
"Bi!" Seru Maria melihat para maid di mansion berlalu lalang sore itu.
"Iya nyonya." Seorang wanita paruh baya yang sudah menjadi maid di mansion itu berhenti dari kesibukannya mengatur para bawahannya.
"Ada acara apa? Kenapa kalian begitu sibuk?" Tanya Maria yang baru saja pulang setelah bertemu dengan teman-teman sosialitanya.
"Tuan yang meminta kami melakukannya nyonya, katanya akan ada tamu agung yang datang malam ini." Jelas maid itu.
"Tamu agung?" Guman Maria berpikir keras, siapa tamunya kali ini dan ada urusan apa.
"Siapa?" Tanya Maria lagi tak bisa berpikir lagi dengan rasa penasarannya.
"Saya tidak tahu nyonya, saya hanya melakukan apa yang dititahkan tuan besar, nyonya." Jawab maid itu mengangguk sopan.
"Dimana suamiku?" Tanya Maria memilih untuk bertanya langsung.
"Tuan besar ada di ruang kerjanya nyonya." Beri tahu maid itu langsung pergi begitu saja meninggalkan maid tadi tanpa bicara apapun lagi.
.
.
Cklek
Tanpa mengetuk pintu Maria langsung membuka pintu ruang kerja suaminya dan langsung nyelonong masuk tanpa permisi. Leonardo yang memang sedang ada di dalam tampak mengernyit dengan ponsel masih ada di telinganya, sepertinya masih melakukan panggilan telepon dengan orang lain.
__ADS_1
"Sayang!" Maria langsung mendekati suaminya namun jari telunjuk Leonardo langsung menempel di bibir mengisyaratkan pada istrinya untuk tidak bicara dulu karena dia sedang melakukan panggilan telepon dengan rekan bisnisnya.
"Baiklah... nanti kabari aku langsung!" Ucap Leonardo mengakhiri panggilan telepon itu. Sementara Maria masih berdiri di sisi meja kerja suaminya menunggu suaminya selesai melakukan panggilan telepon.
"Ada apa?" Tanya Leonardo.
"Sayang, sepertinya semua orang sedang sibuk? Memangnya siapa tamu agung kita nanti?" Tanya Maria dengan nada lembut yang dibuat-buat semerdu mungkin untuk menarik perhatian suaminya. Dia mulai mendekati kursi kerja suaminya dan membelai pipi suaminya.
"Alexa akan dilamar kekasihnya." Jawab Leonardo singkat sambil mengecup punggung tangan istrinya yang mulai menelusuri rahang dan turun ke leher membuat hasrat libidonya naik. Sontak dia meraih istrinya untuk duduk di pangkuannya.
"Alexa akan menikah?" Tanya Maria dengan raut wajah terkejut tak percaya.
"Hmm." Leonardo tak begitu meladeni pertanyaan istrinya, dia malah sibuk mengecupi rahang hingga turun ke leher istrinya dengan sensual.
"Si-siapa mereka? Apa pemuda yang waktu itu datang? Ukh..." Sentuhan dan kecupan intens suaminya membuat Maria mendesah sambil menikmatinya.
"Hmm." Maria terbelalak kaget mendengar jawaban suaminya, meski hanya deheman, Maria tahu itu adalah jawaban iya dari suaminya. Maria sedikit merasa kesal mendengar anak tirinya akan menikah dengan keluarga terkaya di negeri ini.
Sial, beruntung sekali wanita itu. Batin Maria mengumpat kesal namun dia sudah tak bisa berpikir lagi karena entah sejak kapan suaminya mulai menghujamkan miliknya ke dalam dirinya. Dan dada kembarnya sudah terekspos di kecupi oleh suaminya.
.
.
Tok tok tok
__ADS_1
"Permisi non." Ucap seorang maid dari luar pintu kamar Alexa yang sedang merebahkan tubuhnya di ranjang kamarnya yang sudah lama tidak dihuninya.
"Ya bi." Seru Alexa bangun dari tidurnya menghampiri pintu untuk membukanya.
Cklek
"Ya bi?"
"Saya diminta tuan besar untuk membantu anda bersiap-siap nona." Jawab salah seorang maid dengan membawa sebuah kotak. Alexa menatap kedua maid muda itu dan beralih menatap dua kotak yang dibawa maid.
"Apa itu?" Tanya Alexa sebelum mengiyakan ucapan mereka.
"Ini pakaian dan sepatu yang dikirim dari kediaman keluarga Alensio nona." Jawab maid itu sopan. Alexa terdiam, dia pun meraih sebuah notes yang ada di atas kotak yang dijepit pita.
'Gaun untuk calon pengantinku' Isi pesan notes itu membuat Alexa mau tidak mau tersenyum senang merasa diperhatikan. Notes tulisan calon suaminya yang memang sangat romantis. Senyum Alexa memudar saat mengingat dengan bayi yang ada di dalam kandungannya.
"Tuan besar meminta kami untuk anda segera bersiap-siap nona." Ucap maid itu lagi karena melihat perubahan ekspresi sang nona majikannya yang berujung dengan lamunan.
"Masuklah!" Titah Alexa membuka pintu kamarnya lebar.
.
.
TBC
__ADS_1