
Javis sampai di rumah saat melihat sosok istri dan putrinya sedang berada di ruang tengah sambil bermain.
"tunggu ayah, sudah cuci tangan dan cuci kaki? ingat di rumah sekarang ada anak kecil jadi ayah tak boleh asal," kata Mei tersenyum.
"oke bunda, udah cuci kaki dan tangan di depan, sekarang ayah mau mandi dulu, setelah itu main bareng bayi mungil ku," kata Javis dengan sangat bahagia.
benar saja, pria itu berlari ke arah kamar mandi, dan langsung menikmati siraman air di tubuhnya.
bahkan pria itu hanya memakai kaos kutang dan celana pendek, "sini sama ayah, dan bunda bantu ayah menghitung uang ya," kata Javis yang langsung mengendong putrinya.
"ayah makan dulu, jangan di taruh ya saat magrib ayah, pamali..." kata Mei yang bangkit dan mengambil makanan untuk suaminya.
Mei datang membawa makanan dan dan langsung menyuapi suaminya itu.
Javis pun merasa senang memiliki istri dan anak seperti ini, dia tak ingin keluarganya kekurangan kebahagiaan sedikit saja, itulah kenapa dia sangat memastikan hal itu.
bahkan tanpa di sadari Mei, Javis menaruh beberapa orang yang tak di ketahui oleh siapapun.
bahkan orang kepercayaan dari Javis pun tak tau, karena itu adalah orang lain.
sedang Mei mendapatkan pesan jika ada pergerakan dari anak buah Malik yang ingin menyerang ke markas kang carok.
Mei tak bisa tinggal diam, meski dia baru melahirkan, tapi dia tak bisa berdiam diri menyaksikan dan hanya duduk diam.
"mas Javis, jika aku mati suatu saat, aku titip Lessa padamu ya, dan tolong besarkan dia sebagai putrimu yang harus memiliki Budi luhur ya,"
Javis terkejut mendengar ucapan dari istrinya itu, "aku tau apa yang sedang di alami kang carok, jadi ibu pimpinan biarkan aku membantumu, karena aku juga bukan pria yang akan diam melihat istriku terluka," kata Javis pada Mei.
"tapi siapa yang akan menjaga putri kita, tak mungkin dia kita tinggalkan begitu saja," kata Mei sedih.
"tentu saja ada, dan hanya orang itu yang akan bisa membantu kita," kata Javis.
Mei mengangguk, mereka pun bersiap untuk berangkat ke tempat yang di maksud oleh Javis.
ternyata mereka sampai di rumah keluarga Japar, dan pria itu dan istrinya sudah menunggu di depan rumah.
diam pun menerima bayi mungil yang baru berusia satu bulan itu, "aku titip putri kami ya, karena kami ada kepentingan mendesak,"
"baiklah, tapi segeralah kembali," kata Japar pada Javis.
__ADS_1
"semoga bisa, dan jika kamu tak kembali, aku ingin kamu mengingat ini, yang menyebabkan kami tak kembali adalah pemilik ikat kepala ini," kata Javis memberikan ikat berlambang naga Api.
Japar kaget, "ini pertarungan yang di ajukan oleh teman kalian, kami pergi," kata Javis.
Mei mencium putrinya begitupun dengan Javis yang sempat meneteskan air mata saat akan pergi.
tapi saat Mei memakai ikat kepala dan bahu kang carok, Japar sadar jika kedua orang itu bukan pasangan yang biasa.
"semoga Malik tak mati di tangan mereka," gumam Japar
"apa maksud mu mas?"tanya Dian.
"karena aku tau jika ketua kang carok sangat berbahaya, bahkan siapapun juga tau jika Javis adalah berandal paling kejam, semoga gadis ini tak mewarisi kekejaman kedua orang tuanya," kata Japar melihat baby Lessa.
sedang dari dalam rumah, Ibram melihat kedua orang tuanya yang membawa bayi mungil.
dia pun sangat senang melihat bayi Lessa yang cantik yang mempunyai lesung pipi.
sedang Javis dan Mei menuju ke basecamp milik berandal untuk mengambil senjata dan juga peralatan.
saat mereka sedang bersiap tanpa di duga semua anak buah Javis datang, "jangan jahat gitu lah bos, bagaimana kalian bisa bertarung tanpa kami,"
"kenapa kalian bisa tau, kalian sudah akan punya keluarga masing-masing jadi jangan mengorbankan keluarga kalian," kata Javis yang memakai topeng miliknya.
"ambil alat yang kalian paling kuasai, dan geng kang carok akan sangat berterima kasih pada berandal," kata Mei tersenyum menyeringai.
bahkan wanita itu juga mengunakan topeng yang menutup wajahnya, dan yang tak di kira adalah wanita itu berjalan seperti orang sehat.
padahal semua orang tau jika mei memiliki kaki yang terluka dan saat berjalan pincang.
"jangan heran, aku hanya berperan saja selama ini, karena aku ingin tau mana pria yang melihatku bukan dari fisikku tapi dari sifat dan perilaku," kata Mei.
mereka pun siap, mereka menuju ke basecamp milik kang carok, terlihat sosok orang kepercayaan dari Mei sudah menyambutnya.
"bagaimana Dul, apa semua siap," tanya Mei yang datang bersama berandal.
"kami semua siap, bahkan semua tim sniper pembunuh siap di posisinya," jawab pria itu yang memberikan hormat.
kini mei berbalik dan menunggu kedatangan dari geng naga api yang menantang mereka.
__ADS_1
ternyata benar, tak lama rombongan dari geng naga api datang, tapi yang aneh adalah bukan Malik yang menjadi pimpinan serangan kali ini.
"wah siapa ini, yang berani menantang kang carok dengan mengunakan nama Malik sebagai pimpinan resmi dari geng naga hitam," suara Dul sebagai tangan kanan Mei.
"aku tak peduli, karena aku adalah tanda kanan dari bos Malik, dan karena keputusan kang carok merugikan geng kami, jadi kami datang ingin menantang geng ini karena kami tak bisa bergerak sedikitpun sekarang," marah brewok dan Reihan.
Mei hanya tersenyum saja dari belakang, bagaimana bisa mereka semua bertingkah seperti ini.
"jika mereka datang dengan niat seperti itu, layani dan bereskan," perintah Mei.
dia tersenyum dan langsung menyerang, geng naga api sangat berusaha bisa melukai orang-orang yang ada di depannya.
sedang Mei melemparkan cambuk dan berhasil mencekik leher Reihan, "mampus..." gumam Mei yang langsung menyerang pria itu
"semuanya mundur!!" teriak Javis yang maju dan langsung menendang sosok brewok hingga terpental.
"kamu tau benar pria sialan, kamu bukan lawan ku,bahkan bos mu brengsek," marah Javis.
sedang Mei melukai Reihan dengan mudah, bahkan pria itu tak menyangka dia terluka karena cambuk.
Mei menyeringai, "sialan siapa kamu,"
"seharusnya kamu tau saat menantang geng ini, kamu kenapa tiba-tiba menjadi bodoh," ejek Mei.
"sialan, jika berani jangan mengunakan senjata," marah Reihan yang merasakan perih di lehernya karena lehernya terluka.
Mei membuang cambuk yang dia pegang, kini dia bertarung dengan tangan kosong, begitupun Javis yang terlihat begitu bengis.
dan yang membuat heran, bagaimana bisa geng naga api berani mencoba untuk menyerang dua orang itu dari belakang.
dan semua anak buah dari keduanya langsung menghadang dan membereskan geng itu.
brewok sudah berteriak kesakitan saat lengan tangannya terpotong oleh Javis.
begitupun dengan Reihan yang kedua kakinya di patahkan oleh Mei, "brengsek, lain kali jika ingin menantang kami, tolong pikirkan dan buat diri kalian pantas," kata Mei marah.
sedangkan Javis melempar lengan brewok, "antar kepada Malik, bilang padanya, lain kali jangan membiarkan anak buahnya yang goblok ini bergerak sendiri,"
"baik bos," jawab Iwan dan Dul yang akan mengantar hadiah istimewa itu.
__ADS_1
sedang yang lain membereskan para geng naga yang terkapar tak berdaya.
mereka mengantar para pria busuk itu ke gang milik naga api sebagai peringatan untuk siapapun yang ingin menantang dia geng itu.