Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
basa basi


__ADS_3

Teman teman ku tak ada yang tau aku menyukai dan mengincar maria, jika mereka tahu mungkin maria akan diberi tahu dan teman ku slalu sukses dengan hal hal membantu yang lainnya dalam bercinta, tapi tak apalah ku pendam sendiri saja, firman belum sembuh dari perbannya, lukaku saja masih belum terlalu kering tapi mereka tak mengeluh tentang hal kemaren dan asik bercengkrama di kantin sekoah tanpa mengenal rasa sakit, bersyukurulah kalian jika memiliki teman yang rela apapun demi teman yang lainnya.


"Tadi aku liat maria, sudah mulai berangkat sekolah" econ nyeletuk, hatiku berdebar, gembiraku terasa tak ada yang menandingi, hatiku perlahan muncul bunga bunga yang entah tak bisa aku sampaikan lewat kata kata, sudah sekiranya satu minggu aku tak melihat wajahnya dan benar hari ini ia berangkat sekolah, ku kira ia hanya becanda supaya suasana malam tadi tak begitu canggung, ternyata ia berkata jujur, aku menantikan bel masuk kelas berbunyi sembari hati yang berbunga bunga, dan tak lama hal yang kunanti itu berbunyi, temanku pun membayar jajanan yang ia beli tadi dan langsung menuju kelas masing masing, aku trio dan econpun sebaliknya begitu, sampai depan sekolah kulihat jendela dan kulihati maria dalam dalam, memang tak ada yang kurang dari dirinya sedikitpun, dan wajar saja ia banyak yang menyukainya dan bakal menjadi kandidiat princes of the years yang diadakan sekolah setahun sekali.


Sesampainya dikelas tak langsung aku masuk, kupandangi dulu wajahnya lewat jendela, sebab jika kupandangi secara dekat akan terlihat aku mengaguminya, dan aku tak mau hal itu tersadar baginya.


"Ayo masuk ***" sentak econ kepadaku yang aku sedang memandangi maria.


"Oke oke con" semoga saja econ tak tahu aku sedang memandangi siapa.

__ADS_1


Kelas dua sma ini banyak sekali praktikum dan pelajran yang mebuat kepala ku pusing sendiri, tapi beruntung gurunya tak sekiller kelas satu dan tiga banyak guru guru tua dan juga ramah.


"Hai mar" basa basiku sembari membenari kursi yang kududuki di kelas.


"Hai poss, baru datang" jawabnya.


"Yah ujung ujungnya juga tidur dikelas" ketusnya, aku hanya tertawa renyah sembari membuka buku jam pelajaran pertama.


"Semalam balik jam berapa?" sambung maria.

__ADS_1


"Seperti biasanya mar, jam 11."


"Setiap hari kamu seperti itu?"


"Semauku saja mar aku menjaga parkiran."


Tak lama pak guru datang sebut saja ia , sembari mengucap salam kepada murid muridnya, kemudian membaca doa yang dipimpin arhan sebagai ketua kelas, semua terdiam dan berdoa bersama sama, kemudian disusul dengan absen kelas oleh pak guru. Kali ini pelajaran matematika peminatan, salah satu pelajaran yang tak ku sukai, tapi mau gimana lagi, aku harus memaksa menerimanya, walaupun sembari kutinggal tidur, dan saat pak guru mulai menerangkan kepalaku mulai terasa berat dan mengantuk seperti biasa biasanya, tak pikir lama kutaruh kepalaku dimeja dengan membelakangi maria lalu terlelap tidur sembari memegang bolpoint di tanganku.


"Poss bangun, ada tugas!" maria memberitahuku, akupun terbangun dan kulihat pak guru beranjak keruang guru seperti biasanya setelah memberi tugas, ia menghabiskan sisa kopinya dan merokok seperti biasa biasanya dan kembali lagi semau ia, terkadang balik terkadang arhan disuruh membawakan buku peljaranya ke kantor.

__ADS_1


__ADS_2