Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Keunggulan simiskin selain berkelahi


__ADS_3

Cinta, seperti buku yang kau baca setiap hari, tak akan ada habisnya. terisi,terbit, terbeli penulis berfikir, penerbit beroyalti, pembaca berangan, sungguh beruntung bagi mereka yang suka membaca buku teknik menguasai wanita.


Ibuku dulu melarangku bercinta tapi semenjak ia tahu bahwa aku sudah menginjak sma, tak ada lagi hal yang ia larang sebab aku akan tetap melakukanya, itulah kenakalan remaja yang mungkin pembacaku juga rasakan. Tapi pesan ia hanya satu "jangan tinggalkan sholat nak."


***********


"Conn" panggilku pelan kepadanya.


Econ melihatku sembari bertanya "kenapa poss?"


"maju sana, cepat nomor 3."


"ah tidak mau poss."


"Cepat maju saja, nanti gak gua contohin lagi lu kalo ada soal matematika!" ancamku kepadanya.


"Iya iya poss."


Tak lama terdengar suara orang sembari menggeser kursi, spontan kulihat dimana suara terdengar dan ternyata econ berani maju. Dan baru kali ini mau menuruti kata kataku.

__ADS_1


Lalu demi menguatkan mental kepadanya aku mulai menepuk tangan sembari diikuti teman temanku dengan muka keheran heranan, dan aku berani taruhan pasti mereka banyak yang mengejek dalam hati sebab ia sama sekali tidak pernah faham tentang matematika.


Dia lalu mengambil spidol yang ada pada papan board dan mulai menulis dengan angka 3.


Kubisikan maria "liat ya benar atau tidak, jawaban econ sama persis denganku, jika ia benar maka aku juga benar." Terlihat muka maria tersenyum simpul memperlihatkan gingsulnya saatku membisikanya.


"oke." Jawab maria padat jelas.


Entah kenapa, yang biasanya aku mengantuk dalam kelas semenjak maria begabung ke kelas, mataku segar, hatiku kacau, suka padanya dan bingung mengungkapkanya, tapi jiwa kecilku selalu menolaknya landasan ekonomi, tapi mungkin cinta tak memandang harta, kekuasaan, dan tahta mungkin.


Sering kucuri curi pandang dengan wanita disebelahku ini, aku tenang denganya seperti bersama ibu saat dirumah, bebanku hilang, rasa benci kepada ayakhku perlahan memudar.


"conn, ini kau menjawab sendiri atau menconto?" tanya pak guru.


"aku mengerjakan sendiri pak" jawabnya.


"bagus, jawabanmu ini benar, dan coba kita koreksi bareng bareng ya" sambung pak guru.


Sebelum aku menengok kearah maria, ia sudah dahulu melihatku terheran heran sembari berkata "murid yang hobi tidur dan membuat kekacauan tak kusangka ia pintar matematika."

__ADS_1


Ia memujiku. Senang sekali rasanya bisa unggul dalam pelajaran dihadapan wanita yang kusukai sejak ia duduk dibangku sebelahku.


"kamu tu pintar poss, sayangnya malesan, tiduran, suka berantem" ia mengejekku.


Hatiku kacau tidak karuan bisa bercengkrama langsung, satu dua patah kata pada wanita yang mungkin bisa menjuarai princes of the years sekolahan tahun ini.


Saat pak guru ingin melanjutkan untuk soal yang selanjutnya bel tanda istirahat berbunyi.


"baik anak anak karna bel istirahat telah berbunyi, soal ini kita jadikan pekerjaan rumah, dan kita jawab bareng bareng pada ketemuan sepanjutnya, selamat istirahat." Selesai pak guru mengucapkanya ia langsung beranjak kembali keruang guru.


"kau sudah sarapan belum mar?" aku memberanikan bertanya kepadanya.


"sudah poss."


"ayo kekantin jajan?" tawarku padanya lagi


"ayo."


Tawaranku membuahkan hasil untuk mengajaknya berduduk berdua berbagi pengalaman.

__ADS_1


__ADS_2