Si kembar Alensio

Si kembar Alensio
Bab 25


__ADS_3

Alexa memutuskan untuk memeriksakan kehamilannya sebelum acara resepsi pernikahan mereka. Selain karena keinginan John, hal itu juga menjadi pertimbangan Alexa karena entah kenapa akhir-akhir ini dia kembali mual, padahal kehamilannya sudah memasuki trimester pertama.


Namun saat detik mendekati waktu berangkat ke rumah sakit dan John terlanjur membuat janji temu kunjungan dengan dokter kandungan mereka. Alexa terpaksa berangkat sendiri dengan diantar sopir yang dikirim John ke mansion Ramirez. Dan mengenai keluarga besar Ramirez semuanya belum tahu mengenai kehamilan Alexa meski hanya Daddy Jo yang tahu kehamilan Alexa.


"Maaf sayang, aku harus menghadiri meeting ini karena tak mau pernikahan nanti aku harus bekerja." Sesal John dalam panggilan ponselnya.


"Kita tunda besok saja ke dokternya." Jawab Alexa.


"Tidak. Aku tak mau kau sakit dan anak kita juga. Aku akan menyusul setelah meeting selesai." Hibur John merasa bersalah.


"Baiklah." Jawab Alexa menurut, dia sendiri sebenarnya juga tidak betah di mansion besar ayahnya karena selalu direcoki ibu dan saudari tirinya.


.


.

__ADS_1


Tak sampai satu jam mobil sudah sampai di parkiran rumah sakit. Alexa langsung turun menuju ruang periksa kandungan tempat dokter langganannya berada. Hari itu rumah sakit tampak ramai karena bukan akhir pekan. Banyak perawat dan dokter lalu lalang mengurus orang sakit.


Tanpa sengaja Alexa mendapati seseorang yang dikenalnya berdiri tak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Apalagi ruang dokter kandungan langganannya melewati orang itu membuat Alexa mendesah. Apalagi saat melihat tawa pria yang mirip calon suaminya itu berbincang serius dengan seorang dokter wanita terlihat akrab.


Hati Alexa mencelos entah kenapa merasa kesal melihat pemandangan itu. Seharusnya dia tidak apa-apa karena dia tak memiliki perasaan khusus pada saudara kembar calon suaminya itu. Ya, pria itu adalah Josh, yang sayangnya pria itu adalah ayah biologis anak yang sedang dikandungnya saat ini.


Begitu mudahnya kau bercanda dengan wanita lain, padahal saat ini wanita yang sedang hamil anakmu ini kau abaikan. Batin Alexa kesal.


Hingga akhirnya Alexa menguatkan tekadnya untuk tetap lewat di depan mereka seolah tak melihatnya. Alexa pun melangkahkan kakinya dengan tenang tanpa menunjukkan emosinya. Dia berusaha untuk tidak memperdulikan hal itu.


"Oh hai.. Helen!" Sapa balik Alexa berpura-pura menyadari kalau dia mengenal keduanya. Alexa menatap Helena ramah tak lupa dia juga melirik Josh yang ternyata juga sedang menatapnya dengan tatapan mata sendu. Josh hanya diam.


Alexa segera membuang muka karena merasa senyuman sapaannya tidak ditanggapi oleh Josh. Dia pun kembali menatap ramah pada Helena.


"Apa kau sedang periksa? Siapa yang sakit?" Tanya Helena pura-pura tak tahu kalau Alexa hamil meski sebenarnya dia sudah menyadarinya karena kembar bersaudara tidak mengatakan padanya.

__ADS_1


"Tidak ada, hanya... Aku hanya..." Jawab Alexa sesekali melirik Josh yang juga sedang menyimak apa jawaban yang diberikan Alexa.


"Apa kakak tidak ikut?" Sela Josh memotong ucapan Alexa yang kini juga menatapnya.


"Tidak. Tadi dia tiba-tiba ada meeting dadakan." Jawab Alexa sambil menggerakkan kedua tangan dan bahunya mereda kegugupannya entah kenapa dia mendadak gugup karena ditanya oleh Josh. Padahal Alexa tak mempunyai perasaan khusus padanya. Apa karena dia sedang hamil anaknya pria itu? Batin Alexa tampak berpikir.


"Biar aku antar." Tawar Josh sambil menarik pergelangan tangan Alexa yang diratapi raut wajah tanda tanya oleh Helena yang merasa ada yang salah pada keduanya.


"Tidak terima kasih... aku...huek..." Alexa segera menghentak kasar tangan Josh yang memeganginya tidak sengaja karena dia harus segera berlari ke toilet karena dia merasa mual hendak muntah.


Josh langsung paham dan langsung menunjukkan letak toilet terdekat untuk meredakan mual Alexa. Helena menatap tk percaya pada kedua manusia itu bukan curiga dengan hubungan mereka namun lebih ke keadaan miris pada wanita yang akan dinikahi oleh pria yang telah merenggut kehormatan dulu meski Helena sudah mengikhlaskan masa lalunya.


.


.

__ADS_1


TBC


__ADS_2