Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Luka yang keberapa kalinya


__ADS_3

Mereka langsung menyisir area tempat smk sebelah nongkrong, tak ada kontak whatsapp,


"Langsung sisir dan jika ada yang nongol hidungnya langsung di sweeping saja." Ucap posa sedikit berteriak.


Jalanan masih begitu padat namun tak ada ketakutan didalam diri teman teman posa, mereka sudah menahan untuk tidak tawuran lagi namun jika ada yang buat gara gara mereka tak segan segan untuk menghilangkan salah satu jarinya.


"Ituu mereka...." marley berteriak sebab ia tak samar dengan orang tersebut.


"Kita ikuti mereka terus!" Ucap posa yang berada didepan sendiri.


Orang tersebut berhenti di salah satu rumah tertutup.


"Kita tunggu disini dulu." Ucap posa.


Tak lama mereka keluar ber 8 dengan menenteng sajam di tanganya. Dan berlari kearah gangnya posa.


"Anjing, maju sini..." ucap salah satu gang sebelah.


"Bangsat sini anjing." Teriak posa lantang, dan berlari menyerbu.


Jumlah gang posa lebih unggul dibandingkan gang sebelah, gang posa terus merengsek maju sampai akhirnya ada satu orang yang terjatuh lalu ditinggal begitu saja oleh teman teman temanya, akhirnya kita sayurin tanpa ampun, kita semua masih merasakan sakit yang dirasakan oleh econ.

__ADS_1


"Sayurin aja ini." Ucap posa tanpa rasa takut sedikitpun.


Musuh yang terjatuh pun langsung melindungi kepalanya dengan tangan.


Darah sudah mulai bercucuran di pakaian salah seorang musuh yang terkapar tersebut, posa mengejar yang lainnya, sampai ke gang gang perumahan.


"Jangan dibiarkan kalo kalian belum puas." Ucap marley.


"Anjing lu semua."


Ternyata mereka mencoba menyerang dari belakang dengan tambahan bala bantuan.


Pertempuran kedua pun pecah satu sama lainnya mencoba tuk memukul mundur dengan sajam yang diabitkan sana sini.


"Bajingan!" Teriak posa dan berlari.


Kematian ada ditangan tuhan itu yang membuat posa seberani itu tanpa menghiraukan kalau jumlah musuh dua kali lipatnya jumlah gangnya.


Posa langsung maju depan sendiri tuk menghalau musuh mendekati temanya yang mulai merasakan sabetan sana sini.


"Poss ayo kita mundur saja!" Ucap marley.

__ADS_1


"Kalian kalau mau mundur silahkan mundur!, aku masih kuat tuk menghalau musuh sebanyak ini."


"Crakkk." Salah satu tank musuh terkena sabetan celurit posa yang membuatnya terkapar ketanah.


"Sini maju lagi anjing." Ucap posa terus merengsek maju.


Mereka mulai mundur satu persatu dengan menyeret salah satu gangnya yang terkena celurit tadi.


"Kring kringg." Hp posa berbunyi.


"Siapa yang menelepon ini." Ucap posa dalam hati. Posa tak mengangkatnya sebab ia masih berhadapan dengan sajam. ia lengah sedikit gangnya bisa keserang dan akan banyak lagi teman teman yang berjatuhan.


"Bantuin gua maju anjing." Ucap posa keteman temanya yang mulai kelelahan.


Mereka pun kembali bringas supaya cepat mengakhiri ini semua.


"Posss ibu masuk rumah sakit." Pak jono mengabari posa lewat pesan whatsaap.


"Pak jon jangan kabari posa dulu ya." Ucap bu isna setelah pak jono mengirim pesan ke posa.


Begitu sayangnya bu isna kepada posa sampai ia tak mau membuat anaknya khwatir.

__ADS_1


Posa dan kawan kawan makin merengsek maju, luka luka sudah mulai terasa dingin di sekujur tubuh ini, darah mengalir kebawah meninggalkan bercak merah yang tertutup jaket.


__ADS_2