
Karena merasa tidak ada yang dilakukan setelah makan siang, Josh memilih untuk menonton televisi di ruang tengah apartemen berharap Alexa akan bergabung dengannya setelah melakukan membersihkan meja makan. Alexa memaksa untuk mengerjakan pekerjaan bersih-bersih tersebut meski Josh sudah melarangnya. Namun Alexa memaksa karena memang tugasnya sebagai seorang istri membuat Josh terdiam tak berani mencegahnya lagi.
Saat Josh hendak membantunya lagi-lagi Alexa melarang dengan alasan dirinya masih merasa canggung berduaan hingga akhirnya Josh dengan berat hati membiarkan Alexa melakukan pekerjaan itu dengan catatan untuk tidak terlalu lelah karena kehamilannya. Dan Alexa pun menyetujui hal itu untuk tidak akan memaksakan dirinya jika merasa keadaan tubuhnya tidak baik-baik saja.
Josh mengutak-atik remot televisi nya mencari channel yang sekiranya menarik untuk ditonton. Namun sepanjang dia mencari tak ada acara yang menarik baginya di acara tersebut karena konsentrasinya pecah sambil sesekali melirik ke arah dapur demi menunggu Alexa untuk bergabung dengannya.
Namun sudah lebih dari satu jam Josh menunggu, tak ada tanda-tanda Alexa muncul di ruang tengah tersebut meski hanya sekedar duduk bersantai. Hingga Josh tak sabar berdiri dari duduknya untuk menghampiri dapur melihat apa yang dilakukan Alexa.
Saat melihat dapur dan meja makannya sudah bersih dan rapi. Josh mengernyit karena tak melihat tanda-tanda Alexa berada di sana. Josh mencari ke sembarang arah di sekitar apartemennya. Namun lagi-lagi nihil, Alexa tak nampak dimanapun. Pandangan mata Josh berhenti di pintu kamar yang Alexa tempati tadi setelah mereka datang ke apartemen. Seketika Josh tertawa getir mengingat kalau Alexa memilih pisah kamar dengan alasan masih merasa canggung.
"Apa yang kau harapkan Josh? Seharusnya kau sadar karena tidak diinginkan oleh istrimu. Dia bersedia menikah denganmu karena anak yang ada dalam kandungannya. Mungkin..." Guman Josh tidak melanjutkan gumamannya karena tiba-tiba dadanya terasa menghimpit yang sangat sesak.
Josh menghela nafas panjang dan berat, dia memilih berpikir positif. Mungkin istrinya sedikit lelah karena kegiatan memasak dan bersih-bersih tadi. Josh memilih untuk masuk ke dalam kamarnya untuk melampiaskan rasa kecewanya dengan melihat pekerjaannya yang tadi belum diselesaikannya.
Alexa masuk ke dalam kamarnya setelah dirasa selesai menyelesaikan bersih-bersih dan membereskan meja makan. Dia melirik sebentar Josh yang terlihat asyik menonton televisi di sofa ruang tengah apartemen. Keringat yang menetes di kening Alexa membuatnya tidak percaya diri untuk menghampiri Josh yang mungkin keringatnya akan bau.
Alexa membersihkan tubuhnya sebentar di kamar mandi dalam kamarnya. Dan berpikir akan ikut bergabung dengan Josh jika dirinya sudah bersih setelah selesai mandi. Dia juga sudah menyiapkan teh dan beberapa camilan untuk berbincang di depan televisi nanti untuk mengenal lebih jauh tentang suaminya.
Namun saat dirinya selesai mandi, wangi dan berpakaian rapi. Dia pun keluar dari dalam kamar menuju ruang tengah yang sudah tidak terdengar suara berisik televisi. Alexa sedikit entahlah... perasaan kecewa mendominasi perasaannya saat melihat suaminya sudah tidak ada di sana.
"Mungkin dia capek dan istirahat di kamar." Guman Alexa kembali masuk ke dalam kamar setelah melewati meja makan menatap teko cangkir teh dan dua cangkir kosong serta camilan yang dibuatnya tadi gagal untuk dihidangkan suaminya membuat Alexa menghela nafas panjang.
Dia pun masuk kembali ke dalam kamarnya dengan perasaan yang bisa disebut kecewa dan sedih.
.
.
Pukul tujuh malam, keduanya hampir bersamaan keluar dari dalam kamar untuk makan malam. Josh berencana untuk menyiapkan terlebih dahulu karena tadi sudah istrinya yang menyiapkan makan siang. Namun karena pekerjaannya tadi, Josh larut dan lupa waktu sehingga dia terlihat tergesa untuk keluar kamar hingga berpapasan dengan Alexa yang juga keluar kamar dengan tergesa.
"Ah.. a-aku ketiduran. A-aku akan menyiapkan makan malam." Ucap Alexa terbata dengan rasa bersalah di wajahnya menatap Josh.
__ADS_1
"Tidak. Biar aku yang ganti menyiapkan." Sela Josh langsung berlari ke dapur yang hendak dicegah Alexa dengan lambaian tangannya namun segera digenggamnya lagi mengurungkan niatnya untuk mencegah suaminya.
Alexa pun mengikuti suaminya ke dapur yang seketika Josh langsung menoleh.
"Tunggulah sebentar! Tidak sampai setengah jam akan segera matang." Ucap Josh sambil melanjutkan kegiatan memasaknya membuat Alexa tersenyum tipis meski Josh tak melihatnya langsung.
"Baiklah. Terima kasih." Ucap Alexa sembari duduk di kursi meja makan.
"Kau tidak punya alergi apapun kan?" Tanya Josh masih memunggungi Alexa karena sibuk memasak.
"Selama tidak mual mungkin aku bisa mengkonsumsi makanan apapun." Jawab Alexa.
"Okay." Jawab Josh tersenyum dibalik punggungnya. Ada sedikit rasa membuncah di dalam dadanya merasakan interaksinya dengan istrinya. Rasa kecewa yang sempat dirasakan tadi sudah menguap entah kemana.
Senyuman manis juga terus terpatri di bibir Alexa menatap punggung laki-laki yang sudah sah sebagai suaminya itu sejak kemarin. Alexa bukan tidak mau menerima Josh sebagai suaminya. Tapi inilah yang tidak disukainya. Rasa canggung karena sudah lama mengenalnya sebagai calon adik iparnya sebelumnya. Namun Alexa berusaha untuk menerimanya sebagai suaminya, ayah biologis dari janin yang dikandungnya.
"Tara... Mungkin tidak seenak di restoran mahal. Tapi aku jamin kau pasti akan menyukainya." Ucap Josh membuyarkan lamunan Alexa saat Josh menghidangkan telur rebus bumbu balado yang beberapa waktu lalu sangat diidamkan oleh Alexa karena faktor kehamilannya.
"Karena ini adalah makanan kesukaanku. Aku mencoba belajar membuatnya. Maaf kalau rasanya mengecewakan nantinya." Ucap Josh merendahkan dirinya.
"Baunya harum. Pasti enak." Jawab Alexa meraih sendoknya setelah diambilkan nasi oleh suaminya.
Josh menatap cemas ke arah Alexa saat mencicipi masakan pertamanya. Meski Josh sudah belajar memasak tapi baru sekarang dia memasak lagi dan disuguhkan pada orang lain yang tidak lain adalah istrinya. Yang juga merupakan cita-cita Josh sejak dulu ingin memasakkan sesuatu makanan untuk istrinya tadi. Jadi Josh menatap penuh harap semoga masakannya tidak mengecewakan istrinya.
"Bagaimana?" Tanya Josh penuh harap dengan raut wajah was-was menatap Alexa lamat.
"Cobalah!" Bukannya menjawab Alexa memilih untuk menggoda suaminya karena wajahnya yang terkesan dingin dan kaku berekspresi cemas dan penuh harap, sungguh tidak seperti Josh yang dia kenal selama ini.
Wajah berharap tadi berganti cemas dan juga sedih. Josh menebak kalau masakannya tidak enak. Apalagi melihat reaksi istrinya yang jauh dari kata puas.
"Kita pesan online saja. Apa yang kau inginkan?" Ucap Josh meraih ponselnya langsung dicegah Alexa.
__ADS_1
"Kau tak mencicipi masakanmu sebelumnya." Josh menggeleng sedih membuat Alexa merasa bersalah dan menyesal telah menggoda suaminya.
"Cobalah!" Alexa mengambil sedikit telur rebusnya dan mengulurkan ke arah mulut Josh bermaksud menyuapi Josh di sendok yang sama dengan yang dipakainya tadi secara spontan dan juga tidak sadar.
Josh langsung terdiam membeku melihat perlakuan Alexa tersebut. Apalagi saat mengingat bahwa sendok yang dipakai untuk menyuapinya tadi juga dipakai istrinya. Dan dadanya tiba-tiba menghangat merasakan perlakuan manis istrinya. Alexa yang sadar akan perlakuan hendak menarik tangannya yang sudah menyendok telur rebus tadi namun Josh langsung menarik pergelangan tangan Alexa dan memakan suapan tersebut membuat Alexa membeku merasakan dipegang tangan besar suaminya.
Wajahnya tiba-tiba memerah merasa malu karena sikap spontannya tadi. Hingga akhirnya keduanya pun terdiam melanjutkan makannya dalam keadaan hening yang terasa sangat canggung bagi keduanya. Sampai mereka selesai makan tak ada yang bicara merasa malu.
.
.
TBC
Hai-hai pembacaku...
Baca terus karya-karyaku...
Even give away tetap berlanjut ya...
Siapa yang paling banyak memberikan poin... dialah pemenangnya...
Itu rangking umum sementara ya, untuk akunku nanti hadiahnya akan saya undi untuk 4 orang yang masing-masing mendapat 25k, boleh pulsa, saldo e money (shopee, dana, ovo atau gopay).
Terima kasih sudah mendukung
Terima kasih sudah memberikan rate, like dan vote nya.
Salam penulis
__ADS_1
Arazy