Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Sweep


__ADS_3

Terdengar napas marley naik turun tak beraturan, ia seperti orang yang panik dan kebingungan.


"Hallo ley." Ucap posa lebih kencang.


"Poss, lu dimana?"


"Lagi dijalan gua."


"Nanti ke warung biasa pos, genting ini."


"Okke ley." Ucap posa lalu menyuruh maria tuk mematikan telponya.


"Ada apa poss?"


"Gak ada apa apa mar aman kok."


"Bener poss?"


"Iya maria nuraini."


Posa langsung menarik gasnya lagi supaya cepat sampai kerumah maria.


"Mar aku antar sampai depan saja ya."


"Iya poss."


"Aku langsung saja pulang ya mar, sudah sore."


"Okke pos makasih ya, hati hati."


Tak jauh dari rumah maria, posa mengambil handphone disakunya lalu menelepon marley.


"Hallo ley, posisi?"


"Diwarung cepet sini."

__ADS_1


"Otewe."


Posa langsung melajukan motornya dengan kencang, ini tak jauh dari pertempuran pasti.


"Posss." Ucap firman saat posa sudah mematikan motornya.


"Ada apa ***?"


"Econ kena sweeping smk gamping tadi!"


"Wah aziz udah jarang buat onar malah smk gamping cari cari masalah. Sekarang econ dimana?"


"Ia dilarikan dirumah sakit pku gamping poss!, econ sekarat poss"


"Kapan kena sweepingnya?"


Emosi posa tak terkendali lagi, ia sudah muak dengan semua yang dilakukan smk sebelah.


"Tadi pos sewaktu gua nelpon lu, selesai seleksi kita pulang masing masing."


"Itu dia belum tau poss."


"Yaudah kalian cepat pulang masing masing ganti pakaian ambil barang kalian jam 6 kita kumpul lagi disini, kita all in semuanya demi econ."


Posa langsung berjalan pergi meninggalkan teman teman yang sebentar lagi pada beranjak pulang, ia mampir ke malioboro lagi tuk membantu ibunya beberes.


"Bu..."


"Iya nak."


"Econ koma bu!"


"Astgahfirullah dirujuk dimana sekarang."


"Di pku muhammadiyah bu."

__ADS_1


"Yaudah nanti jenguk bareng ibu ya."


"Baik bu, posa nanti sama temen temen rencana mau nyari orang yang gebukkin econ bu!"


"Posa..." bu isna ngelus dada, tapi jika dilarang, posa akan tetap melakukanya, sebab posa menjadi ketua gang dan ini tentang persaudaraan.


"Iya bu!"


"Hati hati ya nak nanti, jang buat ibu khawatir lagi."


"Baik bu."


Yaudah ayo nak, kita pulang biar kamu cepat cepat kembali menyusul teman temanmu.


Sebagai ibu, ia merasakan suasana hati yang kurang mengenakan, namun ia tak hisa melarang anaknya. Bu isna sadar kalau sampai posa kenapa kenapa ia tak memiliki tujuan hidup lagi, tapi ini salahnya membebaskan posa berteman dengan siapapun, sampai akhirnya posa masuk kedunia tawuran yang sangat dalam.


"Jangan lupa baca doa ya nak."


"Baik bu." Posa langsung menyalami ibunya dan berlalu pergi.


"Ayokk langsung ketempat mereka biasanya nongkrong saja." Ucap posa saat sampai di tempat yang ia janjikan tadi.


Teman temanya sudah memakai atribut yang biasa mereka pakai saat tawuran, jaket helm dan tas yang berisi sajam.


Mereka langsung menyisir area tempat smk sebelah nongkrong, tak ada kontak whatsapp,


"Langsung sisir dan jika ada yang nongol hidungnya langsung di sweeping saja." Ucap posa sedikit berteriak.


Jalanan masih begitu padat namun tak ada ketakutan didalam diri teman teman posa, mereka sudah menahan untuk tidak tawuran lagi namun jika ada yang buat gara gara mereka tak segan segan untuk menghilangkan salah satu jarinya.


"Ituu mereka...." marley berteriak sebab ia tak samar dengan orang tersebut.


Salah satu anak smk sebelah langsung menghidupkan motornya dan melajukan motornya dengan kencang, mereka berdua, yang dibelakang terlihat dari kejauhan sedang menelepon yang lainnya.


"Kita ikuti mereka terus!" Ucap posa yang berada didepan sendiri.

__ADS_1


__ADS_2