Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Vespa tua


__ADS_3

"Hati hati, banyak yang ngincer pos."


"Ah sapa juga yang mengincarnya." jawabku dengan nada tak mau direndahkan.


"Ah lu jagoan jagoan tapi kalo urusan cewek lemah lemah pasti."


"Udah udah tak memesan rokok sama kopi dulu, gak enak ini perbincangan kalo gak ada penyanding."


"Hahahah, pesan dulu, tapi jangan lupa bayar." ledek firman.


"Man -" aku meliriknya.


"Hahahah sudah aman poss, pesan saja" sebegitu royalnya teman tongkrongan yang entah akan kurindukan suatu saat nanti.


Kupesan kopi dan rokok satu batang seperti biasa kulakukan, bagiku rokok itu suatu keharusan supaya pikiranku bisa berjalan dengan lancar.


"Kreeekk" kutarik kursi yang kosong supaya ikut melingkar.


"Udah mesen kopinya poss?" Firman bertanya.


"Lanjut-" jawabku sembari menghisap rokok dan kopi.


Obrolan pun mulai mengalir kembali, dengan tema random dan tak tersusun, itulah obrolan sehari hari kita dengan hal hal yang ada saja temanku entah dimana mendapatkanya hingga semuanya sunyi saat econ berkata;


"Ngapa pindah kebelakang, gak mungkin lu pindah cuman gara gara mulut lu kecut tidak merokok!"


"Tadi si arhan ikut nibrung, jadi obat nyamuk aku disana."


"Hahahahahha" ketawa temenku yang lain.


"Taik lah" aku menggerutu.

__ADS_1


"Gimana enaknya ni siarhan poss?" Tanya firman ke padaku.


"Biarin dah, buat apa juga kita mukulin dia cuman gara gara wanita, tidak gantlemen sekali kita." Jawabku.


"Perbanlu udah lepas man?" Aku bertanya kembali mengarahkan pembicaraan.


"Udah ni poss, kemaren tak lepas gak enak make perban gak bisa gerak bebas."


"Hahaha, makanya kalo pulang hati hati" aku mengingatkanya.


"Aman dah kalo itu mah."


"Beli motor vespa yang murah dimana ya?"


"Lu mau beli motor poss?" Econ tanya kembali kepadaku.


"Iya ni con tabungan gua dah kekumpul 7 jutaan lumayan."


"Gak enak nebeng econ mulu"


"Yaelah lu ini kayak sama sapa aja lu ini poss."


"Gak papa con biar enak aja gua mau kemana mana."


"Oh iya poss ada ni vespa 5.600.000.00 ditemen gua butuh uang dia" jawab padil, salah satu temanku yang hobinya berbengkel, dan jika motor temanku ada yang rusak ia pasti bakal mengeceknya dulu semisal ia tidak bisa baru kita taroh di bengkel.


"Bener dill?" Teguhku.


"Ia poss ada, bagaimana kalo kita sehabis pulang sekolah nanti kita liat liat dulu."


"Okke nanti ya sepulang sekolah."

__ADS_1


"Wah akhirnya wak gang kita punya motor gaiss, yang penting syukuranya lah anggur merah." Jawab temanku yang lainnya.


"Hahaha siap atuh."


Obrolan pun kembali mengalir dengan tenang dan adem melihat keluarga kecilku yang tuhan titipkan teman teman seperti ini.


Dan mungkin nanti kita akan berpisah, baik demi pendidikan ataupun pekerjaan. Tapi kalian bagian dari jurnalku dengan segala lika liku yang tak akan kulupakan sampai raga ini tak memiliki nyawa lagi.


Bel masuk kelaspun berbunyi, teman temanku mulai berbondong bondong memasuki kelas masing masing, akupun berpencar menuju kelasku bersama econ dan trio, kelasku berada di paling pojok dan kelas yang terkenal dengan orang orang yang jago futsal dan sepakbola.


"Tadi jadi kekantin belakang poss?"


"Jadi mar."


"Ngapa gak ikut nibrung aja tadi."


"Gak papa mar, gak enak aja takut ganggu kamu."


"Hilih" ucap maria sembari tersenyum dan kembali memerhatikan papan tulis yang sudah berisi angka angka kepastian yang entah aku belum tahu gunanya untuk apa.


"Oh iya jadi ikut futsal gak nanti?"


"Jam berapa jadinya?"


"Jam 8 malam poss."


"InsyaALLAH bisa, nanti gua ajak econ ya?"


"Ajak aja gak papa."


"Okke."

__ADS_1


__ADS_2