
'Iya pos,makanya aku ingin bergabung dengan orang yang maaf kata ekonomi dibawahku agar aku selalu bersyukur seperti ini, btw bijak kali kau, ku kira kau hanya petarung disekolahan yang tidak memikirkan pendidikan'
Motor butut ini jadi saksi pertamaku betapa aku bahagianya hari ini, ku berkata dalam hati 'mogok juga gak papa tut lu, biar makin lama aku' gumamku dalam hati.
'Itu pos, rumahku'
'Tidak mungkin rumahnya sekecil ini' ucapku dalam hati,'ia berangkat sekolah saja menggunakan mobil alphard dan sopir pribadi'
Kuparkir motor bututku di rumah yang tidak layak pakai, dengan genteng berwarna ketuaan dan pondasi yang sudah banyak kropos.
Maria membuka helm dan sementara aku masih melamun tidak percaya.
'Ayo pos, masuk dulu' ajak maria kepadaku.
'Ini rumahmu mar?' Tanyaku kepadanya sembari membuka helm perusak ketampanan.
'Iyah pos' ia mengangguk sembari tersenyum. dan spontan ku kernyitkan jidatku tanda ku tak mempercayainya.
'Ayolah masuk saja' ia mengungatkanku untuk yang kedua kalinya.
Kutarik napas dalam dalam dan berjalan beriringan dengan maria.
'Lo mar kok kita berbelok kesini?'
'Sudah ayo ikut saja pos'
Aku hanya bisa diam dan mengikutinya dari belakang dengan isi otak yang tau tahu arah.
Dan tanpa kusadari ada rumah mewah nan megah dibalik rumah tidak layak huni ini, dan sekarang aku percaya bahwa ini rumah maria yang sesungguhnya.
__ADS_1
'Tadi rumah siapa mar?' Aku bertanya kepadanya.
'Rumahku poss, baru beli kemaren rencanya mau dibuat bagasi motor sama mobil'
'Owalah' sembari ku menggaruk garukkan kepalaku tanda bingungnya dan kagumnya ada rumah sebesar ini dan semewah ini, dengan desaign yang ke modern modernan dibalut dengan desaign classic menjadi khas rumah ini begitu megah nan anggun.
Gemetar, kagum, dan rasa yang menggebu gebu kualami saat menginjakkan kaki ke dalan rumah.
'Assalamualaikum mam'
'Waalaikum salam nak'
Suara sendal mulai terdengar mendekat dan tak lama muncul wanita atau ibu maria dari lantai dua sembari menjulurkan tangan ke anaknya dan kepadaku.
'Aku langsung pamit saja ya mar'
Aku ingin segera keluar dari rumah ini, dan menuju ke parkiran.
'Oh nak posa mau balek dulu, ya gak papa nak kan dia pingin pulang dulu'
Tak kuasa hati ini menahan betapa hinanya wanita ini, dan tanpa menyadari kita sesama makhluk tuhan dan kekayaan kita hanya milik tuhan.
'Okke bu, mar, aku balek dulu ya'
'Terima kasih posa, besok lagi ya' ucap maria.
Saatku mulai meninggalkan rumah tersebut terdengar ibu maria mengucapkan, 'kenapa kamu mau kumpul dengan lelaki dekil itu mar, nanti bau kamu'
Suara itu memekikan telingaku.
__ADS_1
'sudahlah, namanya juga ibu ibu' gumamku enteng demi menenangkan rasa emosiku.
******
'Assalamualaikum bu' ucap iyok kepada ibukku.
'Iya yok, gimana, nyari posa po?'
'Iya bu, tadi diparkiran dia gak ada'
'Coba telpon saja yok'
******
Hpku bergetar, dan aku langsung meminggirkan motorku dari jalan besar ini.
'Iya yok'
'Pos...., dimana lu?'
'Dijalan gua habis dari godean, kenapa yok'
'Tak apa poss, anak anak cari lu ni, si firman ulang tahun katanya'
'Walah yaudah nanti malem selesai markir gua langsung otewe ke tongkrongan dah' jawabku pada iyok.
'Janji ya'
'Iya yok'
__ADS_1
'Siap ditunggu'
Kunatikan handphone ku hidupkan motor butut ini dan melaju kembali menuju parkiran dengan pikiran yang lega dan gersang.