
Tak jauh dari tempat posa berenti tadi ada toko buah yang masih buka, dan posapun langsung mengarahkan motornya kesana.
"Gua tunggu sini ya mar."
"Iya poss." Ucap maria sembari berjalan menuju kepenjualnya.
Maria terlihat sedang memilah milah buah untuk ia masukkan keranjang belanja, ia membeli banyak sekali buah buahhan, ada berbagai macam buah segar yang ia beli.
"Ayo poss gass lagi." Ucap maria sembari mendekat kearah posa.
"Banyak bener belinya mar!."
"Gak papa kan bisa buat anaknya bu izzah juga nanti."
"Oh iya iya, sini taro depan aja jangan lu pangku." Ucap posa sembari mengadahkan tangan kebelakang untuk mengambil kantong kresek buah.
Lalu posa taro depan dan melanjutkan perjalanan lagi menuju rumah bu izzah.
Sampailah dirumah yang tak begitu besar dan tak begitu kecil, didepan ada seorang lelaki tua duduk dengan menghisap kopi, dan ia memicingkan alisnya tanda tak kenal siapa yang datang.
Kamipun langsung turun dari motor lalu menyalami bapak tersebut.
"Mau bertemu siapa nak?" Tanya lelaki tersebut dengan suara keserak serakan.
"Bu izzahnya ada pak?" Ucap maria ke bapak tersebut.
"Oh ada, saya panggilkan dulu ya."
"Zah zah." Ucap seorang lelaki tersebut dengan nada sedikit berteriak.
Dan tak lama bu izzah pun keluar dengan menggunakan jaket dan celana panjang, ia pun nampak kaget siapa yang datang.
"Non maria." Ucap bua maria dembari menjulurkan tangan untuk bersalaman.
"Hehe iya bu, ini aku ada buah buahan buat ibu supaya ibu lekas membaik, dimakan ya, istirahat yang cukup bu, rumah nampak sepi gak ada ibu." Ucap maria sembari memberikan kresek buah tersebut.
"YAAALLAH non, banyak sekali ini, kamu tau dari mana ibu sakit?" Ucap bu izzah dengan nada kaget.
"Dari pak satpam tadi sore." "Ndak papa bu, yang penting dimakan biar ibu cepat sembuh." Sambung maria.
"Terima kasih banyak ya non, duduk dulu ibu buatkan teh."
"Ndak usah bu, aku langsung pulang saja sudah malam."
"Emang non dari mana?" Tanya bu izzah.
"Habis maen futsal bu."
"Oalah, lah temenmu ini pernah kerumah non juga to?" Ucap bu izzah sembari menatap muka posa.
"Iya bu, ini namanya posa."
"Oh iya iya no, salam kenal nak posa."
"Iya bu salam kenal juga." Jawab posa dengan nada gugup.
"aku temen kelasnya maria." Sambung posa.
"Oh iya iya, nitip non maria ya."
"Baik bu."
"Yaudah bu kita lanjut dulu ya, mau langsung pulang aku sudah gatal gatal badanku habis maen futsal."
__ADS_1
"Oh yaudah non, hati hati ya, salamin ke ibuk bapak."
"Baik bu, assalamualaikum." Ucap maria sembari menaiki motor posa.
Mereka berdua pun langsung menuju kerumah maria.
"Akrab sekali ya kamu mar ama pembantumu."
"Iya poss, udah tak anggep ibuk sendiri, sebab ibuku tak pernah ada ruang untukku bercerita."
"Oalah iya iya. Wajarlah mar kan begitu juga buat dirimu."
"Iya poss, tapi aku perku pelukan hangat dari ibuku."
"Sudahlah mar, kita tanpa orang tua tidak bisa sebesar ini sekarang."
"Betul poss."
"Yang penting bersyukur atas apa yang tuhan berikan kekita mar."
Maria mengangguk ngangguk terlihat dari kaca spion.
Obrolanpun berhenti dengan posa yang masih terkagum kagum dengan sifat maria memanusiakan manusia tadi.
Tak ada satu katapun terucap hingga sampai rumah maria.
"Yaudah aku pulang dulu ya mar."
"Iya pos makasih ya." Ucap maria ,sembari mengajak toss.
Posapun langsung memutar balikkan motornya dan langsung tancap gas.
"Hati hati dijalan." Ucap maria saat posa mulai menekan gas motornya.
"Bu aku keluar nongkrong dulu ya, mau syukuran kecil kecilan buat mereka."
"Iya nak hati hati dijalan, salamin ke temen temenmu."
"Baik bu." Ucap posa sembari menyalami ibunya dan langsung pergi.
***
"Posa mana ni gak sampai sampai." Ucap bagas.
"Coba ditelpon." Saut econ.
Bagaspun langsung mengeluarkan ponselnya lalu menelepon posa. Telpon dari bagaspun tak posa angkat angkat. Sampai firman berucap
"Tunggu saja mungkin masih dijalan."
"Okke lah, udah gak sabar ini pengen liat wajah posa yang berseri seri."
"Hahahha." Tawapun pecah.
"Tu udah kedengeran motornya." Ucap padil.
"Akhirnya yang ditunggu tunggu dateng juga." Ucap marley dengan nada sedikit keras supaya posa mendengarnya.
Orang yang ditunggu tunggupun sampai, posa langsung menyalami temannya satu persatu lalu mengeluarkan rokok 3 bungkus, dan menyuruh jerry untuk membeli minuman.
"Jerr, beli anggur merah ni 5 botol aja." Ucap posa sembari memberikan uang ke jerry.
"Okke pos, boleh nyoba motor baru lu gak ni gua."
__ADS_1
"Pake aja jerry ini kuncinya."
Jerry pun langsung berangkat ketempat biasa kita membeli minuman.
"Ada yang habis maen sama cewek idaman sekolah ni." Ucap firman deng lagak tengilnya.
"Wah dari tadi ternyata kalian gak selesai selesai ghibahhin gua nih." Ucap posa sembari tersenyum senyum.
"Iyalah kami semua tu bersyukur lu masih suka cewek, gua kira guy."
"Hahahaahha."
.
Ketawapun pecah.
"Wah gak lah ***, normal gua ya." Ucap posa mengelak.
"Na kalo lu jalan ama cewek kan kita percaya kalo lu suka cewek." Firman tak henti hentinya membulyku.
Suasana hangat kurasakan dari seseorang yang bersaudara namun tidak serahim, teman adalah sesuatu yang berharga bagiku, aku banyak mengambil hikmah dari pertemanan yang bisa dibilang toxic tapi banyak faedahnya.
Perbincangan pun tak ada habisnya pasti ada saja tema yang disajikan tidak ada pembawa acara namun tersusun rapi pembahasanya.
Hingga tak lama jarry datang dan mengaba aba dengan suara gentingan botol minuman.
"Seperti biasa, econ bandar." Ucap firman lagi.
Firman memang tengil namun ia pemberani dan peduli dengan satu sama lainya, tak ada sifat egois dalam dirinya.
Botol pun mulai berputar dengan diawali dengan bandar dan memutar searah jarum jam. Rokok mulai terpampang satu persatu di mulut teman temanku, perbincanganpun dilanjutkan.
"Gimana pos rasanya jalan aka cewek cantik?" Ucap marley menghidupkan suasana malam sembari diiringi musik musik metal.
"Ah biasa aja, maria tu sudah punya cowok, ia tadi minta jemput pas mau futsalan."
"Ah taek futsal gak ajak ajak nih." Ucap bagas.
"Gak enak gua gas mau ngajak kalian, orang gua aja diajak, besok lah kita agendain sparing lawan timnya maria."
"Ngapa maria gak diajak kesini aja, nemenin kita minum."
"Jangan ***, gak enak kalo ada ceweknya minum tu jadi canggung nanti malah." Ucap posa, menutupi kebeneran kalau maria memang ingin ikut tapi posa larang.
Pembicaraan masih berlangsung dengan pembahasan yang berganti ganti, rokok mulai terkikis habis, minumanpun tinggal botol terakhir, waktu sudah menunjukan pukul 02.00 teman teman posa sudah pada mulai teler dan ada yang pamit diluan tersisa posa, econ, firman dan jerry yang masih sanggup memutar botol.
"Ditenggak aja jangan make gelas lama." Ucap jarry.
Gelaspun disingkarkan dan jarry mulai menenggak amer tersebut dilanjutkan dengan si econ lalu jarry kemudian posa habiskan.
"Udah habis ini, aku pulang dulu ya." Ucap posa ke yang lainya.
"Terima kasih poss." Ucap firman.
"Okke man aman."
"Pos bareng." Teriak econ sembari berjalan sempoyongan menuju motornya.
"Aman kan lu con."
"Aman pos, ayok gass."
Kami berduapun langsung menancap gas meninggalakn firman dan jarry yang masih mengumpulkan niatnya tuk pulang kerumah.
__ADS_1