Si kembar Alensio

Si kembar Alensio
Bab 29


__ADS_3

Alexa membuka matanya perlahan merasa ingin buang air kecil setelah hampir dua jam tidur. Alexa pun bergegas menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarnya. Setelah dirasa cukup untuk menunaikan hajatnya di kamar mandi. Hidung Alexa mencium aroma sedap masakan. Dia pun beranjak keluar kamar mengintip ke dapurnya yang menyatu dengan ruang makan dan ruang tamu.


"John!" Ucap Alexa melihat bahu lebar yang dikenalinya sedang memakai apron miliknya dengan lihai menggunakan alat-alat memasaknya.


Alexa melirik kedua maid yang terlihat sudah selesai membersihkan ruangan dan berdiri tak jauh dari tempat Alexa datang. Kedua maid itu hanya menggeleng merasa mendapat tatapan penuh tanya dari Alexa. Ketiganya beralih menatap John yang masih serius dengan masakannya.


"Kau sudah bangun sayang? Apa aku membangunkanmu?" Tanya John hanya menoleh sekilas pada Alexa karena masakannya membutuhkan sedikit konsentrasi karena hampir matang.


"Kau memasak?" Tanya Alexa balik bukannya menjawab pertanyaan John.


"Hmm." Jawab John masih sibuk dengan spatula.


"Duduklah dulu, sebentar lagi matang!" Titah John yang hanya dituruti Alexa. Duduk di meja bar dekat dapurnya. Dia menatap punggung tubuh John yang membuat hati Alexa menghangat merasa beruntung karena dicintai oleh pria seperti John.


"Taraaa... Pasta Bologna." Ucap John meletakkan satu piring di depan Alexa duduk. Alexa menatap pasta yang terlihat menggugah selera itu. Dia memang sangat menyukai makanan seperti mie itu.


"Huk..." Alexa menutup mulutnya merasa mual saat aroma pasta itu menyeruak ke dalam penciumannya membuat Alexa mau tak mau langsung berlari ke wastafel dapur.


"Kau mual?" Tanya John mengikuti Alexa dan memijit tengkuknya berharap meredakan muntahnya.


"Huek...huek...huek..." Hanya air yang dikeluarkan Alexa karena memang tak makan nasi sama sekali meski hanya makan buah-buahan.


"Bukannya kau menyukai pasta?" Tanya John yang tidak digubris Alexa karena dirinya merasa lemas.


"Jauhkan dirimu John! Kau... bau pasta... huek.." Sekali lagi Alexa mual mencium aroma pasta meski hanya aromanya saja pada tubuh John terutama bagian dada. John menciumi dirinya mencari bau pasta yang dihirup Alexa tadi. Memang ada sedikit tapi tidak terlalu bau. Mungkin memang hormon kehamilan Alexa membuatnya sedikit lebih sensitif.


"Pelayan, bantu dia!" Titah John langsung mandi di kamar mandi di dalam kamar Alexa karena tak mau membuat Alexa kembali mual.

__ADS_1


Alexa duduk kembali di kursi meja makan dengan tubuh lemas setelah muntah-muntah. Pasta pun disingkirkan oleh maid atas perintah Alexa yang tidak tahan dengan aromanya. Alexa sempat mengernyit heran kenapa dia mual mencium aroma pasta kesukaannya dan itu sangat aneh.


"Kau sudah lebih baik?" Tanya John keluar dari dalam kamar Alexa hanya menggunakan bath robe kamar mandi milik Alexa yang tentu saja kekecilan hingga menunjukkan lekuk tubuh kekar dan berotot milik John.


"John!" Seru Alexa terasa lemas karena berteriak hampir sekuat tenaga namun hanya terdengar pekikan kecil karena dirinya sudah lemas karena muntah tadi.


"Aku sedang menunggu Evan yang mengantar pakaianku." Jawab John santai.


Dan tak lama bel pintu apartemen Alexa berbunyi. Salah seorang maid langsung berlari membuka pintu dan kembali masuk membawa sebuah paper bag besar yang ditebaknya adalah pakaian John yang dibawakan asistennya tadi.


"Aku ganti baju dulu. Pikirkan kau ingin makan apa, aku akan pesankan!" Titah John sambil masuk kembali ke dalam kamar Alexa tanpa beban.


Alexa menepuk dahinya tak percaya melihat kelakuan John yang terlihat tidak terjadi apa-apa. Padahal ada dia dan kedua maidnya, kenapa dia hanya berbalut bath robe keluar dari kamarnya.


Cklek


"Sudah kau pikirkan?" Tanya John sambil membuka layar ponselnya hendak memesan makanan.


"Kau ingin makan sesuatu?" Alexa hanya mengangguk.


"Katakan!"


"Telur balado." Jawab Alexa tersenyum sumringah.


"Telur balado?" Ucap John mengulang nama makanan yang diinginkan calon istrinya. Entah kenapa sekilas dia mengingat Josh, karena saudara kembarnya itu juga menyukai makanan yang sama.


"Okay. Ada yang lain?" Tanya John setelah menepis pikiran buruknya.

__ADS_1


"Es krim stroberi." Ucap Alexa lagi. John kembali menatap Alexa lagi seolah menanyakan apa lagi yang diinginkan.


"Sudah." Jawab Alexa yang langsung paham apa maksud John. Lagi John kembali diingatkan tentang adik kembarnya yang juga sama-sama menyukai es krim stroberi. Kalau bukan stroberi dia lebih baik tidak makan es krim. Namun John menepis jauh-jauh lagi.


"Kau tak ingin minuman?" Tanya John mengalihkan prasangka buruknya.


"Air mineral saja. Dan aku punya stoknya sendiri di dalam kulkas." Jawab Alexa yang langsung diangguki John dan memesan makanan lewat ponselnya juga untuk dirinya.


Saat menunggu pesanan, John mengutak-atik tabletnya untuk mengecek pekerjaannya sebentar karena ada email masuk dari Evan yang memintanya untuk mengecek email yang dikirimkannya. Namun otaknya tiba-tiba berhenti berpikir hingga kembali teringat kalau lagi-lagi adik kembarnya saat makan pun hanya ditemani air putih. Saat John bertanya, adiknya hanya menjawab.


'Beginilah kehidupan seorang dokter kak, harus menjaga kesehatan diri juga. Air putih yang banyak itu lebih dari cukup.' Jawab adiknya saat itu. Namun dia lagi-lagi menepisnya. Namun ucapan Camila yang tidak dipercayainya saat itu kembali terngiang di telinga John.


'Kekasihmu sudah tidur dengan adikmu josh.' John kala itu langsung marah pada Camila dan mengusir gadis itu dari ruangannya juga langsung memecatnya secara tidak hormat dan memblokir aksesnya untuk bertemu dengan kekasihnya.


Saat itu John sangat marah karena merasa Camila sedang mengadu domba dirinya dengan kekasihnya dan memanfaatkan adiknya Josh dengan fitnahan dari wanita ular itu. John dari awal dikenalkan Alexa padanya yang dianggap sahabat itu sudah tahu bagaimana busuknya wanita itu.


Namun karena Alexa terlalu polos dia tak tahu niat busuk Camila. Bersahabat dengan Alexa hanyalah langkah awal untuk mendekati dirinya. Setiap mereka bertemu, John selalu melihat Camila yang berusaha menarik perhatiannya dengan pakaian kurang bahannya yang sengaja dinaikkan sedikit lebih tinggi agar dirinya tergoda. Namun John malah menilainya sebagai wanita ular yang terlihat murahan.


"Pesanannya sudah siap tuan." Ucap salah seorang maid meletakkan pesanan di meja bar.


"Oh, kau siapkan semuanya!" Titah John yang seketika lamunannya buyar.


"Sepertinya enak." Ucap Alexa terlihat bersemangat. Dia menatap telur balado yang dituang ke piring dengan mata berbinar. Dan juga es krim rasa stroberi yang terlihat menggiurkan. Alexa semakin terlihat menelan ludahnya karena merasa tak tahan untuk memakan semuanya itu.


John hanya menatap wajah Alexa yang terlihat antusias dengan tatapan mata tak terbaca meski sedikit lega karena Alexa sudah bisa makan meski sedikit lain dari kesukaannya.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2