Si kembar Alensio

Si kembar Alensio
Bab 26


__ADS_3

Josh menatap punggung badan Alexa yang membungkuk di wastafel toilet rumah sakit. Mual dan muntah yang dialaminya terlihat menyulitkan ibu dari janinnya. Ingin Josh mendekat untuk sekedar memijat tengkuknya berharap dapat meredakan mualnya namun dia tahu diri kalau Alexa tidak akan menyukai tindakannya itu.


Pintu toilet khusus karyawan rumah sakit itu tidak sempat ditutup karena Alexa keburu muntah mengeluarkan semua isi sarapan pagi yang baru dikonsumsinya beberapa jam lalu. Makanan yang sudah beberapa hari ini sulit ditelan karena harus langsung keluar saat merasakan gejolak dari dalam perutnya.


Sudah lebih dari seminggu ini mual dan muntah sering dialaminya sedemikian parah. Padahal sebelumnya tidak terlalu menyiksanya seperti itu. Sebelumnya dia masih mampu untuk makan meski hanya sedikit. Dan mual kali ini benar-benar parah, tubuhnya langsung lemas.


Josh yang menatapnya tak tega langsung bergerak mendekat saat Alexa kehilangan keseimbangannya setelah melihat Alexa hampir terhuyung setelah keluar dari toilet.


"Kita ke ruang dokter!" Ucap Josh tanpa banyak berpikir langsung menggendong tubuh lemas Alexa.


Alexa sendiri yang sudah lemas tak bertenaga tak banyak protes. Dia hanya pasrah karena sudah lemas merasa tak mampu walau hanya sekedar mengeluarkan suara. Sontak dia melingkarkan kedua lengannya ke leher Josh spontan meski tk terlalu erat setidaknya dapat mencegahnya agar tidak jatuh dari gendongan Josh.


Josh berlari dengan panik menuju ruang dokter spesialis obgyn yang berada di lantai dua. Tatapan mata para dokter dan perawat yang banyak membungkuk memberi hormat padanya. Josh tampak tak peduli, dalam benaknya kini segera membawa wanita yang ada dalam gendongannya itu segera sampai ke ruang dokter.


Alexa malah merasa nyaman merasa hangat di dalam dada Josh. Seolah tahu kalau bayinya sedang merindukan bau aroma ayah kandungnya. Alexa malah terlihat tidur dalam gendongannya itu tak dirasakan lagi rasa mual ataupun hendak muntah seperti sebelumnya. Bahkan dia sempat menghirup aroma tubuh Josh yang terlihat menenangkannya.


Cklek


"Pak direktur?" Ucap dokter Mira yang merupakan dokter spesialis obgyn yang dipilih John. Josh segera membaringkan tubuh Alexa di ranjang periksa dalam ruangan dokter spesialis obgyn itu ikut panik karena ada pasien pingsan yang dibopong oleh direktur utama rumah sakit.


Awalnya dokter Mira belum tahu siapa pasien yang dibopong oleh direktur utama rumah sakit. Karena tidak seperti biasanya sang direktur rela membopong seorang pasien apalagi pasien wanita jika bukan orang terdekatnya.

__ADS_1


Padahal tak ada gosip berarti apapun yang diberitakan tentang sang direkturnya dekat dengan siapapun. Hanya berita saudara kembarnya yang selalu santer diberitakan dekat dengan wanita yang berbeda-beda. Meski semua itu hanya gosip murahan agar berita mereka laku di pasaran. Siapa yang tidak mengenal keluarga Alensio di negara ini.


Saat Josh membaringkan tubuh Alexa di ranjang, semua orang termenung melihat Alexa yang tampak terlelap dengan kedua lengan yang terus mengalung erat di leher Josh tanpa mau melepasnya.


Josh yang menyadari hal itu sontak menatap Alexa dengan tatapan mata lembut. Dokter Mira terlihat canggung melihat suasana tersebut. Pikirannya mulai berkeliaran memenuhi otaknya saat melihat pemandangan ganjil di depan matanya. Dia pun salah tingkah melihat yang dikiranya pasangan itu.


"Alexa!" Panggil Josh lembut membuat Alexa hanya terdiam tak bereaksi. Dia malah semakin menyerukkan wajahnya ke dalam dada bidang Josh yang dirasakan hangat dan nyaman. Wajah Josh malah memerah tersipu malu melihat reaksi Alexa yang masih terlelap itu.


"Sepertinya nona kelelahan." Komentar dokter Mira melihat sudah lebih dari lima belas menit dua sejoli itu tampak diam.


"Dia baru saja mual dan muntah hingga tubuhnya terkulai lemas." Jawab Josh mencoba menepis rasa canggungnya.


"Apa tidak ada obat untuk mengurangi mualnya?" Tanya Josh masih dalam posisi yang sama, lengannya didekap erat oleh Alexa yang masih tertidur pulas dan terlihat nyaman.


"Meski pun ada itu tidak bisa mencegah untuk tidak mual parah hingga lemas. Lebih baik membuat nona merasa nyaman agar tidak mual dan muntah hingga lemas tubuhnya." Jawab dokter Mira. Josh sendiri mendadak bodoh dan tak tahu apapun tentang ilmu pengetahuan tentang kehamilan meski dia juga seorang dokter. Itu merupakan bukan hal bidangnya. Dia bertekad setelah ini akan mempelajari tentang kehamilan dan persalinan.


"Sepertinya janin yang ada di dalam kandungan nona merasa nyaman dalam pelukan ayahnya." Ucap dokter Mira membuat Josh tersentak, dokter Mira yang tak mengira reaksi dokter Josh terkejut seperti itu langsung menyadari satu hal.


"Maaf direktur, kalau saya salah bicara." Ucap dokter Mira langsung meralat ucapannya.


Dia hanya berpikir kalau direktur utama rumah sakit sudah menikah secara diam-diam dan tak mempublikasikannya. Buktinya sekarang dia dengan tergesa-gesa dan cemas serta rasa khawatirnya yang terlihat berlebihan membopong seorang wanita menuju ruang periksanya. Tak mungkin direktur membawa pasien pingsan ke ruangannya yang telah nyata-nyata merupakan ruan dokter spesialis obgyn kalau wanita itu tidak hamil.

__ADS_1


Umumnya orang akan membawa kke UGD jika melihat orang yang tidak dikenalnya pingsan. Tapi sang direktur langsung membawanya ke ruang periksanya. Itu artinya sang pasien yang dibawanya sedang hamil. Melihat perutnya belum terlihat membuncit, dokter Mira bisa menebak kalau kehamilan wanita itu masih memasuki tahap trisemester pertama.


"Dia istri kakakku." Jawab Josh meski dengan berat hati. Di sudut hati terkecilnya entah kenapa ada sedikit penyesalan mengucapkannya yang itu artinya kakaknya lah ayah dari janin Alexa.


"Oh maaf...ya?" Otak dokter Mira baru bisa mencerna ucapan Josh. Seketika dia langsung ingat kalau dia ada temu janji pemeriksaan dengan tuan muda pertama Alensio yang artinya itu adalah kakak dari sang direktur utama.


"Maafkan saya pak direktur. Maaf... sekali lagi maafkan saya yang telah lancang. Maaf." Ucap dokter Mira berkali-kali membungkukkan badannya merasa bersalah. Suara panik dokter Mira membuat Alexa yang terlelap membuka matanya perlahan. Wajahnya langsung terkejut mendapati dirinya berada dalam dekapan seseorang yang aroma tubuhnya membuatnya nyaman.


Sontak Alexa langsung mendongak menatap wajah calon suaminya namun Alexa langsung mengernyitkan keningnya saat melihat jas dokter yang dikenakannya pria mirip calon suaminya itu. Alexa spontan mendorong tubuh itu menjauhinya membuat Josh tersentak kaget.


Josh yang tak siap dengan dorongan dari Alexa hampir saja terjerembab. Untung saja refleksnya bagus. Dia langsung mengantisipasi keadaan agar dia tidak jatuh ke belakang yang memalukan meski harus sedikit pinggiran ranjang membuat Alexa mau tak mau kembali maju menabrak dada bidang Josh lagi.


"Aww." Keluh Alexa memegangi keningnya yang menabrak dada keras berotot milik Josh.


"Maaf." Ucap Josh melihat Alexa kesakitan dan hal itu semua tak luput dari pandangan dokter Mira merasa gemas dengan tingkah mereka. Namun dia segera menepis segala pikiran buruk tentang keduanya.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2