Si kembar Alensio

Si kembar Alensio
Bab 50


__ADS_3

John berdiri di dekat ranjang perawatan Alexa di ruang intensif. Tentu saja sudah dengan pakaian khusus yang sudah steril. John terdiam menatap sendu wajah wanita yang masih sangat dicintainya. Tubuh rapuh dengan sedikit terlihat tirus di pipinya membuat hati John mencelos merasa bersalah. Meski dia tahu hal itu terjadi karena hormon kehamilannya membuat Alexa mual dan muntah.


"Maaf." Bisik John lirih menundukkan kepalanya merasa bersalah. John meraih jemari tangan Alexa lembut yang juga sedikit kurus tidak seperti sebelumnya.


Apa dia semenderita ini selama aku tak mengunjunginya? Bukannya dia bersama ayah biologis janinnya. Harusnya mual dan muntahnya sedikit berkurang bukan? Karena merasa nyaman. Batin John menghembuskan nafas panjang.


Apa John salah mengira dengan semua itu. Bukannya dokter bilang akan merasa nyaman janinnya jika tidak merasa mual jika dia dekat dengan orang yang diinginkan?


"Berapa lama lagi harus menunggu?" Tanya John setelah keluar dari ruang intensif. Dokter Mira memang mengatakan untuk tidak terlalu lama berada di dalam ruang intensif demi kenyamanan pasien dan John hanya beberapa menit demi mendapatkan hasil yang maksimal dalam perawatan Alexa.


"Kita harus menunggu sampai 1 x 24 jam jika keduanya ingin baik-baik saja." Jawab dokter Mira.


John terdiam mencerna ucapan dokter kandungan itu. Dia pun memilih pergi meninggalkan ruang kerja dokter Mira setelah pamit.


Evan dikejauhan terlihat mendekatinya yang kini sedang duduk di kursi tunggu tuan intensif.


"Tuan muda." Sapa Evan sopan.


"Apa yang kau dapatkan?" Evan menatap sekeliling banyak orang yang berlalu lalang. John pun paham hingga dia pun beranjak meninggalkan tempat itu mencari tempat privasi agar tidak ada yang menguping pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Sepertinya nona Alexa merasa shock dan tertekan dengan ucapan ayahnya." Jawab Evan ragu setelah dia sedikit berusaha mencari sumber masalah yang terjadi pada calon istri majikannya itu. John sontak menoleh menatap Evan mengernyit.


"Apa yang dikatakannya? Bukannya hubungan mereka baik?" Tanya John penasaran. Dia tak tahu hubungan Alexa di keluarganya karena Alexa sendiri enggan menceritakan tentang keluarganya lebih dalam. Yang dia ceritakan hanya ayahnya menikah lagi dengan seorang janda yang membawa anak dari hasil pernikahannya dengan suaminya yang dulu.


Meski ada yang dicurigai John tapi John tak mau membuat kekasihnya tidak nyaman menjalin hubungan dengannya karena dia menyelidiki apa yang terjadi pada keluarga Alexa. John mempercayai kekasihnya seratus persen. Namun John tak mengira kalau ternyata kekasihnya berani bermain belakang dengan adik kembarnya hingga hamil.


"Hubungan nona dengan ibu tiri dan saudari tirinya tidak begitu baik. Bahkan mereka berusaha menyingkirkan nona dari keluarganya sendiri hingga nona memilih untuk membeli apartemen untuk tempatnya tinggal saat ini. Meski ayahnya tak pernah berperilaku buruk pada nona, tapi hubungan keduanya juga tidak dikatakan baik-baik saja. Bahkan tuan Leonardo bisa melakukan apapun demi reputasi dan nama baik keluarganya walaupun harus mengorbankan apa yang perlu dikorbankan. Bahkan..." Evan menjeda ucapannya menunggu reaksi tuan mudanya. Namun John tetap diam mencerna ucapan Evan dan kembali menatap Evan menunggu kelanjutan informasi tentang Alexa.


"Bahkan saat tuan Leonardo tahu nona Alexa hamil dan bukan anak kandung anda, tuan Leonardo menyuruh nona Alexa untuk menggugurkan kandungannya dan pernikahan dengan anda harus tetap berjalan tanpa alasan apapun." Jelas Evan membuat hati John mencelos merasa bersalah.


Sedalam itukah luka yang kau alami selama ini? Kenapa kau tak pernah mengatakan padaku? Kau selalu mengatakan baik-baik saja saat aku tahu kau sedang ada masalah. Kau memilih untuk menutup rapat-rapat penderitaanmu selama ini. Bahkan seorang ayah begitu tega menyuruh untuk menggugurkan janin yang adalah cucu kandungnya sendiri demi uang dan kekuasaan serta nama baik? Batin John tertawa miris mendengar kisah hidup yang coba ditutupi oleh Alexa.


John terlihat menghela nafas panjang dan berat. Dia tidak membenci janin itu. Di hanya benci dan marah saat tahu siapa ayah biologis janin itu. John terdiam terlihat berpikir sampai dahinya mengernyit.


"Tapi tuan muda... bukannya...tuan muda Josh..." Ucapan Evan menggantung saat jemari tangan kanan John diangkat keatas sebagai titahnya untuk tidak melanjutkan kalimatnya.


"Lakukan apa yang aku katakan!" Sela John yang membuat Evan terdiam tak mampu menjawab lagi.


"Baik tuan muda." Jawab Evan akhirnya hanya bisa mengiyakan dan menyetujui apa yang dikatakan oleh tuan mudanya sebagai titah yang mutlak.

__ADS_1


Evan pun undur diri memilih untuk pergi meninggalkan tuan mudanya sendiri. Dia yang harus menghendel semua pekerjaan di perusahaan karena tuan mudanya pasti akan sibuk mengurus calon istrinya.


.


.


"Kakakku datang menjenguk Alexa?" Tanya Josh tak percaya dengan ucapan dokter Mira yang mengabarkan kalau John sedang ada di rumah sakit.


Itu artinya kakaknya sudah baik-baik saja dan mau menerima pernikahan mereka lagi. Di saat Josh memutuskan dia yang akan menikahi Alexa meski Alexa akan menentangnya dan disaat yang sama pula kakaknya datang untuk melihat Alexa yang sudah diketahuinya kalau janin yang ada di dalam kandungan Alexa yang secara tidak langsung adalah keponakannya.


Kenapa kakak tiba-tiba mau menerima Alexa kembali setelah mengetahui semuanya? Apa yang direncanakan kakak? Batin Josh.


"Direktur!" Panggil dokter Mira menghela nafas panjang melihat Josh tak merespon ucapannya karena memang terlihat melamun.


"Aku mau menemui kakakku sebentar." Josh segera meninggalkan ruangannya setelah cuci muka karena drama yang sempat mellow tadi.


Josh sedikit malu dan tak enak hati saat curhat pada dokter Helena karena dia tahu bagaimana perasaan dokter Helena padanya namun dia malah curhat tentang wanita lain yang tidak lain adalah calon istri kakaknya. Dokter Mira hanya menghela nafas panjang melihat dirinya lagi-lagi diacuhkan begitu saja.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2