
Murid murid pun segera berbaris dengan teman sekelasnya masing masing. Rapih nan kompak.Tampak maria berbaris dibagian depan sedangkan posa dan yang lainya dibelakang bergerombol. Dimulailah briefing untuk syarat syarat penyeleksian untuk setiap lomba oleh ketua osis itu sebut saja michael. Saat sedang mendengarkan briefing lewatlah eca denan satu temanya, tak sengaja posa memandanginya, lalu dibalas dengan senyuman.
Dimulailah briefing dengan salam oleh ketua osis yang sedang dekat dengan maria itu.
Posa sesekali menyuri nyuri pandang kemaria, ia merasakan sesak disekelilingnya saat maria tersenyum senyum melihat ketua osis tersebut.
Seminggu tak ada disekolah semuanya berubah begitu saja bagi posa.
Selesai briefing ia pun langsung masuk kekelas untuk merebahkan badanya di lantai kursi belakang sendiri. Teman temanya ikut seleksi semua, dan akan diumumkan esok hari, posa tuk berdiri saja masih susah apalagi untuk melakukan kegiatan yang banyak gerak sudah pasti tak mungkin. Tak lama ia terlelap.
Semua murid berblomba lomba untuk lulus seleksi dan dibawa ke turnamen mewakili sekolahan, ia yang terpilih akan merasakan hari hari yang indah menjelang pertandingan.
"Pos bangunnn ..." teriak maria mengagetkan posa.
Posa mencari sumber suara tersebut lalu mengucek ucek matanya, ternyata maria sudah ada didepan kepalanya pas sembari duduk dengan menggunakan baju olahraga, lekuk tubuh seksinya tampak sekali yang membuat posa tak kuasa memandangi wanita setengah cina ini.
"Ada apa atuh mar?" Ucap posa dengan nada malas.
"Ayo liat penyeleksian!"
__ADS_1
"Ah enggak lah, mending tidur, biar nanti markir ndak ngantuk." Ungkap posa.
"Yah kamu mah, semangatin tu temen temen mu, biar mereka semangat!"
"Cewek cewek mereka udah pada nyemangatin mar, dan mungkin lebih kerasa semangatnya!" Ungkap posa dengan nada sedikit menekan.
"Ah ellu mah!" Ucap maria dengan nada kesal.
"Kenapa harus seperti itu atuhh mar nadanya!"
"Kesal aku sama kamu?"
Maria terdiam ia tampak bingung "posa cemburu apa ya." Ucap maria dalam hati. "Lu cemburu posa?" Maria blak blakan.
"Gak ada gua cemburu lah, gak pantes gua ama lu tu mar, dekil gini!" Rendah posa.
"Etttt bilang aja pos, orang aku deket ama ketua osis itu karna ada maunya kok pos!"
"Hah." Posa tampak bingung.
__ADS_1
"Iya biar aku dibolehhin keluar malam ama mamah, karna dia tetanggaku."
"Wah parah sih lu mar, gak boleh gitu atuh neng, dia juga kan punya hati!"
"Hahaha." Maria ketawa lepas yang diikuti wajah posa tampak kebingungan.
"Iya posa, gak ada maksud lain aku tu!"
"Ada ada bae lu ini." Hati posa sedikit tenang sebab ia sudah salah persepsi dengan ketua osis itu.
"Gua suka lu poss!"
"Duar." Jika suara hati posa bisa didengar mungkin akan terdengar ledakanya seisi sekolah ini.
"Taek lah lu!" Ucap posa engeng, supaya tak terlihat salting didepan wanita yang ia suka.
"Terah lu dah, ayo lah keluar liat liat mereka yang masih seleksi."
Posa berpikir dua kali, posa tersenyum, sampai membuat maria yakin bahwa posa ingin keluar kelas melihat mereka seleksi.
__ADS_1
"Gak dah ngantuk gua pengen tidur." Ucap posa sembari merebahkan badanya kembali. Dan diikuti maria berbaring juga namun beda arah kepala posa berlawanan dengan kepala maria.