Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Ketemuan


__ADS_3

Pembicaraan masih berlangsung dengan pembahasan yang berganti ganti, rokok mulai terkikis habis, minumanpun tinggal botol terakhir, waktu sudah menunjukan pukul 02.00 teman teman posa sudah pada mulai teler dan ada yang pamit diluan tersisa posa, econ, firman dan jerry yang masih sanggup memutar botol.


"Ditenggak aja jangan make gelas lama." Ucap jarry.


Gelaspun disingkarkan dan jarry mulai menenggak amer tersebut dilanjutkan dengan si econ lalu jarry kemudian posa habiskan.


"Udah habis ini, aku pulang dulu ya." Ucap posa ke yang lainya.


"Terima kasih poss." Ucap firman.


"Okke man aman."


"Pos bareng." Teriak econ sembari berjalan sempoyongan menuju motornya.


"Aman kan lu con."


"Aman pos, ayok gass."


Kami berduapun langsung menancap gas meninggalakn firman dan jarry yang masih mengumpulkan niatnya tuk pulang kerumah.


Sesampainya dirumah ku ketok pintu pelan pelan supaya tetanggaku tidak terganggu.


"Bu...." ucap posa.


"Iya nak tunggu sebentar."


Tak lama ibu pun membukakan pintu untukku.


"Minum lagi?"


"Hehehe iya bu."


"Udah sana cepat masukan motormu, bersih bersih lalu tidur, baumu nyengat bener." Ucap ibuku yang masing menggunakan mukena selesai sholat tahajud.


"Baik bu." Ucapku sembari tertundun malu atas apa yang ibu katakan.


Ia tak pernah marah dengan apa yang posa lakukan, ia sayang, namun ia memiliki cara sendiri untuk mengungkap kanya, pelukan hangat selalu ia beri sebisanya kepada anaknya. Ia ingin menyalahkan pergaulan anaknya, namun ia ingat bapaknya tidak pernah memberikan nasihat kepadanya. Ibu semoga kelak anakmu bisa memberi apa yang engkau ingin datangi.


Posapun beranjak kekamar mandi sikat gigi, cuci muka lalu langsung beranjak ketempat tidur untuk beristirahat dari hari hari yang penuh bahagia ini.


Matahari pun mengeluarkan jingganya dari ufuk timur menerangi seisi alam semesta ini, ku panaskan air kuseduh kopi lalu aku duduk diteras rumah memandangi orang beraktifitas seperti biasa dan ada juga anak kecil yang sudah berkjmpul untuk bermain bola ataupaun merencanakan sesuatu tuk siang nanti.


Hari minggu masih tetap menjadi hari yang pelajar sukai, tidak ada kelas dan waktunya untuk berleha leha.


"Ibu berangkat dulu ya nak." Ucap ibukku kepada posa yang sedang duduk diteras rumah.


Pekerjaan ibukku berbeda dengan seorang pembisnis, kantoran, dan guru, ia ingin libur sesukanya dan ingin masuk sesukanya tak ada yang memaksa hanya saja kebutuhan harus terjaga.


"Biar kuantar bu." Ucapku.


"Yaudah cepat disiapkan motormu."

__ADS_1


"Sidah siap bu tu." Ucapku sembari menunjuk vespa baru yang masih bersih.


"Yaudah ayo berangkat."


"Sebentar buk. Aku salin dulu."


****


Terlihat maria sedang merenggangkan otot otot tubuhnya sebab semalam.


Seperti kebiasaan wanita jika hari minggu, malas untuk beranjak dari tempat tidur, apalagi maria sudah memilik bu izzah yang sedia memasakanya apa saja.


Bangun tidur ia langsung scrol scrol handphonnya melihat barang barang bagus di instagramnya. Tanpa bersusah susah hari ini mau makan apa, jika tidak dimasakan sekarang sudah canggih tinggal buka shopee food dan bebas memesan makanan apapun disana.


Sampai ia dipanggil mamah nya untuk turun kebawah.


"Nak nak." Teriak ibu maria.


"Iya bu." Jawab maria dengan nada sedikit keras, sebab maria tidur dilantai 2.


"Sini turun kebawah, jangan dikamar aja."


"Iya bu sebentar."


Maria pun langsung membereskan tempat tidurnya lalu turun kebawah.


"Sini duduk sebelah ibu, ada yang mau ibu omongin." Ucap ibukku, terlihat muka malas maria muncul kembali, sebab maria tau apa yang mau mamahnya bicarakan, apalagi kalau bukan perjodohan.


Ibu maria pun lalu menatap maria serius yang berjalan menuju ke dapur.


***


Selesai posa mengantar ibunya ia pun langsung beberes diri lalu melanjutkan aktifitas keseharianya yaitu mencari uang lewat menjaga dan menata mobil orang dibawah teriknya matahari.


Dihari minggu ini tak ada yang harus diceritakan, semua berjalan seperti biasanya sampai esok hari.


Pagi dihari senin posa sudah dikagetkan dengan pesan whatsap yang entah dari siapa.


"Jangan lupa nanti anji**." Ucap seseorang yang tidak posa kenali.


Posapun langsung menerdukanya ke grup teman teman gangnya. Dan teman temankupun langsung meresponya dengan pesan yang menggebu gebu.


Lalu ia tinggal ke kamar mandi untuk beberaih diri kemudian bersiap berangkat sekolah, tak lupa ia mempersiapkan barang barang untuk menantang orang yang mengirim pesan whatsap tadi tak lain tak bukan gangnya aziz.


Dihidupkanya motor vespa tua kemudian beranjak pergi menuju sekolah, tak seperti hari hari biasanya ia sekarang sudah memilik motor sendiri dan tak harus menunggu econ untuk berangkat sekolah.


Sampai dilampu merah, ia seperti tak asing dengan mobil yang ada didepanya. Ia lihat plat mobilnya ternyata benar itu mobil alphard maria yang biasa digunakan untuk mengantar maria ke sekolah.


Posapun berlagak tidak tahu, dan menyalipnya begitu saja sampai ia mendengar.


"Poss." Ucap maria dari dalam mobil dengan kaca terbuka lebar.

__ADS_1


Posapun langsung melihat asal suara tersebut.


"Hati jati bawa motornya." Sambung maria.


Posapun langsung mengacungkan jari jempol dan melajukan motornya kembali.


Saat sampai disekolah ia mampir dulu ke warung mak encing, untuk menghisap satu batang rokok sembari membicarakan tawuran nanti sepulang sekolah. Dan teman temanku sebagian belum ada yang datang.


"Udah pada bawa buff to?" Ucapku memecah obrolan mereka.


"Aman poss."


Gangku ku biasakan jika ingin tawuran kusuruh membawa buff supaya polisi tidak mengenali kita.


Saat ingin tawuran tak banyak teman temanku bercanda sebab mau bagaimanapun berhadapan dengan sajam adalah hal yang sangat membahayakan.


Sampai alarm kelaspun berbunyi.


"Ayo con masuk kelas." Ajak posa ke econ.


"Ayo."


"Gua duluan ya, nanti istirahat kita kumpul lagi." Ucap posa sembari berjalan meninggalkan teman temanya.


"Bu aku rokok satu kopi satu, seperti biasa, sepulang sekolah." Ucap posa ke mak encing.


Didalam kelas tidak ada hal hal yang membuat posa tergugah untuk tidak tidur kecuali maria.


"Mar." Ucap posa sembari menata bangkunya.


"Lu hari ini mau tawuran lagi ya?"


"Iya mar."


"Suka bener tawuran, bahaya poss." Maria mencoba menyadarkanku.


"Gak papa aman mar, palingan luka luka ringan aja." Jawabku sembari tersenyum.


"Palingan, kalo mati gimana!" Ucap maria membuat senyum posa perlahan menghilang.


"Huss gak boleh mendoakan maria, doain aja selamat." Ucap posa tenang.


"Tapi, keknya udah gak semurung kemaren ni." Ucap posa mengalihkan pembicaraan.


"Gak pantas aku menangisi cowok seperti ashr." Ucap maria jutek.


"Baguslah kalo kamu denger omonganku mar."


Maria menyunggingkan bibirnya yang membuat posa tak kuasa melihat kecantikan ciptaan tuhan ini.


Gurupun masuk dan memulai kelas seperti biasanya.

__ADS_1


__ADS_2