Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Kantin sekolah


__ADS_3

Dibangku kelas sma ini, hatiku mulai bisa menerima wanita, yaitu maria, tak kusangka jiwa ini luluh, entah apa yang wanita ini miliki hingga banyak lelaki menyukainya, dan aku lelaki yang biasanya tidak terlalu ingin dekat dengan wanita, semenjak melihat maria pertama kali rasa penasaranku semakin besar jiwa ingin memilikiku semakin menutupi diamku, dan akhirnya aku bisa mengajaknya mengobrol berdua untuk pertama kali. Bukan suatu kebanggaan.


"Tak tak tak" terdengar suara langkah kaki bersautan.


"Dikantin sekolah apa tempat temanku beristirahat?" Tanyaku.


"Dikantin sekolah bae, poss" jawab maria.


"Okke" tak terasa dah sampai kantin.


"Mau pesen apa mar?" Tanyaku.


"Es teh aja poss" jawabnya singkat, sembari mengeluarkan hape yang belakangnya terdapat buah apel tergigit (iphone), aku tak tahu pasti itu iphone berapa, tapi terlihat nampak bagus dari belakang.


*******


"Conn, posa kemana?" Tanya jerry.


"Gak tahu aku jerr, tadi masih dikelas saat aku keluar" jawabnya.


"Tumben bibirnya tidak gemetaran, biasanya sebelum yang lainya datang ia sudah habis setengah batang rokok surya."


"Yaudah biarin mungkin dia tidur dikelas, atau nanti kita mampir kekantin sekolah, sebelum bell masuk berbunyi" firman menambahkan.


"Okke" jawab yang lainnya.


*******


"Bu es teh satu, kopi satu ya" pesanku ke ibu kantin.


"Okke, poss" jawabnya, "tumben istirahat dikantin poss" sambungnya.


"Tak apa bu masih pingin aja" jawabku singkat sembari menuju meja tempat maria duduk.


"Sreeek" aku memindahkan kursi kebelakang dan duduk sembari mengeluarkan handphone vivo yang sudah tak layak pakai.


"Handphonmu bagus mar?" Aku memulai basa basi.


"Bagus handphone mu poss" jawabnya, 'ini handphone bekas kakakku" sambungnya.

__ADS_1


"Handphone mahal ya pasti" tanyaku sembari menggarukkan kepala.


"Kakakku yang beli, murah mungkin" maria menjawabnya sembari menaruh handphone di meja.


Grogi aku, tak sampai aku memandang wajahnya lama lama.


"Ini pesenannya poss, wih siapa ini poss, cewekmu, cantik" ibu kantin memecah keheningan sekaligus membuat kecanggungan.


Aku tampak kaget hingga membuat ibu berkata "jangan gerogi atuh poss, enjoy bae."


Terlihat maria tersenyum.


"Bukan bu, ini maria murid pindahan dari lampung."


"Ini ibu tina namanya mar, dia udah lama katanya jualan disini."


"Oh ini maria yang banyak di bicarakn cowok cowok sekolahan."


Terlihat muka maria nampak kaget, dan bertanya tanya


"Apa iya ibu?"


"Iya" jawab bu sri.


"Ah ibu, bukan siapa siapa posa ini bu, cuman teman aja"


"Bentar lagi mungkin bu" maria nyeletuk.


"Der der der" jantungku bergerak keras, dunia berisi bunga mawar, berbunga bunga, mekar diantara sesempitnya dunia, hingga mulutku bergetar dan mataku tersanjung melihat keindahannya. "Aamiin" lirihku dalam hati.


"Yaudah ibu tinggal dulu ya, awas pos air ludahmu jatuh, kebanyakan mlongo"


"Ha aku kecolongan, memang bu sri ini jahil sekali" ucapku dalam hati.


"Aman bu, bisa dikondisikan" jawabku.


"Hahahahah" maria tertawa lepas, "kenapa mlongo mlongo tadi lu poss?"


Maria memojokakanku.

__ADS_1


"Ah tidak papa mar, kaget aja mar kamu berkata begitu"


"Becanda aja poss, biar gak garing", "toh aku masih punya pacar, tapi dilampung dia, dan udah berapa hari ini tak ada kabar"


Ternyata maria sudah ada yang punya, pasti cowoknya sama sepertinya banyak uang juga? Atau sama sepertiku tak memliki apa apa?


"Udah kamu chat belum dia?"


"Sudah poss tapi centang satu wa nya."


"Ohh mungkin ia tidak ada kuota atau masih ada urusan marr."


"Dirumahnya ada wifi, mungkin."


"Tapi tumben tumbenya ia tidak berkabar denganku sampai tiga hari ini"


"Udah jangan dipikir dalem dalem mar, udah masih ada urusan mungkin, aku juga mungkin seperti itu jika ada urusan yang mengharuskaknku tidak memegang hp, contohnya saat menjaga parkiran dimalioboro" sembari tersenyum.


"Aman kok poss, tidak terlalu aku pikirikan."


"Na bagus lah kalo gitu, kalo ada apa apa cerita bae sama posa mar, kali aku ada solusi."


"Siap dah."


"Minum es lu tu, keburu jadi anget"


"Sampai lupa ya, kamu gak pesen es, panas panas begini pesenya kopi"


"Iya mar, biar gak ngantuk dikelas" padahal yang membuatku melek bukan kopinya atau kafeinnya tapi kamu mar.


"Halah ujung ujungnya masih tetep tidur kamu"


"Hahahah" tertawa lepas aku.


Tak sadar banyak orang yang memandangiku dengan maria dan tampak arhan disitu juga Hingga spontan aku berkata "hallo han, sini duduk bareng."


Aku berharap arhan tidak pindah dari tempat duduknya tapi perkiraanku salah ia membawa pesananya dan duduk bersamaku dan maria.


"Ah siall" jawabku dalam hati.

__ADS_1


Dan suasana pun ditutupi dengan berlagakan sombong arhan didepan maria yang membuatku muak dan tak mood lagi untuk berbicara.


Next eps


__ADS_2