Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Mulai


__ADS_3

Muka posapun menjengkelkan jika dilihat, ia senyum senyum menahan. Antara iya atau tidak.


"Kebetulan aja ***, udah jangan diterusin lagi." Potong posa.


Obrolanpun kembali berlanjut, seperti biasanya lelaki nongkrong, tak ada perghibahan dan pembicaraanya berisikan buly an semua.


Bel kelaspun berbunyi, semua buyar tak tersisa, satu persatu teman posa melewati pagar pembatas kelas, sampai giliran yang terakhir ia dan maria. Berjalan beririangan dipimpin posa dan maria, ada yang membicarakan maria samar samar, penghuni sekolah posa pun sudah terbiasa dengan ini, anak kelas 3 di sekolahanya tak ada bau baunya sama sekali sebab pernah gang posa habisi karna berlagak sok keras.


"Yaudah gua kekelas dulu ya." Ucap marley saat sampai didepan kelasnya.


Sesampainya posa dikelas langsung duduk dikursinya dan mengerjakan beberapa pekerjaan rumah (pr) yang belum usai.


"Mau nyontoh gak lu, ni gua udah selesai." Ucap maria sembari menyodorkan bukunya.


"Boleh mar." Jawab posa singkat.


"Selamat siang." Ucap guru penjaskes saat memasuki kelas. Sekaligus guru wanita termuda dan tercantik disekolahan posa, sebut saja bu irma.


"Siang bu." Jawab teman kelas posa bebarengan.


"Baik sudah berganti pakaian semua belum?"


"Belum bu."


"Ya sudah yang belum berganti pakaian segera berganti pakaian, ibu tunggu dibawah."


"Baik bu."


***


"Bu isna." Ucap teman curhat ibu posa.


"Iya bu siti." "Gak jualan bu?" Sambung ibu posa.


"Jualan bu, tapi gak lama lama, anakku masih sakit dirumah."


"Sakit apa bu?"


"Demam tinggi semalam." Ucap bu siti.


" sudah diperiksakan bu?"


"Ini mau tak periksain."


"Cepat sembuh ya bu, kalo ada apa apa kabarin aja."


"Baik bu isna, saya pulang dulu ya bu."


Bu siti langsung mebereskan barang barangnya kemudian berjalan menuju rumahnya.


ibuk posa pun kembali melihati sekitaran ia berjualan dan sesekali melayani pembeli.


"Bu." Ucap pak jono yang baru berangkat keparkiran.


"Iya pak, mau makan dulu ndak?"


"Sudah bu sudah makan tadi aku dirumah."


Usia pak jono memang terlihat lebih tua tapi dalam segi umur ibu posa lebih tua dari pak jono itu sebabnya pak jono memanggil ibuk posa dengan sapaan bu.

__ADS_1


"Mobil hitam itu masih mencari ibuk tidak?"


"Sudah tidak pak akhir akhir ini." Ucap ibu posa sembari melayani pembeli gudegnya.


"Emang ibuk ada masalah apa?" Tanyw pak jono sembari sesekali menghisap rokok yang tertenteng di sela sela jarinya.


"Nanti tak ceritain pak, tak melayani pembeli dulu."


***


"Ayo cepat salin pos." Ucap maria dengan menenteng baju olahraganya lengkap dengan celananya.


"Nanti mar, gua mau nyelesain ini dulu, nanti gua nyusul."


"Okke." Jawab maria singkat.


Posapun kembali kebukunya yang hanya tersisa satu soal lagi ia sudah berusaha untuk menyepatkan tulisanya supaya cepat bergabung dipelajaran olahraga.


"Bangsat banyak bener ini jawabanya." Kagetnya sembari kesal saat melihat jawaban nomor lima.


bu irma mengabsen muridnya satu persatu sampai terdengar sampai depan kelas, sebab ia menggunakan toa kecil sekolahan.


Terlihat trio celingak celinguk (mencari cari) posa yang tak ada dalam barisan.


"Posa mana mar?" Tanya trio ke maria yang tak jauh barisanya dengannya.


"Masih di atas tri, ngerjain tugas pak joko dia." Ucap maria.


"Tumben." Ucap lirih trio.


"Mariaaa." Absen pun sudah sampai M dan tak lama huruf M yaitu huruf P


"Hadir bu."


Saat datang giliran posa dipanggil...


"Posaaa."


Posapun segera berlari dipembatas kelas dan berucap.


"Hadiir bu." Ucap posa dari depan kelas sekolahnya dengan berteriak.


Teman temannya pun spontan melihat kearah suara tersebut dan ketawa.


"Kalau tidak cepat turun saya alpa kamu pos." Ancam ibu irma, yang aslinya tidak sebegitu galak orangnya.


"Iya bu." Saya langsung turun."


Maria, econ dan trio pun geleng geleng dengan kelakuan posa yang ada ada saja.


"Posa ni memang ada ada saja." Ucap econ lirih.


Posapun segera berganti pakaian dan bergabung kebarisan, saat posa datang bu irma sedang memberitahukan pengumuman lomba antar sekolahan yang diadakan setiap tahunya.


"Cepat kamu baris posa." Ucap bu irma melihat posa jalan santay tanpa ada rasa bersalah sedikitpun.


"Okke anak anak, bulan depan ada lomba tahunan turnamen antar sekolah, rencana sekolah kita mau mengikuti semua lomba yang ada, makanya kalian sekarang olahraga yang rajin besok sabtu ada penyeleksian." Ucap bu irma panjang lebar.


"Untuk lombanya apa saja ya bu." Tanya salah satu teman posa.

__ADS_1


"Nanti browsurnya di tempel di mading." "paham."


"Paham bu." Ucap teman posa serentak.


"Ya sudah kalian cepat straching dulu."


Straching (pemanasan) pun dimulai dipimpin oleh arhan, mulai dari kepala sampai kaki.


Selesai straching, langsung mempraktekkan materi yang ada di buku pelajaran, setelah selesai mempraktekan pelajaran kemudian dilanjutkan dengan olahraga bebas apa saja.


***


"begini pak, posa itu mau diambil kakeknya, ia cucu satu satunya." Ucap ibu posa.


"Haaa." Pak jonopun nampak kebingungan dengan perkataan ibu posa barusan. "Maksudnya gimana bu isna?" Tanya pak jono.


"Iya kakek posa." Ibu posa mempertegas. "Ayah dari calon suamiku." Lanjut bu irma.


"Beneran bu?"


"Iya pak, aku tak mau melepaskanya, karna posa anakku satu satunya, walaupun aku tak tega melihat masa mudanya yang keras ini, dan mungkin saja jika dia hidup bersama kakeknya ia bisa bahagia."


"Berarti suamimu dulu orang kaya?"


"Iya pak, ayah dari suamiku punya bisnis properti, dan sekarang masih mencari penerus."


Terlihat pak jonopun tak bisa berkata kata lagi, ia diam kaget sekaligus ada sedikit masa cerah dikehidupan posa.


"Lah suamimu dimana sekarang bu isna?"


Pak jono dari pertama ketemu dengan bu isna saat posa masih kecil, bu isna tak pernah menceritakan hal ini kepadanya, yang ia tahu bapak posa sudah meninggal.


***


Pelajaran penjaskes pun selesai, teman teman posa pun mulai berbubaran, satu persatu ada yang menuju kelas ada yang kekantin untuk membeli air es terlbih dahulu.


"Ayo ke kantin dulu." Ajak maria ke posa, trio dan econ.


"Yaudah ayo." Posa pun langsung mengiyakan.


Jalan lah mereka berempat menuju kekantin sekolah, membeli es duduk dudk sebentar lalu beranjak ke toilet untuk berganti pakaian lagi.


Pr dari pak jono sudah terselesaikan, pelajaranya pun berlangsung seperti biasa mulai dari pelajaran pak jono sampai pelajaran terakhir.


"Pelajaran hari ini bapak tutup, jangan lup belajar dirumah, ayo segera siap siap pulang, lalu baca doa." Ucap guru pelajaran terakhir pertanda berakhirnya sekolah hari ini yang bagi posa hanya begini begini saja.


"Ayo pos kumpul kebelakang udah ditungguin ni." Ucap trio sembari memberitahukan kabar grup, grup sengaja ia senyapkan sebab brisik sekali.


"Ayo gass."


"Aku pulang dulu ya." Ucap maria saat berpisah dengan mereka bertiga.


"Iya mar hati hati." Ucap posa.


Tak lama maria masuk mobil ada pesan masuk di handphonenya, ia mengira itu chat dari anak buah aziz.


"Hati hati pos." Ucap maria melalui pesan whatsap.


Posa pun langsung senyum senyum sendiri dan sedikit bersemangat yang membuat trio dan econ heran.

__ADS_1


"Kenapa lu ***?"


"Gak papa con." Ucap posa tenang.


__ADS_2