Si kembar Alensio

Si kembar Alensio
Bab 70


__ADS_3

"Apa dia tidak akan pulang lagi?" Guman Alexa di dalam kamarnya.


Entah kenapa dia merasa gelisah suaminya tidak kunjung pulang sejak semalam. Apa memang masalahnya begitu berat sehingga tidak bisa diselesaikan segera. Begitulah kira-kira isi pikiran Alexa karena belum mendapatkan informasi kepulangan suaminya. Apalagi pesan yang dikirimnya pagi tadi belum mendapatkan balasan. Dan sekarang sudah masuk pukul dua siang.


*Bukankah seharusnya dia makan siang?


Apa si sesibuk itu sampai mengabaikan pesan-pesanku?


Apa dia lupa lagi kalau ada istrinya yang menunggu kepulangannya di rumah?


Huff.. kenapa jadi seperti ini Alexa, seharusnya kau senang dia tidak ada didekatnya. Bukannya kau masih canggung jika bersama berdua dengannya. Kau juga yang meminta pisah kamar demi mengatasi kecanggunganmu*.


Suara-suara dalam pikiran terus menghantui Alexa, apalagi pikiran buruk terus mendominasi daripada pikiran positif. Dan sekarang bahkan dia sedang hamil, seharusnya tidak perlu memikirkan hal yang tidak-tidak tentang suaminya.


Alexa kembali menghela nafas panjang dan berat. Dia ingin melakukan panggilan pada suaminya namun jika sudah diangkat apa yang akan dikatakannya.


Apa aku harus bertanya dimana dia? Tentu saja dia di rumah sakit tempat bekerjanya. Kau bodoh sekali Alexa. Kau tidak sekali ini menjalin hubungan dengan pria tapi kenapa dengan suamimu sendiri kau seperti ini.


Batin Alexa berkecamuk entah karena apa. Suaminya meski memiliki wajah yang sama dengan pria yang dicintainya tapi mereka berbeda. John yang supel dan ceria. Dia pasti akan mampu berbasa-basi dengan siapapun. Sedangkan suaminya Josh, dia pria yang dingin dan datar.


Meski kadang-kadang dia bicara banyak tapi itu tentang hal tertentu saja. Kalau hal pribadi itu sangat jarang. Dia tipe orang yang lebih suka menunjukkan perasaannya dengan perilaku daripada mengatakan langsung pada seseorang.


Aku akan coba meneleponnya. Alexa mulai mencari kontak suaminya dan hendak melakukan panggilan namun lagi-lagi dia mengurungkan niatnya.


Dia kan bekerja dan menjadi direktur rumah sakit. Meski tak ada masalah yang berarti dia pasti sibuk mengurus sesuatu apalagi dia cuti dua hari sebelumnya karena pernikahan mereka. Kalau dia tidak bekerja pasti akan segera pulang. Iyakan? Batin Alexa memutuskan untuk tidak menelponnya.


Tanpa sadar Alexa terlelap karena terlalu banyak berpikir dan saat makan siang tadi dia dipaksa makan banyak oleh kedua maidnya dengan alasan akan dipecat oleh tuan muda mereka. Mau tak mau Alexa makan siang lebih banyak dari biasanya. Apalagi dia sedang kesal sendiri entah karena apa.

__ADS_1


.


.


.


Josh masih duduk di ruang meeting rumah sakit bersama tim dokter yang menangani operasi bermasalah kemarin. Dia belum mengizinkan tim dokter itu untuk melakukan operasi lainnya selama masalah mereka selesai.


Karena masalah mereka sudah tersiar dari mulut ke mulut meski media belum berani menyiarkannya. Dan Josh tahu betul itu semua karena nama besar keluarganya. Tidak sembarang orang bisa menyiarkan berita apalagi menyangkut perusahaan besar Alensio grup.


Bahkan baru dua hari kasus itu terjadi rumah sakit yang biasanya mendapatkan pasien tidak lebih dari lima puluh orang sehari sekarang menurun karena mendengar rumor tersebut. Bahkan Josh sempat mendapat teguran dari daddynya selaku Presdir utama Alensio grup termasuk rumah sakit yang dibawah tanggung jawabnya.


Bobby dan tim pengacaranya juga ikut mewawancarai atau lebih tepatnya menginterogasi para tim dokter siapa diantara mereka yang berbohong saat ini. Karena kalau kebohongan ini tidak segera dibongkar, rumor akan terus merebak dan kemungkinan besar nama rumah sakit akan sangat buruk di mata masyarakat.


"Aku tidak akan berbasa-basi banyak. Mengakulah siapa mengetahui tentang surat persetujuan dari wali pasien." Ucap Josh tegas menatap satu persatu dokter yang menundukkan cemas karena takut juga bingung.


"Jika alasan kalian tepat, aku akan membantu untuk mengatasinya dan kalian tetap akan bisa bekerja di rumah sakit ini. Tapi..." Josh menjeda ucapannya menatap satu persatu dokter yang masih menundukkan kepalanya tak berani menjawab atau menatap wajah Josh yang datar dan dingin. "...Jika kalian terbukti bersalah dan tidak mengakui sejak awal. Jangan harap kalian akan bisa bekerja di rumah sakit manapun. Dan aku... akan mencabut surat izin lisensi kedokteran kalian." Ancam Josh dengan nada dingin dan tatapan datar.


Semua dokter sontak mendongak terkejut menatap Josh yang memberikan ancaman tajam itu pada mereka. Karena mereka semua tahu kalau surat izin lisensi kedokteran mereka dicabut. Mereka akan sulit bekerja di rumah sakit manapun meski di luar negeri sekalipun.


Semua tim dokter saling pandang seolah bicara dalam kode tatapan mata mereka namun tetap saja sampai akhir tidak ada yang menjawab. Dan semua itu tidak luput dari perhatian Josh juga Bobby dan tim pengacaranya.


.


.


"Nona!"

__ADS_1


"Nona Alexa!" Seru bibi maid dari luar kamar Alexa membangunkan Alexa yang sekarang sudah pukul enam sore belum bangun juga setelah makan siang tadi masuk ke dalam kamar belum keluar sama sekali. Apalagi jam makan malam akan segera tiba. Bibi maid tak mau disalahkan jika sampai terjadi sesuatu dengan istri tuan mudanya.


Namun sudah beberapa kali bibi maid memanggil sambil mengetuk pintu kamar Alexa. Tak ada jawaban atau sahutan apapun dari dalam kamar. Seolah kamar itu tidak berpenghuni.


"Pakai kunci cadangan aja bi?" Saran maid yang lebih muda.


"Kita coba panggil dulu. Kita tidak diberi wewenang kunci cadangan di apartemen ini." Jawab bibi maid yang diangguki paham oleh rekan yang umurnya lebih muda lima tahun darinya yang sudah menginjak usia hampir setengah abad itu.


"Non Alexa!" Seru bibi maid lebih kencang. Kedua maid saling berpandangan lalu kemudian menghela nafas panjang dan berat.


"Biar saya coba bi." Tawar maid yang lebih muda.


"Nona! Non Alexa!" Suara maid itu lebih kencang dari bibi maid yang membuat Alexa yang terlelap di dalam sontak membuka matanya terkejut namanya dipanggil begitu kencang dan bersamaan dengan itu tadi dia bermimpi entah lupa hingga suara kencang panggilan itu mengagetkannya.


"Iya bi." Seru Alexa menjawab panggilan maid.


Kedua maid itu saling menatap dan tersenyum sumringah mendengar jawaban Alexa yang artinya nona majikannya baik-baik saja dan tadi pasti tertidur lelap sampai tidak mendengar panggilan berulang kali bibi maid.


"Waktunya makan malam non." Ucap bibi maid sedikit merendahkan suaranya tapi masih didengar Alexa.


"Iya bi, aku mandi dulu." Jawab Alexa yang tanpa sengaja menguap karena merasa masih mengantuk dan terus berpikir tentang apa yang dimimpikannya tadi. Dia benar-benar lupa, tapi mimpi itu indah dan membuatnya bahagia. Alexa tersenyum sambil menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya dan makan malam.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2