
Josh langsung menemui dokter Mira saat melihatnya keluar dari ruang intensif tempat Alexa kini dirawat. Sakit beberapa waktu lalu hampir saja pulih seperti yang dikatakan dokter Mira semalam. Namun pagi ini Alexa kembali drop hingga keluar darah segar dari pahanya membuat Josh shock tak percaya.
Apalagi dia sudah memberikan kebebasan pada Alexa agar tidak akan melihat wajahnya lagi setelah ini atau dia mengancam akan menggugurkan kandungannya jika dirinya nekat menemuinya. Namun ancaman itu agaknya tidak bercanda dan dilakukan Alexa. Namun bukan itu yang diinginkan Josh, dia sudah menepati janjinya untuk tidak menemuinya lagi. Namun kabar mengejutkan pagi itu membuat Josh marah, kecewa dan sedih.
"Bagaimana keadaan mereka?" Tanya Josh langsung pada inti permasalahan.
Dokter Mira tak terkejut lagi karena direktur utama rumah sakit tempatnya bekerja itu yang terlihat cemas dan panik. Seolah membenarkan dugaan dokter Mira saat ini. Yang mungkin saja kalau janin yang dikandung Alexa adalah janin kandung direktur utama rumah sakit. Bukan saudara kembar sang direktur.
Sedikit banyak memang beberapa dokter dan perawat ada yang sudah tahu mengenai silsilah keluarga Alensio namun semua orang yang tahu tak berani berkomentar buruk apapun tentang keluarga Alensio yang sangat berpengaruh itu.
"Keadaannya kritis, keduanya bisa dalam bahaya. Untuk sementara saya hanya bisa melakukan semaksimal mungkin yang saya bisa. Kita tunggu saja sampai dua puluh empat jam ke depan. Kalau nona Alexa bisa bertahan keduanya akan selamat. Tapi jika non Alexa tidak mampu bertahan, kemungkinan tim dokter akan mengambil tindakan untuk terpaksa menggugurkan janinnya." Jelas dokter Mira terlihat penuh penyesalan dan putus asa.
Josh yang mendengar penjelasan dokter Mira sontak terduduk lemas di lantai mendengar vonis dokter Mira.
Seharusnya tidak begini kan? Seharusnya dia sudah hampir pulih dan baik-baik saja. Apa yang terjadi padamu Alexa? Kenapa bisa begini? Batin Josh sedikit terguncang mendengar janin yang sangat diinginkannya berada di ambang kematian.
Mungkin saja janin itu akan terpaksa digugurkan jika ingin nyawa ibunya selamat. Dan tak mungkin Josh dengan egoisnya meminta untuk diselamatkan janinnya. Bahkan janin itu masih berupa gumpalan darah. Belum bisa dikatakan sebagai seorang bayi. Dia juga tak mungkin membiarkan Alexa mengorbankan diri pada gumpalan darah yang belum terbentuk itu.
"Direktur? Anda baik-baik saja?" dokter Mira berusaha menopang tubuh lemah Josh yang berat dengan sedikit kesulitan namun nampaknya Josh tak mampu lagi menopang tubuhnya yang terlihat lemah dan putus asa.
"Apa yang terjadi dokter?" Tanya Josh lirih hampir tak terdengar namun dokter Mira masih bisa mendengarnya karena dia ikut berjongkok di samping Josh yang sudah terkulai di lantai rumah sakit.
Dan hal itu semua menjadi pemandangan semua orang yang melihatnya. Dua orang perawat pria yang membantu dokter Mira tadi langsung menghampiri mereka membantu dokter Mira untuk memapah Josh membawanya ke kursi tunggu di dekat ruang intensif. Josh hanya bisa menurut sambil terdiam seolah kehilangan sebagian jiwanya mendengar kabar tersebut.
"Sepertinya pasien mengalami shock dan tekanan sebelum kejadian itu terjadi." Jawab dokter Mira seperti apa yang dikatakan oleh perawat yang bertanggung jawab menungguinya Alexa. Josh sontak menoleh menatap ke arah dokter Mira terkejut dan dengan raut wajah penasaran menuntut penjelasan berikutnya.
Dokter Mira yang paham akan hal itu langsung menjawab tanpa menunggu pertanyaan dari sang direktur utama rumah sakit.
__ADS_1
"Sebaiknya anda mendengarkan penjelasan langsung dari perawat yang menjaganya tadi." Jawab dokter Mira. Dia hanya diceritakan garis besarnya saja namun untuk detail keseluruhan cerita yang terjadi sebenarnya perawat itu yang tahu pasti.
Josh langsung menoleh menatap ke segala arah tempat itu mencari sosok yang dimaksud dokter Mira.
"Dia sedang menunggu di ruang istirahat. Direktur bisa bertanya padanya disana. Mungkin itu berhubungan dengan urusan privasi anda." Saran dokter Mira tetap bijak.
Josh sontak menoleh menatap dokter Mira lekat dengan wajah menahan amarah yang siap meledak kapan saja. Dokter Mira menjadi bergidik melihat tatapan yang bukan ditujukan padanya itu.
"Jaga dia sebentar dok! Aku akan bicara padanya sekarang." Jawab Josh tegas.
"Direktur, sebaiknya bicarakan dengan kepala dingin!" Saran dokter Mira menatap Josh cemas. Josh hanya terdiam dan langsung menuju ruang istirahat yang dimaksud dokter Mira. Asisten perawatnya menatap dokter Mira dengan rasa cemasnya yang terlihat cemas melihat kepergian sang direktur utama rumah sakit.
"Apa semua akan baik-baik saja dok?" Tanya asisten perawat itu takut-takut.
"Semoga saja, aku berharap nona Alexa baik-baik saja dengan janinnya juga. Hanya mereka yang mampu melunakkan hati direktur." Jawab dokter Mira pergi menuju ruang kerjanya setelah meminta perawatnya untuk berjaga di depan ruang intensif sesuai titah Josh.
"Selamat siang dokter Helena, pasien direktur mengalami kritis. Meski belum sampai keguguran, mungkin kemungkinan terpaksa digugurkan ada jika pasien tidak segera siuman." Jelas dokter Mira selaku dokter kandungan Alexa.
"Bagaimana itu bisa terjadi?" Tanya dokter Helena terlihat cemas.
"Detailnya saya tidak tahu, hanya perawat yang menjaganya yang tahu. Sekarang direktur sedang menginterogasinya. Dan bolehkah saya minta tolong pada anda dokter?" Pinta dokter Mira penuh harap.
"Saya?" Dokter Mira mengangguk meyakinkan dokter Helena.
"Katakan jika saya bisa!" Jawab dokter Helena yakin.
"Bisa bantu meredakan emosi direktur? Saya tidak yakin direktur tidak akan hanya diam saat menginterogasi perawat itu. Saya harap dokter Helena bisa mencegah direktur untuk tidak melakukan di luar batas kewajaran karena amarahnya tadi terlihat menakutkan. Saya saja sampai bergidik ngeri." Pinta dokter Mira.
__ADS_1
"Begitukah?" Dokter Mira mengangguk meyakinkan.
"Dimana mereka sekarang?" Tanya dokter Helena.
"Benarkah anda mau membantu?" Tanya dokter Mira tak percaya dengan reaksi dokter Helena membuatnya sedikit bernafas lega. Karena setahunya keduanya pernah berteman dan satu kampus saat dulu kuliah di luar negeri.
"Akan saya usahakan." Jawab dokter Helena merasa kurang yakin, karena beberapa waktu lalu mereka jarang berinteraksi sebelumnya. Josh sendiri mengurusi Alexa sedang Helena mengurus dirinya sendiri yang sedang tidak baik-baik saja pasca tidur bersamanya yang kedua dengan John.
Terima kasih dokter." Jawab dokter Mira antusias. Dia pun menunjukkan dimana sekarang Josh sang direktur berada. Helena pun bergerak melangkah menuju tempat yang dikatakan dokter Mira.
.
.
TBC
Maaf pembacaku yang selalu mendukung. K
Level karyaku ini turun dan pembaca berkurang. Jadi moodku sedikit memburuk juga berkurang. Padahal sudah ada give away juga ternyata tidak serta merta menaikkan level karyaku.
Jadi give away tetap berlanjut ya, kalau sampai akhir bulan depan tetap turun. Terpaksa give away akan saya perpanjang sampai akhir bulan Februari.
Maka dari itu untuk semua pembacaku yang baik.
Beri dukungannya, beri like, rate dan vote nya.
Saran dan kritiknya juga.
__ADS_1
Terima kasih