
Sampaiku diparkiran ku kembalikan kunci motor pak jono dan kembali memandu motor atau mobil yang hendak keluar.
Tak lama adzan maghrib berkumandanga, dan penjual penjual maliobor ada yang prepare dan ada juga yang masih stay.
'Pak aku pulang dulu ya, si firman ulang gahun kata e mau nraktir amer keknya pak, bapak kalo gak cape langsung aja meluncur ketongkrongan biasa'
'Siap pos' sembari mengacungkan dua jempol, 'nanti kalo bapak ndak capek, otewe lah bapak, udah lama juga ini tidak minum' sembari ketawa renyah.
'Yaudah aku duluan ya pak'
'Okke pos'
Kuambil tas selempangku dan berjalan menuju tempat jualan ibukku, hanya untuk memastikan apalah ibukku sudah balek atau belum.
Kulihat dari kejauhan banyak yang membeli jajanan ibukku sampai ia pun kewalahan.
'Assalamualaikum bu' kusalimi tangan ibukku yangg masih menggunakan sarung tangan makanan.
'Waalaikum salam nak, sudah balek, bantu ibu dulu bentar'
'Baik bu' aku langsung memposisikan diriku di bagian kasir untuk menghitung orang yang membeli dan mengembalikan uang jika kelebihan.
'Tumben sudah balik nak' tanya ibukku di sela sela kesibukan ia meracik gudeg yang ia jual.
'Iya bu, tadi di si iyok ngabarin kalo firman ulang tahun'
'Oalah kiran iyok kesini ada apa apa ternyata cuman mau ngabarin doang'
'Lo iyok tadi kesini bu'
'Iya nak, sebentar doang tapi, nanya kamu terus ibu suruh langsung telpon'
'Ibuk wes mangan to'
'Uwes nak mau sore'
Setelah itu aku dan ibukku ketawa renyah sebab walaupun aku dan ibu hidup di yogyakarta tapi kita jarang menggunakan bahasa jawa.
Gudeg ibukku pun lama lama mulai habis dan ini untuk porsi terakhir.
'Makasih ya' ucap si pembeli
__ADS_1
'Sama sama mba' aku menimbali.
Kubantu ibukku memberesi barang jualanya sembari aku bercerita kepadanya tentang yang kualami tadi.
'Tadi maria, di parkiran bu'
'Lo kenapa ia ke parkiran nak?'
'Dia belum ada teman dan teman satu satunya aku sebab aku duduk bersebelahan denganya'
'Oalah, ngapa gak disuruh maem gudeg ibu'
'Dia sebentar doang kok buk, dan tadi aku sembari mengantarnya pulang'
'Oalah tadi kamu ndak ada diprakiran habis antar maria'
'Iya buk, rumahhe megah besar mewah bu'
'Dimana rumahhe nak?'
'Dijalan godean'
Tidak kusebutkan apa yang ibu maria katakan kepadanya sebab tanpa sadar aku juga melukai hati ibukku.
'Iya buk, aman pokokke'
'Dan yang harus kamu inget, ekonomi kita terlampau jauh, dan kamu kalau bisa jangan lebih lebih dari teman ya'
'Njih buk siap'
Kata kata itu sedikit menenangkanku dan memberiku petunjuk bahwa walaupun kita hidup didunia sebagai makhluk yang kuasa, ekonomi sangatlah penting bagi kehidupan.
Dan jika kamu tak ingin direndahkan, jadilah pengusaha atau pejabat yang sukses.
Selesai sudah aku dan ibuk membereskan barang dagangan ini, lalu aku dan ibu beranjak pergi menuju rumah bersamaan, sembari melihat melihat kota yogyakarta yang ramai selalu akan pengunjung.
'Jadilah orang yang sukses nak, jangan mempunyai pikiran untuk markir seumur hidup'
'Baik bu, coba besok cari beasiswa di ugm atau uny, kali keterima'
'Baik bu, besok jika sudah mendekati kelulusan ku coba'
__ADS_1
'Bagus nak, ibuk mampir ke angkringan dulu ya untuk duduk sembari meminum teh hangat nak, kalau kau mau langsung balek balek saja'
'Yaudah bu posa balek dulu ya, gak enak udah ditungguin arek arek'
'Salamke neng konco konco'
'Siap bu'
Sampai dirumah aku langsung mengambil handuk dan membersihkan diri.
Selesaiku membersihkan diri, ku telpon econ hntuk menjemputku.
'Hallo con, jemput'
'Otewe pos'
Ku tunggu econ didepan rumahku sembari menghisap satu batang rokok, dan tak lama econ datang dengan muka datar khas orang perindapan.
'Gass con'
'Meluncur' sambutnya.
'Jangan reseh ya nanti pas mabok lu con, gua geplak lu kalo reseh'
'Aman pos palingan gua tidur nanti'
'Besok hari sabtu ya?'
'Iya ***, anjir lupa tanggal'
'Lupa gua anying, wah mantap ini pulang jam 10 doang','Lu mau ikut futsal kagak besok?' Imbuhku.
'Sama sapa ***?'
'Ada pokoknya, ato ikut aja ajak yang laen'
'Beneran lu pos'
'Iya con'.
"Tu anak anak udah pada kumpul."
__ADS_1
Kulihat mereka sudah memutar gelas dan bercengkrama.