Si kembar Alensio

Si kembar Alensio
Bab 63 (end season 1)


__ADS_3

Hari pernikahan akhirnya tiba, Alexa sudah dipersiapkan sebaik mungkin oleh MUA yang sudah dipersiapkan oleh keluarga besar Alensio sejak pukul empat subuh tadi. Josh juga sudah siap di kamarnya. Kamar pribadinya yang ada di mansion daddynya. Namun sejauh dia bertanya pada semua maidnya, Josh tidak mendapat kabar pasti dimana kakak kembarnya berada.


Informasi yang didapatnya kakaknya kemarin sedang melakukan perjalanan bisnis ke Ne* York city. Josh tahu perusahaan Alensio sudah berkembang hingga go internasional termasuk ke negara Paman Sam itu. Namun Josh tahu tujuan kakaknya mendadak untuk melakukan perjalanan bisnis itu adalah untuk menghindari pernikahannya dengan Alexa. Yang tak lain tak bukan adalah mantan calon istrinya.


Josh menghela nafas panjang dan berat dia sungguh merasa bersalah. Tapi dia terpaksa melakukannya karena demi janin yang dikandung Alexa sekarang. Bagaimana pun juga calon anaknya berhak hidup dengan kedua orang tua kandungnya. Karena Alexa yang memintanya untuk menikah, dia pun bertekad untuk memperjuangkannya. Meski harus mengkhianati kakak kembarnya sendiri.


"Mempelai pengantin pria sudah ditunggu di bawah!" Seru seorang perwakilan dari WO yang dibayar keluarga Alensio.


Josh berdehem dan segera berdiri dari tempat duduknya. Dia pun pergi ke lantai bawah tempat ijab qobul dilakukan yang bertempat di hotel yang masih milik keluarga besar Alensio. Pendamping pengantin dari bresmaid sudah berkumpul untuk menyambutnya pergi ke tempat ijab qobul berada.


Penghulu juga ayah Alexa tuan Leonardo Ramirez sudah bersiap di sebelah penghulu yang menikahkan mereka. Seperti yang diketahuinya sebelumnya. Mempelai pengantin wanita masih menunggu di kamarnya. Dan akan keluar setelah suara sah dikatakan oleh para saksi.


Josh menatap sekeliling mencari sosok yang dicarinya. Keluarga besarnya sudah berkumpul di tempat yang telah disediakan oleh pihak WO. Wajah Josh terlihat sendu saat tak melihat seseorang yang sangat dinantikan untuk hadir yang memberi restu padanya. Namun Josh harus kecewa karena dia tidak menemukan seseorang yang dicarinya itu


Sepertinya ucapan semua orang yang mengatakan kalau dia telah pergi dengan alasan sibuk melakukan perjalanan bisnis demi menghindari pernikahan yang seharusnya dialah yang berdiri sebagai calon mempelai pria.


Hana dan Joana yang juga izin untuk pulang karena kepentingan keluarga melambaikan tangan pada sang kakak memberikan selamat. Meski sebelumnya mereka juga terkejut karena calon mempelai pria berganti dengan saudara kembar kakaknya. Tapi setelah dijelaskan dengan seksama keduanya tampak terdiam dan tak banyak bicara. Mereka hanya bisa mengikuti apa kata orang tua saja.


Sedangkan Jo sendiri sebagai orang tua tak banyak ikut campur dan protes. Keputusan John yang memilih untuk merelakan calon pengantinnya demi sang adik patut diacungi jempol olehnya. Dia sudah membuktikan bagaimana menjadi seorang kakak pertama. Jo pun terpaksa mengizinkan putra kembar sulungnya itu untuk pergi ke luar negeri dengan alasan perjalanan bisnis meski dia tahu hal itu hanya sekedar alasan belaka demi menghindari hadir di pernikahan mantan calon istrinya.


"Dia benar-benar pergi?" Lirih Jo yang didengar Rian yang duduk di belakang kursi tempat Jo berada berdampingan dengan istrinya, Maya.


"Benar tuan besar." Jawab Rian sopan.


"Dia pasti sangat patah hati." Ucap Jo sendu.


"Sepertinya tidak tuan..." Ucap Rian ragu dalam ucapannya. Jo sontak membalikkan badannya menatap Rian meminta penjelasan.


Rian yang langsung paham menyerahkan ponsel yang terlihat foto dari anak buahnya. Foto John sedang berbincang di dalam pesawat dengan seorang gadis kecil.


"Apa ini?" Jo menatap ponsel Rian yang disodorkan padanya.


"Anda lihat sendiri tuan." Jawab Rian. Jo meriah ponsel Rian dengan kasar marah karena merasa diperintah Rian. Meski Jo tahu kalau Rian tidak sungguh-sungguh.


"I-ini... Karin." Guman Jo tanpa sadar air matanya menetes merasakan sedih.


"Apa tuan besar ingat wajah gadis kecil itu?"


"A-aku ingat, dia seperti Anin, putri kecilku. Yang mirip seperti mendiang istriku. Apa kau kembali pada wujud cucu kita sayang." Guman Jo tidak jelas. Karena dia merasa terharu, senang, bahagia, juga sedikit kecewa. Ternyata ada mendiang istrinya dalam versi mini. Dan itu adalah cucunya.

__ADS_1


"Anda benar tuan."


"Si-siapa ibu dari gadis ini?" Tanya Jo parau masih tersisa isakan tangisnya yang mengingat mendiang istrinya.


"Dokter Helena." Jawab Rian membuat Jo membelalakkan matanya terkejut sontak menoleh ke arah Rian.


"Kau yakin?"


"Saya sudah menyelidikinya tuan." Jawab Rian membuat Jo terdiam merenung sambil terus menatap foto gadis kecil yang sedang berbincang dengan John di dalam pesawat.


"John brengsek." Umpat Jo kesal membuat orang yang duduk di sebelahnya sontak menoleh padanya. Namun Jo tampak tak memperdulikan tatapan orang-orang. Dan orang-orang pun juga tak berani menegur karena tahu siapa Jo.


.


.


End


Epilog


"Silahkan tuan muda!" Ucap Evan mengantar John ke tempat duduk VIP di dalam pesawat setelah naik.


"Ada yang anda butuhkan lagi tuan muda?" Tanya Evan setelah dirasa sudah menyiapkan segala keperluan John.


"Tidak. Kau duduklah di tempatmu!" Titah John sambil menyandarkan kepalanya dan memejamkan matanya.


Pikirannya benar-benar melayang entah kemana. Bahkan wajah kedua mempelai pengantin yang besok akan melakukan akad nikah membayang di pelupuk mata John yang terpejam. Sontak dia pun membuka matanya menyadari kalau dirinya kini sedang berada di dalam pesawat komersil.


Dia terpaksa melakukannya karena tak mau ada yang mencegahnya untuk pergi. Dia memutuskan untuk menghindari tanpa hadir di pernikahan adik kembarnya dengan mantan calon istrinya.


Bruk


"Aduh." Keluh seorang gadis kecil jatuh di sisi tempat John duduk. John sontak menoleh ke arah gadis kecil itu jatuh.


Sontak John langsung melepas sabuk pengamannya yang sudah lepas landas sejak setengah jam lalu.


"Kau baik-baik saja gadis cilik?" Ucap John membantu gadis kecil yang jatuh itu. Gadis kecil itu membelai lututnya merasakan sakit karena terjatuh tadi.


"Sakit uncle." Keluh gadis kecil itu merengut kesakitan menatap John dengan wajah imut yang menggemaskan di mata John.

__ADS_1


Deg


Dada John berdetak merasakan debaran. Seolah merasa familiar dengan wajah gadis kecil di hadapannya ini. Dia seperti pernah melihat gadis kecil ini tapi dimana dia lupa. Ingatan mulai melayang kapan dia pernah bertemu dengannya.


"Biar uncle lihat!" Pinta John lembut sambil mendudukkan gadis kecil itu di kursi tempatnya duduk tadi. Sedang dia berjongkok di depan gadis kecil itu sambil meneliti lutu gadis kecil itu.


Gadis kecil entah kenapa merasa bahagia diperlakukan begitu lembut oleh pria dewasa seperti John. Gadis kecil itu bukannya melihat John yang meneliti lukanya tapi dia malah menatap wajah tampan John.


John komat-kamit entah mengatakan apa dan meniup lutut gadis kecil itu lembut.


"Fuh ..fuh... sembuhlah!" Ucap John membuat gadis kecil itu tertawa melihat kelakuan John.


John terpana melihat senyum tawa gadis kecil itu yang terasa familiar. Dan lagi-lagi dadanya berdetak kencang melihat tawa yang entah kenapa sangat dirindukannya itu.


"Uncle, lututku benar-benar sembuh." Ucap gadis kecil itu terdengar menggemaskan membuat John tersentak dari lamunannya.


"Benarkah?"


"Ehm." Jawab gadis kecil itu antusias.


Entah sejak kapan keduanya mengobrol akrab membuat Anggita kelabakan tak melihat Celine tidak berada di kursinya karena dia tadi tertidur karena saking lelahnya. Juan yang juga tertidur di sampingnya diliriknya seolah hendak bertanya dan dia pun mengurungkan niatnya karena ditebaknya dia tidak tahu menahu tentang kepergian Celine. Anggita seketika panik dan berdiri mencari keberadaan Celine dengan bantuan pramugari.


epilog end


Hai para pembacaku, akhirnya end season 1, simak terus season berikutnya. Yang pasti akan semakin penasaran kalian nanti.


Ikuti terus karyaku ya.


Dan sayang sekali even give away akan diperpanjang dua bulan kedepan ya, jadi batas akhir even sampai bulan Februari, dan semua jadwal otomatis mundur 2 bulan berikutnya.


Terima kasih sudah membaca dan memberi poin. Beri terus rate, like, vote dan poinnya. Semakin banyak anda mengirim poin, semakin banyak kesempatan untuk mendapatkan hadiah even give away nya.


Terima kasih.


Salam penulis


Arazy


.

__ADS_1


__ADS_2