
"Ini pos minumanmu."
"Buk toni kenapa, seperti banyak yang dipikirkan bu."
"Tak apa pos, ibu sedang capek saja mungkin."
"Ceritalah ibu, kali posa ada solusi" aku mendesaknya sebab hari jni kelihatan sedih sekali bu toni.
"Eeee.....Itu pos, anak ibu, minta dibelikan motor bagus, mintanya dibelikan vespa matic, kata katanya sih harganya mahal ya, gak cukup tabungan ibu pos, tapi jika tidak ibu turutin atau belikan ibu pasti selalu di bentak bentak poss, jadi ngerasa gak berguna jadi orang tua." Jawabnya setelah kudesak untuk bercerita."Ibu sedih" sambungnya sembari mengusap matanya.
"Bu, jangan memaksakan diri, kita sama sama orang gak punya, biarkan saja anak laki laki ibu itu, jika ia marah marah kepada ibu bilang ke posa, biar aku yang memberitahunya." Akupun langsung to the point ke intinya, sebab aku tak pandai berbasa basi.
Maria menyimak percakapanku dengan buk toni, dan sesekali ia menambahkan.
"Iya bu, jika ibu paksakan nanti akan menyiksa tubuh ibu untuk bekerja lebih keras lagi, biarkanlah dia berfikir sendiri bu, kan sudah besar." sambung maria.
Sapa yang ingin menjadi kaya, pasti semua orang menginginkanya, saya pernah mendengar dosen ui berkata uang bukan segalanya, tapi segalanya dengan uangya kata kata yang sangat betul sekali, bahagia sekarang butuh uang, hanya urusan rohani yang tidak membutuhkan uang dan tuhanawi.
Buk toni masih melamun.
Ku pegang pundaknya sembari ku berkata "sudah bu, jangan risaukanlah dia, nanti dia paham, susahnya mencari uang tak semudah membalikan telapak tangan."
"Tapi ibu ingin memberikan apa yang anakku mau pos."
"Ia ibu posa paham, semua orang tua pasti berharap begitu, tapi sekarang belum saatnya bu, kita sama sama dari ekonomi yang tak begitu menguntungkan, mungkin tahun esoknya bisa ibu coba, atau ibu belikan motor yang biasa saja, yang tidak terlalu mahal, yang penting bisa berjalan."
"Iya pos, tapi anak ibu menolak."
__ADS_1
Tak kuasa lah aku mendengarkanya.
"Sudah bu nanti urusan bingka biar aku yang sampaikan kepadanya."
Bingka anak buk toni adalah salah satu dari gang aziz, musuh bebuyutan sekolahku, ia cuman beda setahun lebih muda denganku. Diparkiaran aku sering bertemu denganya sebab ia kalau sore hari menjemput buk toni. Aku pernah menegurnya dan mengajak bicara tak pernah ia indahkan. Saat bentrok dengan gang azizpun aku dan temanku tak pernah sampai mencelakainya.
'Baik bu, sudah ibu tenang saja, nanti jika anak ibu memarahi ibu, bilang saja kepadaku nanti aku yang berbicara dengannya dan hal itu tidak diketahui oleh siapapun diparkiran kecuali pak jono.
"Terima kasih ya poss."
"Iya ibu" jawabku
"Kasian ya poss" ucap maria saat buk toni kembali ke warungnya.
"Iya mar, anak anak sekarang kebesaran gengsi, yang membuat kedua orang tuanya bingung sembari berusaha keras menurutinya, mereka gak tau susahnya mencari uang."
"Tapi lu gak pingin motor atau ganti hp gitu poss?" Tanya maria disela sela keheningan siang itu.
"Pingin sekali marr, ini aku masih menabung."
"Bagus bagus poss."
"Jadi orang kaya enak ya marr?' Tanyaku lugu kepadanya.
"Hahaha ya begitulah poss, walaupun semuanya orang tuaku turuti tapi yang kuinginkan sekarang hanya kehangatan keluarga yang sudah lama kuimpikan." Jawabnya.
"Lah orang tuamu?' Otakku langsung menuju hal hal yang berbau pertikaian dalam rumah tangga.
__ADS_1
"Sudahlah, mereka sibuk sendiri sendiri dengan urusanya sampai melupakan aku."
Wanita memang banyak atau ingin mempunyai perhatian lebih, semua itu kutahu dari aku punya teman wanita, ia haus akan perhatian, mungkin semuanya, jika kau pembacaku mengatakan "tidak" aku menjawabnya "salah" sebab wanita terbuat dari hati, hati, dan hati. Hanya saja ada beberapa orang yang bisa lebih pintar menyembunyikanya.
*******
"Ke parkiran posa yok." Ucap jarry.
"Ayok, gass atuh, gimana ni yangg lainya." Firman menambahkan dan mengajak temanku yangg lainnya.
"Gass gass."
Temanku mulai beranjak dari tempat duduknya dan mulai menaiki motornya satu persatu."
******
"Aku baru berapa kali ketemu kau poss, tapi banyak sifat unik yang kau miliki."
"Ah tidak mar, semua terbentuk karna aku sedari kecil sampai sekarang dikelilingi orang orang yang minim ekonomi."
"Lah kakek nenekmu dimana?"
"Saya tak tahu mar, ibukku tidak pernah sama sekali menyinggung tentang kakek dan nenekkku, tapi aku pernah jika tidak salah dengar ada seorang nenek nenek wajahnya mirip sepertiku menggunakan mobil hitam mencari rumahku, tapi ia tidak menemukan sapa sapa dirumah, dan akhirnya pergi lagi, sampai sekarang tidak pernah kembali lagi, sudah hanya itu cerita tentang kakek dan nenek."
"Mungkin itu nenekmu poss."
"Ah tidak mungkin salah liat itu tetanggaku."
__ADS_1