
Terlihat dari kejauhan rumah tak layak pakai dengan pintu yang masih tertutup rapi, ibuku pasti sedang menyiapkan daganganya dan bersiap berangkat menjual jajakan seperti biasanya, dan aku baru saja pulang minum minuman dengan badan yang sedikit sempoyongan, apakah aku akan dimarahi?, tentu tidak, sebab ini sudah menjadi hal biasa di mata wanita yang paling aku cintai. apakah aku durhaka?, mungkin tidak sebab ibukku meridhoinya tapi tidak dengan tuhan yang sudah melarangnya lewat nas nas nya yang agung.
'Assalamualaikum bu'
'Iya waalaiakum salam nak'
Ia buka pintunya, kusalimi tanganya kemudian aku mencopot pakaianku tersisa celana pendek, membuat kopi setengah gelas kemudian duduk di depan rumah menghabiskan satu batang rokok sembari melihat anak anak berangkat sekolah bersama teman teman nya, kemudian beranjak kekamar mandi, itulah kegiatanku dipagi hari jika aku bangun lebih pagi dari biasanya.
Mandi selesai, pakain pramuka kupakai lalu kutunggu econ didepan rumah dengan kuselingi satu batang rokok dan kopiku yang belum habis tadi, ibukku sudah berangkat ke tempat ia menjajakan makanannya, dirumah terasa sunyi jika ibu tak ada, itu yang aku takutkan aku bakal kesepian jika ibu sudah menghadap tuhanya, aku tidak mau sekarang, aku masih ingin ia disampingku sampai aku bisa memberikanya hadiah haji atau umroh, cita cita ku dikelas dua sma hanya itu saja sekarang, dulu aku bercita cita ingin menjadi tentara semenjak sudah banyak diterpa kehidupan lambat laun rasa inginku hanya menjadi angan angan saja yang aku sudah tak serasa untuk menggapainya.
Econpun sampai dan langsung berangkat menuju sekolahan.
Sudah kuduga saat aku sampai ditongkrongan teman teman ku bercerita tentang malam tadi dengan meninggi ninggiian dirinya bahwa ia yang paling kuat menenggak alkohol, aku hanya diam dan tertawa, sudah menjadi kebiasaan tongkrongan untuk menceritakan hal hal yang banyak memiliki momentum, apalagi ditambah dengan gaya pasti akan menjadi suatu momentum yang keras yang susah dilupakan bagi perasanya.
__ADS_1
'Lu tidur jam berapa pos' firman menanyaiku.
'Aku tidur setelah botol terakhir kuhabiskan' jawabku singkat.
'Wah wah gitu kalian sok sok kan keras, ini ini sejatinya penghabis'
'Hahahahah' teman temanku semuanya tertawa renyah. Akupun mengikutinya, di tongkronganku tak ada kata baper bagi siapapun yang masuk lingkaran, jika tak ingin kusut silahkan cabut begitulah teman temanku menamkan rasa keasikan tongkrongan, tapi sering ku beri tahu jika bercanda janganlah membawa bawa keluarga sebab itu hal yang tak pantas dibecandakan.
'Kriiiing' bell sekolah berbunyi.
Aku dan teman temanku pun beranjak memasuki gerbang sekolahan dengan pemandu pintu pak satpam.
Sampai didepan kelasku kutengoki bangkuku dan tak ada tas ataupun tanda tanda kehidupan maria disana.
__ADS_1
Kubuka handphonku langsung kutuju nomor maria dan menelponya.
'Hallo marr' saat maria menjawab teleponku.
'Iyaa poss'
Wah dari suara sudah terlihat ia baru saja bangun tidur dan tidak dibangunkan oleh ibu dan bapaknya.
'Bangun mar, sekolah *** sudah jam berapa ini'
'Haaa' iya nampak kaget spontan menutup telponku.
Tak lama ibu guru masuk dan seperti biasanya ia pangsung mengabsen murid yang hadir hari ini.
__ADS_1
Saat sampai di maria, 'sebentar bu masih otewe katanya ban mobilnya bocor masih di tambal'.
Kubohongi guruku demi wanita yang aku suka i, lucu ya. Itulah lelaki.