Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Semakin dalam


__ADS_3

"Dijemput pos, tapi gak papa ya... ya." Maria mengeluarkan rayuanya dengan nada memelas yang membuat posa tak cukup iman tuk menatapnya terus terusan.


Dalam hati posa ia bimbang antara maria kesepian atau memang sudah menyukainya.


"Tapi naek motor vespa gak papa."


"Yaelah kan gua udah tau motor lu poss, boleh gak ini?"


"Ayodah, gua beres beresin tas gua dulu."


"Okke". Ucapnya sembari mengacungkan jempol.


Posa dan maria pun langsung membereskan barang barangnya masing masing. Saat sedang beres beres terdengar pengumuman dari toa sekolah "bagi siswa atau siswi yang tidak ikut seleksi boleh pulang terlebih dahulu."


"Tu kan bener apa kata gua poss." Sambung maria.


"Iya iya yok gass."


"Bentar bentar ada yang ketinggalan keknya barang gua apa ya?" Ucap maria sembari merogoh kantong celananya. "Oh ini poss."


Posa langsung menoleh dan maria mengeluarkan tanda love menggunanakan jari jempol dan telunjuk disilang.


"Hihihi." Posa ketawa renyah dan maria langsung mencubit perutnya. "Ahhh." Teriak posa.


"Lebay orang aku cubit pelan udah teriak gitu." Ketus maria.


"Bukan masalah pelannya maria yang cantik nan jelita..., hukkk." Ucap posa sembari memegang mulutnya tanda mengejek. "Tu liat, ada apa." Sambung posa sembari mengangkat sedikit bajunya.

__ADS_1


"Astaga...." kaget maria. "Maaf poss, bener lupa aku kalo kamu selesai operasi." Ucap maria merasa bersalah diikuti wajahnya yang memerah.


"Gak papa mar aman, aku kan ultramen, aman jadinya."


"Halah masih sok sok belaga sok kuat lo ini." Ketus maria lagi sembari beranjak keluar kelas.


"Lo aku jangan ditinggal, sakit ini buat jalan."


Maria langsung berbalik, melihat posa tampak susah berjalan ia langsung menghampirinya lalu merangkul pinggangnya.


"Hahaha mampus lu mar, tau gua boongan." Ucap posa dalam hati.


"Yaelah mar baru 3 meter keliatan dah capek bener lu ini." Ucap posa.


"Diem lu poss, gak gua tolongin malah." Ancam maria yang hanya diketawain posa. "malah ketawa, yaudah." Ucap maria sembari melepas rangkulannya lalu berjalan mendahului posa.


"Hoo modus ya lu!" Ucap maria sembari mengeluarkan wajah curiga.


"Hahaha." Posa ketawa puas sembari meninggalkan maria yang tampak kebingungan.


"Tunggu poss." Teriak maria saat tertinggal jauh.


Posa melambatkan langkahnya sampai maria jalan bebaringan disampingnya.


"Bentar ya gua pamit ama teman teman dulu."


"Okke pos gua tunggu diparkiran ya." Jawab maria.

__ADS_1


Posa menghampiri teman temanya yang sedang melakukan seleksi "semangat terus ***, gua selalu disamping lu dalam hati, gua balek dulu ya, butuh uang ni masihhan." Ucap posa keteman temannya yang masih belum gugur diseleksi futsal.


"Okellah wak gang, ati ati, maria mana?"


"Gak tau gua." Ucap posa seolah tak tahu. "Yaudah gua balek dulu." Sambung posa.


"Posa berjalan melalui barisan teman temannya dengan rasa sedikit sedih sebab tak bisa jadi starter dalam tim bolanya karna kondisinya yang tak mendukung, namun tuhan masih memihak posa dengan mengirimkan maria sembagai penghiburnya." Ucap posa dalam hati dengan dengan kepala menunduk kebawah.


"Mar..." ucap posa dengan sedikit teriak. Maria langsung memalingkan wajahnya dan tersenyum. "Ayok gass." Ucap posa sembari menaiki vespanya.


"Ayok gas poss." Ucap maria sembari menaiki vespa posa lalu merangkul perut posa layaknya orang bercinta.


"Wet apa ini yang meraba perutku." Sindir posa sembari melajukan motornya.


"Maria nur'iani." Ucap maria songong. "Ayoklah kita muter muter dulu biar seru."


"Gas atuhh mar." Ucap posa sembari menatap spion yang tertuju kewajah maria.


Seperti biasa posa lebih sering menatap spion daripada jalan didepanya, "memang ini ciptaan tuhan yang paling sempurna." Ucap posa dalam hati.


"Kamu kangen makan gudeg ibu gak mar?"


"Boleh pos kangen sekali aku."


"Okkeh, kita mampir ya nanti."


"Shaap atuh pos."

__ADS_1


__ADS_2