Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Rasa yang sama


__ADS_3

Posa berpikir dua kali, posa tersenyum, sampai membuat maria yakin bahwa posa ingin keluar kelas melihat mereka seleksi.


"Gak dah ngantuk gua pengen tidur." Ucap posa sembari merebahkan badanya kembali. Dan diikuti maria berbaring juga namun beda arah kepala posa berlawanan dengan kepala maria.


"Kenapa ikut ikutan tidur ni malah." Ucap posa dengan sembari memejamkan mata.


"Gak papa pingin aja." Jawab maria jutek.


"Jutek amat atuh jawabnya!, hehehe."


"Biarin kamu gak asik, gak mau nemenin aku" Jawab maria singkat.


"Yaudah ayo keluar kita lihat mereka seleksi." Ucap posa sembari duduk kembali.


"Hihihi yok gass." Ucap maria sembari tersenyum kecil.


Maria pun lalu menarik tangan posa yang menjulurkan tangan untuk berdiri, ia tak bisa melihat wanita yang ia sukai badmood sendiri.


"Tapi nanti michael cemburu liat kita?"


"Ya gak mungkin poss, santay bae dah to, ayoo" ucap maria sediit menggebu.


"Yaudahlah yo gass."


Mereka berdua berkeliling melihat teman teman yang sedang bersiap diri mengikuti seleksi, terlihat wajah wajah mereka yang ceria. "Sial kenapa waktu kayak gini malah aku ndak bisa ikut." Ucap lirih posa dalam hati.


"Yok kesana, ada econ tu, ama yang lainnya." Ucap maria sedikit mengajak.


"Semangat ***." Ucap posa dengan suara sedikit keras.


"Woi poss, akhirnya mau keluar juga lu." Ucap econ.


"Iya ni gara gara ini." Ucap posa sembari melirik maria.

__ADS_1


Maria langsung menjiwit posa tanpa ampun sampai posa kesakitan.


"Weh weh kok udah baikan aja." Sindir firman.


"Biarin ah kan makin seneng gua liat ketua ceria ni." Tambah marley.


Maria nampak senyum senyum malu, sampai ia tak bisa membendungnya. "Ah ellu mah poss." Tambah maria sembari tertawa.


"Hahaha." Yang lain pun ikut menyauti.


"Suttt fokus aja dulu seleksi *** pada an, nanti becandanya dibelakang aja." Ucap posa memberikan semangat kembali, lalu beranjak menjauhi lapangan.


"Pehatian perhatian ..." teriak michael sebagai ketua osis menggunakan toak." "Baik seleksi akan dimulai persiapkan diri kalian!!"


"Ayo." Teriak posa dibarengi tepuk tangan.


"Bahagia bener lu?" Tanya maria disampingnya.


"Ah ellu mar yang buat gua gak merasakan sedih gak ikut seleksi, lu kenang mar buat gua jatuh cinta pertama kali, tapi gua belum berani ngungkapinya mar, karna faktor ekonomi." Ucap posa dalam hati.


"Yang bener poss? Atau karna aku?"


"Haha ada ada bae lu gak mungkin lah."


"Sok jual mahal lu." Ucap maria dengan mulut sedikit menye menye.,


Mereka pun lau berbaris sesuai arahan osis dengan dipimpin oleh coach yang disewa sekolahan dari ssb garuda.


"Okke baik, saya akan memantau perkembangan kalian dari seleksi sampai nanti selesai turnamen." Ucap coach tersebut.


"Anjir coach rahmat." Ucap posa lirih.


"Lu kenal poss?"

__ADS_1


"Kenal mar gua pernah ketemu pas turnamen suratin, anak didiknya lawan terberat gua dulu."


"Lu pernah ikut suratin?" Jawab maria yang langsung diiyakan posa sembari mengambil handphone dari sakunya.


"Ni liat kalo ndak percaya." Posa menunjukan fotonya saat turnamen suratin.


"Sini gua liat!"


"Nih." Posa memberikan handphonenya kemaria dan langsung melihat teman temanya kembali.


"Wah ini foto siapa" tanya maria penasaran.


"Oh ini foto ibuk waktu muda, cantikkan?"


"Ah yang bener poss?"


"Iya maria." "Nanti kalo lu slide slide lagi banyak foto ibuk pas muda" sambung posa.


"Eh iya iya kok lu simpenin."


"Ibuk gua gak punya handphone android mar, makanya foto fotonya di gua semua." jawab posa melihat maria serius.


"Oh iya iya, kirain ceweklu."


"Mana ada cewek yang mau ama orang dekil ni jaga parkir lagi, hehehe."


"Husst gak boleh gitu poss, pasti ada ada." Ucap maria.


"Sebenernya gua mulai tertarik ama lu poss, tapi gak mungkin gua sebagai cewek ngungkapin duluan." Ucap maria sembari memandangi foto digalery posa.


"Mar lu diliatin michael terus tu."


"Ah biarin dah, nanti gua kesana biar dia ndak curiga."

__ADS_1


"Wah kacau emang lu mah." Ucap posa singkat.


__ADS_2