Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Haru di ujung senja


__ADS_3

"Yangg."


"Apa yang, tumben ngechat?" Jawabku sinis sebab sudah beberapa hari ini ia tak mengabariku.


"Gak papa yangg, putus aja ya kita kayaknya udah gak bisa bareng lagi."


Hatiku kacau, suram, dan geram, tapi tak apa memang ini yang aku inginkan. Aku sudah lama mengetahui pacarku di lampung selingkuh.


***


"Bu, yang lain gak pada kesini." Ucap posa ke bu sri.


"Gak ada pos." Jawab bu sri sembari melayani seseorang yang sedang membeli.


"Es teh satu bu." Pesan posa kepada bu sri.


"Kau gak mesan dil?" Tanya posa ,,pada padil.


"Enggak pos, gak megang uang aku." Jawabnya sembari cengengesan.


"Mau mesen apa kau?, santai aku ada uang ini." Jawab posa.


"Tidak lah pos." Padil memang seperti itu, temanku yang satu ini memiliki sifat yang tidak enakkan.


"Bu es teh dua." Ucap posa.


Posa pun beranjak mengambil rokok ditempat biasa bu sri menaruhkan rokoknya, kuambil dua batang ku beri padil satu lalu kuhisap satu.


"Aku habis ini mau futsal dil, ikut ndak?" Tanya posa.


"Jam berapa?" Jawab padil.

__ADS_1


"Jam 8 dil."


"Gak bisa keknya pos, aku mau nganter ibukku."


"Okke okke aman dil." Jawabku.


Kamipun menghisap rokok sembari memandangi orang berpacaran di warung bu sri, rasa rasanya dunia milik mereka berdua yang lainnya ngontrak.


Tak terasa minuman kamipun habis. Posa pun lalu menuju bu sri untuk membayar dan pulang kerumah masing masing.


..."Duluan ya gua poss." Ucap padil....


***


"Kamu selingkuh to shr, aku udah tau lama, dan akhirnya kamupun memutuskanku." Ucap maria di pesan whatsapp.


Ashr pacar maria memang suka caper di sana sana, dan wajar saja semenjak maria pergi dia sudah punya pengganti yang siap menemaninya dengan segala hal bodohnya.


"Ada yang memberitahu kepadaku, dan itu juga ada buktinya, sudahlah aku sudah muak dengan segala hal ataupun alasan dari mu."


Maria pun langsung memblokir nomor ashr dan menghapus kenangan kenangan yang telah maria lalui dengan ashr sembari menangis tersedu sedu.


"Setan kau shr, bangsat kau, bajingan kau ..." kesal maria, sembari ******* ***** bantal gulingnya.


***


Posapun langsung menuju ke tempat jualan ibunya. Tampak senja sudah menampakan jingganya pertanda sebentar lagi maghrib berkumandang.


saat sampai motor kuparkirkan tak jauh dari tempat ibukku, supaya ibukku nanti bisa melihat jika ia menanyakanya.


"Bu." Ucap posa.

__ADS_1


"Weh anak ibu udah pulang, mana motornya?"


"Itu." Ucap posa sembari menunjukan ke arah motornya.


"Akhirnya mimpi anak ibu kesampaian hari ini." Ucap ibukku sembari menyeka air matanya. "maafin ibu nak, kamu ingin membeli motor saja menunggu sampai tiga tahun."


"Sudahlah bu jangan bersedih, aku berusaha untuk tidak menambah beban pikiran ibu kok, aku masih bisa cari uang sendiri, yang terpenting ibu sehat sampai mimpi mimpiku yang lainnya kesampaian bu." Ucap posa sembari memijat mijat kaki ibu. "Nanti kita pulang naik motor ya bu, sidah tidak jalan lagi."


Ibu posa terdiam lama sembari menyeka air matanya dan tertundun menatap bumi.


"Iya nak nanti kita pulang naik motor." Jawab ibuku.


"Sudah sudah bu, ada yang beli tu."


"Mau beli gudeg bu?" Ucap posa kepada pembeli yang baru datang.


"Iya nak, 3 bungkus ya."


Ibu posa langsung menyiapkan gudeg, posa pun membantunya supaya cepat selesai. Haru bahagia sore ini kurasakan dengan hangat sebab ibukku sampai sampai meneteskan air mata.


"Ayo nak kita beres beres lalu pulang." Ucap ibu posa selesai memberikan gudegnya ke penjual.


"Ayo bu." Jawab posa.


Posa dan ibuknya pun segera membereskan barang barang lalu beranjak menuju motor.


"Gimana bu, enak gak?"


"Enak le."


Terlihat dari spion ibukku senyum senyum yang membuat mulutku tak bisa berkata kata lagi.

__ADS_1


__ADS_2