Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Ketawa ketiwi


__ADS_3

"Yaudah cepat sana" jawab maria.


Kusamperi arah motor yang hendak masuk dan ku tuntut agar barisan terlihat rapih.


"Jangan dikunci setang ya pak" ucapku kepada bapak yang membawa motor ini.


Panas, hitam, terik, sudah menjadi makananku setiap hari, inginku mengeluh kepadanya, tak pantaslah aku terhadap tuhanku, siapa aku?, sujudku sebentar sedangkan mauku, ah malu lah kita sebagai hamba, berkeinginan banyak, menghadap tuhan seperti tidur nyenyak, seperti itu merasa kurang atas segalanya yang telah ia berikan, coba kita renungkan sebentar, mungkin kau yang membaca novelku akan bergetar tanpa sadar, tuhan kita sudah memberikan umur, kesehatan, keutuhan.


Selesai memarkir motor tadi, kusamperi maria lagi, sembari memesan es susu coklat.


"Seperti biasa ya bu, sama ini maria es jeruk." pesanku.


"Ya poss."


"Siapa itu, temenmu?" Tanya buk toni kepadaku.


"Iyah bu, temen sekelas" jawabku padanya.


"Cantik ya, jarang sekali hampir tidak pernah dek posa disamperin cewek tu." Ledek bu toni.


"Hahahha kan aku polos bu." Jawabku sembari cengengesan.


"Tapi dek ini -"


"Maria bu namanya" jawabku kepada buk toni yang sedang terputus perkataan ingin menyebut nama maria.


"Oh iya dek maria emang cantik lo." Puji buk toni kepadanya.


"Dipuji tu lu mar" ucapku sembari menatap kepadanya, dan nampak maria tersenyum senyum malu.


"Terima kasih bu" jawab maria sembari tersipu malu.

__ADS_1


"Ngapa lu liat liat terus poss" maria merusak lamunanku.


"Memang cantik sih lu, kek apa itu keturunan cina cina"


"Cindo" jawabnya. Cina indonesia.


"Na iya itu apalah pokoknya."


"Haahah masa lu lupa ama muka bapak gua pos, bapak gua kan ken cina cina gitu."


"Bentar bentar gua inget inget lagi"


"Ohh iya iya mar, ingat gua, pantes muka lu kek cina cina gitu sipit." Sembari kuambil rokok dan korek di saku.


"Ngerokok aja lu ini"


"Ah ndak papa, kan gak ada guru BK" jawabku yang berniat melawak.


"Guru bk kita yang mana sih poss?" Tanya maria kepadaku.


"Yang palanya kek matahari, kalo lu liat mungkin mata lu tertutup kek nya akibat pantulan sinar surya."


"Hahahahhah rusak lu, gua laporin nanti" jawab maria mengancamku.


"Emang lu berani." kutantang sekalian.


"Beraniii" jawabnya sambil tertawa tawa.


Berbincang, bercanda, berboncengan, berangan angan dengan wanita yang kita suka memang hal yang diinginkan semua lelaki, tapi kasihan ya, dia bercanda tanpa rasa tapi kita terkadang membawa rasa yang ujung ujungnya menciptakan asa tiada tara. Hahaha lucu saja kehidupan pujangga yang berjuang sendirian tanpa balasan, semoga pembacaku mendapatkan apa yang kau inginkan, tapi jika kau tak mendapatkanya tak apa, diindonesia masih ada 3 milyar 21 wanita.


"Kok bisa sih lu kesini mar?" Tanyaku padanya.

__ADS_1


"Bisa lah, gak ada temen gua, baru lu doang temen gua" jawabnya sembari menyeruput minuman tadi.


"Boong dah lu, orang cantik kaya lu masa gak ada laki laki yang kepincut"


"Ada sih tapi gua males poss, ada yang kutu buku ada yang sok sok an gak suka gua jadinya."


"Lah lu suka cowok yang kek gimana mar, kaya, rajin, dan tampan lah pastinya" tanyaku padanya.


"Ah udah lah gak usah mikirin itu, tapi gua suka aja liat kehidupan lu, keramahan lu sama orang orang sekitar" jawabnya.


"Ya itu yang gua dapet hidup dijalan mar" jawabku.


Saat ku lihat minuman maria, aku ingat tadi aku es susu coklat.


"Oh iya minum gua mana ya, kok belum sampe sampe ini" gumamku.


"Bu minumku mana ya" tanyaku pada buk toni.


"Astaghfirullah ibu lupa poss, mentang mentang aku cowok lupa dibuatin minum hahaha"


"Hahahah mikirin apa sih bu sampe lupa ini" sambungku sembari becanda.


Terlihat bu toni hari ini tak seperti biasanya, seperti banyak sesuatu yang ia pikirkan.


Tak lama


"Ini pos, minumanmu"


"Makasih ibu" jawabku.


"ada apa bu, kok beda hari ini, sepeti banyak pikiran saja."

__ADS_1


__ADS_2