
"Gak papa mar, gak enak aja takut ganggu kamu."
"Hilih" ucap maria sembari tersenyum dan kembali memerhatikan papan tulis yang sudah berisi angka angka kepastian yang entah aku belum tahu gunanya untuk apa.
Tak terasa jam pun menunjukan pukul setengah tiga, menanjakan waktunya bell pulang berbunyi.
Tak lama bell berbunyi terdengar suara bising motor rx king dan knalpot racing menggeber geber didepan kelasku.
Aku tadinya tak meperhatikan, ku kira ada anak kelas 1 yang sedang merayakan hari guru nasional, tapi suara bising motor ini tak berhenti henti sampai ....
"Mana possa!" teriak si aziz.
Teman sekelasku langsung melihatku serentak, "ada apa e, kok melihatku begitu" aku menjawabnya dengan muka tak tahu sebab aku tak mendengar suara aziz memanggilku.
"Mana posaa?" Ucap pak guru dengan nada sinis.
"Iya pak kenapa" jawabku dengan biasa saja sebab aku belum mengetahui bising bising motor dibawah itu mencariku.
"Ada yang cari lu poss tu dibawah" sela econ.
"Aziz ni pasti" ucapku dalam hati.
"Poss coba itu temuin dulu" sambung maria.
"Ijin keluar sebentar ya pak!"
"Silahkan." Guruku mengijinkanya.
Akupun langsung menuju keluar diikuti econ dan trio. Didepan kelas bagas, firman, dimas, jerry, marley dan yang lainya sudah menunggu. Bapak ibu guru didalam kantor keluar semua tak terkecuali, terlihat pak riski dan satpam mencoba menenangkan murid murid tersebut, apalah daya gang sebelah menggunakan sajam semua sampai pak riski dan satpam menjaga jarak aman.
"Woi possa ..." teriak aziz kepadaku.
"Turun lu jangan diatas terus anj***" sambungnya.
__ADS_1
Akupun bergegas turun. Mereka tak ada henti hentinya membisingi sekolahku dengan motor mereka masing masing, makin lama makin intens sampai Kudekati gerombolan gang tersebut, barulah si aziz mengisyaratkan untuk berhenti menggeber geber.
"Awas nak" ucap pak riski kepadaku.
Ku kode dengan jari jempol pertanda aman.
"Kalo mau janjian jangan disekolah setan ..." bentakku.
"Ngapa anj*** emang gak boleh." Sambut aziz.
"Taik lu, gak keren gak lu datengin sekolah gua, sok belagu geber geber lagi."
"Anjing emang lu ini setan ..." ucap salah satu gang aziz sembari mengacungkan celurit kepadaku.
Mereka semua menggunakan penutup muka, yang terlihat hanya mata hidung dan mulut saja, sampai sampai tak kukenali kecuali si aziz.
Akupun refleks mundur saat gang aziz mengarahku dengan menodong sajam.
"Co jangan disekolah goblok, banyak yang merekam!" Ucap aziz
"Co" kuingat namamu anjing, ucapku dalam hati.
"Ayo janjian anjing dimana?" Tanya aziz kepadaku.
"Okke gua tunggu ditempat biasa besok hari senini sepulang sekolah ..." ucapku dengan nada tinggi.
"Awas lu semua ya" ucap salah satu gang aziz .yang lainnya sembari meninggalakn sekolah dengan menggeber geber.
Murid sekolahpun kembali kekelasnya masing masing dan ada juga yang sudah pulang duluan.
"Gua tunggu di kantin belakang ***" ucap firman kepadaku.
"Lu udah pada balek."
__ADS_1
"Udah, makanya jangan masuk ipa"
"disela sela genting gini masih aja becanda si taik ini." Jawabku.
"Okke gua kekelas dulu sebentar belum dibolehhin pulang ama guru gua" sambut econ.
Temanku pun langsung menuju kekantin belakang sekolah temoat kita istirahat kelas, aku, econ dan trio kembali lagi kekelas untuk mengambil barang barang.
"pak, udah boleh pulang." Tanyaku kepada guruku yang tadi mengajar, di tangga.
"Udah poss." Disusul dengan teman kelasku yang lainya, tak kulihat maria keluar dari kelas.
"Okke pak" jawabku.
Saat sampai dikelas. "Mar, kenapa belum pulang?" Sembari kulihat mejaku econ dan trio sudah tak ada buku lagi dan tinggal menggendong saja.
"Lu rapihin buku gua, econ ama trio."
"Iya poss." Jawabnya singkat.
"Hahaha" kita bertigapun hanya ketawa.
"Malah ketawa" jawabnya.
"Yaidah ayok dah pulang." Kuangkat tas dan berjalan menuju warung belakang untuk menyusul teman temanku yang sudah menunggu.
"Lu udah dijemput?"
"Tu." Ia menunjuk kearah gerbang, terdapat mobil hitam dengan jelas di depan gerbang sekolah.
"Aku balek dulu ya, nanti jangan lupa." Ucap maria sembari menuju kegerbang kelas kemudian masuk mobil.
"Anak orang kaya mah enak, jarang kena matahari." Celetuk trio.
__ADS_1
"Ah sudahlah kita punya rezeki sendiri sendiri." Ucapku memutus omongan yang mungkin saja bisa melebar.