Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Bimbang


__ADS_3

Bu isna hanya diam sembari memeluknya ditengah tengah keramaian pagi menjelang siang dimalioboro, bagi bu isna ini bukan tentang malu tapi tentang seorang wanita yang bisa saja berpikiran tuk menghilangkan nyawanya sendiri kalau tak ada satu orang pun yang mendengarkanya.


Putri membalas pelukan bu isna tanpa pandang asal usul siapa yang ia sekarang peluk, ia merasakan pelukan hangat dari seorang ibu ibu penjual gudeg.


"Terima kasih ya bu, sudah mau mendengarkanku bercerita."


"Ndak papa nak putri, datang saja kesini kalo nak putri ingin bercerita, walaupun ibu sudah tua tapi ibu adalah wanita yang paham tentang perasaan perempuan nak, dan ibu juga dulu seperti itu." Ucapnya sembari tersenyum ramah.


"Iya bu." Ucap putri sembari menyeka air matanya.


"Sudah nak putri, kasian air matamu bercucuran terus, gak eman eman po." Ledek bu isna dibalas dengan senyuman hangat putri. "Mending sekarang nak putri melanjutkan dan fokus dengan studimu, mumpung ada yang biayayain, harus bersyukur pokoknya non, semua ada jalanya masing masing." Lanjut bu isna sembari melepas pelan pelan pelukan dan mengelus rambutnya.


Putri hanya mengangguk dan bu isnapun menyelesaikan pesanan gudeg putri tadi.


"Lupakan apapun yang membuatmu tidak semangat melakukan hari hari mu nak." Ucap bu isna sembari memberikan pesanan gudeg putri tadi.


"Baik bu, aku sudah sedikit lega sekarang, terima kasih ya bu." Ucap putri sembari menerima gudeg dari bu isna.


"Ini tidak usah dibayar nak, itung itung reward dari ibu, kamu sudah berani menceritakan hal yang membuatmu tidak semangat menjalani hari hari mu ini."


Bu isna tersenyum dan berbalik menuju kearah tempat duduk yang biasa ia gunakan.


"Tapi bu..." ucap putri sembari menyodorkan uang 100 ribu rupiah.


"Sudah ndak papa nak putri, itu dikantongi saja buat jajanmu ya." Putus bu isna. "Sudah sekarang nak putri berangkat ngampus saja, ingat kan kata kata ibu tadi."

__ADS_1


Putri hanya mengangguk diiringi dengan senyum lalu berucap "terima kasih banyak ya bu."


Bu isna tersenyum "kalo butuh apapun cerita kesini aja nak putri."


"Baik bu, aku berangkat kuliah dulu ya, assalamualaikum."


"Waalaikum salam warahmatuLLAH." Ucap bu isna sembari tersenyum dan memandangi wanita yang sedang tertimpa masalah yang cukup mengkhawatirkan bagi mentalnya esok.


Orang tua berperan penting dalam pertumbuhan anak anaknya, tapi mereka juga bisa menjadikan anak anaknya trauma tuk menikah sebab anak broken pasti berfikirir kalau pernikahan hanya syarat saja. Tapi saya sendiri salut dengan anak broken home yang sudah menerima keadaan tampak diwajahnya ketangguhan dan kegagahan yang tidak dimiliki anak yang berkeluarga cemara.


***


"Poss bangunn."


"Ada apa lagi mar, orang masih mimpi naik haji ni, malah lu bangunin." Ucap posa dengan nada sedikit berat sebab bangun tidur.


"Plakkk." Tepuk maria ke pundak posa dengan sedikit keras. "Bangun woi bentar lagi balek."


Posa langsung mengeluarkan handphone di sakunya lalu melihat jam yang terpampang jelas handphonenya yang retak itu, "orang masih mau jam 12 mar."


"Iya jam dua belas kurang 10 menit possa, kata michael tadi... yang gak ikut seleksi dipersilahkan pulang duluan."


"Beneran lu mar?" Tanya posa dengan nada sedikit bersemangat.


"Iya posakku."

__ADS_1


Hari yang sangat menguntungkan bagi posa, sudah jam pulang didulukan lalu mendengar satu kata yang sampai menggetarkan hatinya.


"Ayo geh bangun makanya."


"Iya iya ni mau siap siap balek."


"Habis ini mau kemana lu poss?" Tanya maria.


"Pulang ganti costum terus seperti biasa mar, jaga parr..."


"Kirr." Putus maria. "Gua ikut pulang bareng lu ya."


"Lu gak dijemput?"


"Dijemput pos, tapi gak papa ya... ya." Maria mengeluarkan rayuanya dengan nada memelas yang membuat posa tak cukup iman tuk menatapnya terus terusan.


Dalam hati posa ia bimbang antara maria kesepian atau memang sudah menyukainya.


"Tapi naek motor vespa gak papa."


"Yaelah kan gua udah tau motor lu poss, boleh gak ini?"


"Ayodah, gua beres beresin tas gua dulu."


"Okke. Ucapnya sembari mengacungkan jempol.

__ADS_1


__ADS_2