
'Sini gua aja hang bandarin yok'
Iyok menyerahkan botol minumnya kepadaku dengan sloki kosong kubandari iyok sendiri yang masih kuat duduk walaupun pikirannya entah kemana, dan iyok typical orang mabok yang ketika sudah tinggi ia akan bercerita apa apa yang ia sembunyikan.
'Kita tenggak saja ya yok, tinggal kita berdua ni masih ada stu botol lagi utuh'
'Boleh possaku' sembari ketawa tipis.
Kubuka botol yang terakhir sembari sempoyongan.
'Huekkk'
Terlihat econ memiringkan badanya dan memuntahkan makanan yang ia makan tadi sebelum berangkat ketongkrongan'
Aku langsung berdiri lalu memijit mijit tenggorokanya naik turun sampai rasa mualnya hilang.
'Muntahin saja con, jangan malu tinggal aku saja yang masih berdiri'
__ADS_1
'Iyaa poss, makasih ya pos'
'Udah gak pingin keluar lagi ini?'
'Udah enggak pos'
'Yaudah lanjut tidur lagi aja con'
Tak lama econ kembali merebahkan badan seperti paus terdampar berbadan gemuk dan khas dengan aumananya ketika tidur.
Kalian tau apa yang ia keluarkan?, yap betul sekali, orang jawa biasa menyebutnya dengan "ngorok".
Akupun menghabiskanya sendiri bersama angin di kehaluan malam, bumi seperti bergoyang perut bergejolak kepalaku berayun ayun, ini yang kurasakan saat alkohol menyerangku, mungkin ini pengalaman buruk tapi ambil sisi baiknya bahwa minuman beralkohol itu hanya menghilangkan beban pikiran sejenak, saat kita tersadar dunia berjalan seperti biasanya dengan keseharian kita masing masing, dan dunia tak akan berpihak padamu jika kamu tak melangkahkan kaki kalian sendiri.
Kupandangi langit kulihati bulan menerangi ratusan bintang yang bercerahan, itulah kenapa sebabnya aku menyukai bulan, ia bisa menerangi begitu banyak bintang di antariksa, tanpa timbal balik kepadanya.
Malam semakin larut kelopak mata sudah tak tertahankan lagi kutenggak botol minum yang masih itu, lalu kubaringkan kepalaku menghadap sejatinya atap bagi mereka yang tak berumah.
__ADS_1
Pagi pun menyerang....
Saat ku dibangunkan dengan alarm alami yaitu matahari spontan kuliahti jam menandakan pukul 6 pagi, temanku yang lain sudah ada yang pulang sebagian hanya tinggal tersisa aku, firman, iyok, dan econ. Kubangunkan mereka satu persatu untuk pulang kerumah dan berangkat kesekolah.
'Con ayo balik sudah pagi'
'Huaahhh' ia menguap memelakan matanya kemudian duduk.
'Ayo pos'
'Bentar kubangunkan yang lain dulu'
Kubangunkan temanku yang masih tidur dan kutunggui sampai ia beranjak kemotor dan pulang untuk bersiap siap berangkat sekolah.
'Ayo con gass'
Kabut pagi memang terlihat dari kejauhan tapi saat kita mendekatinya semua hilang pecah dan sirna, kau tau apa maksud ciptaan tuhan ini, mungkin ini salah satu tuhan menunjukan eksistensi kegunaan mata dan indra penalaran otak, ini menurutku saja entah aku hanya mengarang ngarang apa yang ada dipikiranku.
__ADS_1
Pedagang mulai memanaskan motornya dengan gerobak andalannya, ibu ibu menyapu teras rumah, anak anak terlihat dari bilik rumah sedang menonton kartun kesukaanya sembari menunggu lauk yang sudah matang, dan aku tak pernah merasakan hal itu sedari kecil.
Terlihat dari kejauhan rumah tak layak pakai dengan pintu yang masih tertutup rapi, ibuku pasti sedang menyiapkan daganganya dan bersiap berangkat menjual jajakan seperti biasanya, dan aku baru saja pulang minum minuman dengan badan yang sedikit sempoyongan, apakah aku akan dimarahi?, tentu tidak sebab ini sudah menjadi hal biasa di mata wanita yang paling aku cintai, apakah aku durhaka?, mungkin tidak sebab ibukku meridhoinya tapi tidak dengan tuhan yang sudah melarangnya lewat nas nas nya yang agung.