
Javis sudah menyiapkan aqiqah untuk putri kecilnya, dan gatu ini adalah hari penamaan dari putri kecilnya.
para ustadz sedang memimpin doa, dan bayi mungil itu sedang anteng di gendongan sang ayah.
Javis tak pernah menurunkan putrinya itu sedikitpun, dan Mei hanya bisa tersenyum di samping suaminya itu yang begitu bahagia memiliki putri kecil yang begitu lucu.
"mas itu kasih bayinya pada pak ustadz," bisik Mei saat semua tamu akan bersiap berdiri untuk membaca srakalan.
"biar aku yang menggendong putri kita, dan minta Lukman mengikuti membawa baki berisi air bunga dan gunting itu," jawab Javis yang tak ingin putrinya di sentuh orang lain.
"hadeh repot ini," gumamnya.
terpaksa Mei menuruti keinginan suaminya itu, dan benar saja, saat bayi mungil itu di bawa keliling.
terlihat para pria tersenyum melihat tingkah Javis yang begitu posesif pada istrinya itu.
acara sangat ramai karena di lakukan bersamaan dengan acara santunan anak yatim.
Yuni tampak sangat dekat dengan Wenda, dan mereka terus bersama setelah kedatangan wanita itu.
begitu pun Iwan yang terlihat begitu murah senyum bahkan selama acara.
pria itu terus tersenyum tanpa henti, akhirnya acara pun selesai,semua sedang berkumpul begitupun dengan seseorang yang di tuakan.
"sekarang kita timbang, ada berapa kg rambut si cantik ini," kata pria itu.
ternyata rambut putri Javis cukup banyak, karena memang bayi itu lahir dengan rambut yang sangat tebal.
"jadi Javis, kamu mau sedekah atas nama Alessandra Khadijah Priyambudi berapa banyak, sesuai rambut ini atau?"
__ADS_1
"saya akan sedekah sebanyak berat putriku, untuk sembako dan uang sesuai berat rambut yang di potong," kata Javis dengan semangat.
"Allahuakbar... semoga keluarga kalian terlindungi dari bahaya, dan terus mendapatkan kebaikan dunia akhirat," kata ustadz itu.
tanpa di duga Iwan mendekati ustadz itu, "permisi ustadz, boleh saya minta tolong," tanya pria itu saat melihat pria itu senggang.
"iya mas Iwan ada apa?"
"saya ingin meminta tolong pada ustadz, apa saya bisa meminta ustadz menikahkan saya dengan kekasih saya ini," kata Iwan yang mengejutkan semua orang
"loh... bukankah kalian sudah menikah, jangan bilang kalian sudah berpisah dan sekarang ingin rujuk," kata ustadz itu.
"iya ustadz, dulu kami belum saling mencintai, tapi sekarang kami akan saling menjaga selamanya," kata pria itu.
"kalau begitu urus surat-suratnya, dan nanti saya akan menikahkan kalian secara resmi,biar tak cerai lagi,kalian ini dasar anak muda," kata ustadz itu geleng-geleng setelah mengatakan semua itu.
ayu merasa begitu buruk, karena Iwan begitu mudah mengatakan untuk menikah dengan Wenda.
Risa mengenggam tangan temannya itu, "kamu kuat Risa, jangan sedih ya," kata wanita itu.
tak butuh waktu lama acara selesai, dan Javis langsung menidurkan putri kecilnya di kamar mereka.
"aduh kenapa aku merasa terbuang seperti ini," kata Mei yang melihat suaminya sibuk dengan bayi mereka.
"aduh jangan cemburu gitu lah sayang, kamu baru selesai operasi jadi aku tak ingin tak nyaman,karena jika aku mendekat ke arah ku, si Otong suka tak tahan," kata Javis yang membuat istrinya itu menahan tawa.
Javis benar-benar membuat Mei tak bisa membantah, akhirnya dia memilih untuk memompa ASI untuk putri kecilnya itu.
karena bayi Lessa begitu kecil dan bayi itu tak bisa menyusu dengan cepat, itulah kenapa bayi itu minum susu dari botol.
__ADS_1
setelah kenyang, baby Lessa tidur dengan lelap, bahkan saat malam hari, jika bayi kecil itu terbangun maka dengan senang hati Javis bangun untuk membuat putrinya itu kembali tidur.
Risa, Rina dan ayu sedang duduk di depan rumah ayu yang tengah parah hati.
"aduh sudahlah Ayu, kenapa kamu begitu sedih, katanya sudah punya yang lain," kata Risa.
"aku hanya berbohong saat itu karena tak ingin terlihat lemah di depan kalian, tapi aku tak menyangka jika meas Iwan seperti ini," kata Ayu.
"ya mau bagaimana lagi, cinta tak bisa di paksakan, kamu lupa jika mereka pernah menikah meski harus kandas, tapi kamu terlalu bodoh jika terpuruk seperti ini," kata Rina.
"terus aku harus bagaimana lagi, aku sangat menyukai mas Iwan," tangis ayu.
di tempat lain, Lukman, Adi, Iwan, Topan sedang berkumpul di basecamp milik geng mereka.
keempat orang itu sedang minum-minum, "Iwan tak ku kira, kamu akan kembali pada Wenda, kamu tak curiga jika istrimu itu tak memiliki pria lain," kata Topan yang menenggak minuman keras itu.
"aku tak curiga, karena aku tau benar, karena aku tak sengaja melakukannya saat kami berada di Probolinggo," jawab Iwan yang sudah setengah teler.
mendengar itu mereka pun kaget bukan kepalang,"kamu yakin dia masih bersegel dan kamu yang mencoblosnya?"
"tentu saja, aku yakin benar karena aku berkali-kali meleset dan akhirnya bisa, dan yang parah, aku malah lupa tak membuangnya di luar, ha-ha-ha,"
"wong edan," kata ke-tiga temannya itu.
mereka pun melanjutkan minum, "kamu sudah bertanya padaku, sekarang Lukman kenapa kamu belum menikah,padahal kalian sudah saling mencintai tapi seperti ada yang menghalangi," kata pria itu
"bukan ada yang menghalangi, aku hanya tak ingin buru-buru saja," jawab Lukman yang memancing gelak tawa.
pasalnya keempatnya sudah teler karena minuman beralkohol yang di tenggak oleh mereka.
__ADS_1
πππππ
maaf ya tak bisa up banyak, author lagi nunggu kakak di rumah sakit,jadi gak bisa nulis banyak ππππ