata para kader begitu senang.
benar saja, tak butuh waktu lama, sebuah mobil pick up datang membawa susu kaleng beberapa dus dan juga ada mie instan dan camilan serta telur ayam.
"Bu bos, pesanan datang," kata Deny.
"minta tolong taruh di dalam dan tolong bantu untuk mengemas Semuanya ya," kata Mei pada anak buah suaminya.
"siap Bu bos," jawab semua orang.
Mei pun membagikan semua bingkisan pada semua ibu yang memiliki balita.
"mohon di pergunakan untuk putra putrinya ya Bu, maaf hanya bingkisan kecil," kata Mei tersenyum.
"terima kasih Bu juragan." kata semua orang.
Bu RT dan mbak Ina tak menyangka, bagaimana bisa wanita itu bilang jika bingkisan itu kecil.
pasalnya bingkisan itu berisi tiga kaleng susu, gula satu kilo,telur satu kilo dan juga ada sepuluh mie instan serta camilan ada tujuh buah berukuran besar.
sedang bagi bayi yang mengalami kekurangan gizi bingkisan berbeda, karena ternyata mereka termasuk deretan masyarakat miskin.
"Bu RT,apa selama ini desa tak tau jika masyarakat banyak yang menderita, jangan bilang nih lurah buta ya," kata Javis yang datang membawa sembako di tas berukuran besar.
"bukan begitu bos, tapi tak mau bagaimana lagi kan uang dana desa juga tak banyak, jadi kami selaku kader juga hanya bisa memberikan sesuai yang di berikan,"
"baiklah kalau begitu, setiap bulan datang ke rumah dan ambil uang untuk posyandu, beri gizi pada anak-anak dan untuk para lansia juga bukankah juga ada," tanya Javis.
"iya bos, setiap bulan juga ada posyandu lansia," jawab Bu RT.
"kalau begitu setiap bulan saya kasih satu juta untuk posyandu balita dan lima ratus ribu untuk lansia, apa cukup?"
"Alhamdulillah sangat cukup bos," jawab para ibu itu.
Javis pun mengajak istrinya pulang, setelah bidan desa memeriksa bayi Lessa.
Mei tak menyangka sekarang suaminya juga sudah mulai membantu warga desa.
__ADS_1
bahkan sekarang Javis mulai ikut sibuk dengan kegiatan warga desa, sebab beberapa waktu lalu, Javis terlalu sibuk dengan pekerjaan.
begitu pula dengan Mei, yang sibuk menjaga putrinya yang semakin lama semakin aktif.