Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Butut


__ADS_3

"Kukabari mah tapi tak sampai sampai, terus aku diantar sama posa ni."


"posa sapa nak,lupa ibu?"


Suara itu menggelegar ditelingaku, menggugah jantung,mengembalikan kesadaranku, sampai aku terdiam dan teringat kembali perkataan ibu maria saat dirumah sakit.


"itu bu yangg menolongku saat aku ketabrak kemaren."


"Oh yang dekil itu nak."


Suara hp pun terputus, maria mematikanya.


bamm, tak kuasa aku menahan perasaan memberontak ini, tapi tak apa aku masih bisa menahanya, dan memang aku dari kalangan orang yang minim dalam segi ekonomi, makanya itu dari dulu aku tidak mau berbaur dengan teman teman kaya atau banyak orang sekarang sebut hype, kata ibu nanti kita selalu tak mau bersyukur. selagi bukan ibu yang ia bicarakan duniamu tak begitu ku kencam.


Kususuri jalanan terus menerus, sesembari melihat kaca spion menatap keindahan ciptaan tuhan sembari mengesampingkan rasa sakit hatiku ini.


"Sharelock mah?"

__ADS_1


hahaha tanpa kita sadari kita sudah berkeliling kejalan yang sama sampai tiga kali.


"Oh iya mar, rumahmu daerah mana ini."


"Tunggu sebentar pos, masih di sharelok mamahku."


berboncengan dengan wanita yang kita suka memang lebih nikmat dari pada makan di warung padang dengan lauk ayam panggang, waktu tak terasa, angin tak kerasa, dan rasa bercumbu ria.


'kiri pos'


Maria mengarahkanku untuk berbelok kekiri ke arah jalan godean, jalan yang biasanya orang sebut jalan banyak klitih, klitih artinya orang berjalan berkelompok, tapi lambat laun anak muda salah mengartikan dan akhrinya tercipatalah klitih yang banyak orang yogya takutkan dan naasnya mereka anak smk yang banyak melakukakan seperti membawa sajam malam hari dan mensqyatkan pada siapa saja orang yang mereka lewati. Dan teman temanku kularang ketika kita minum untuk melaksanakan aksi tersebut aku tak suka, sebab itu bagiku bukan gentleman dan siapa saja yang nekat melakukanya akan kita introgasi dan kusuruh meminta maaf kekorban, sebab didiriku kutanamkan aku nakal tapi jangan bodoh.


'itu ada gank sebelah kiri masuk pos'


masuk aku ke gank dengan banyak anak kecil masih bermain main dengan teman sebayanya, wajah mereka penuh kebahagiaan, dan yang kuherankan dari dulu aku selalu saja suka melihat anak kecil bermain dan berbahagia,


'lihat anak kecil itu mar'

__ADS_1


kulihat kaca spion ia tampak mendengarkanku sembari menunggu kata kata selanjutnya yang akan kuleluarkan.


'bahagia ya mereka, bermain bersama teman teman sebayanya sembari menunggu maghrib berkumandang'


'iya pos'


maria hanya menjawab iya, mungkin ia tak tahu apa yang kumaksud, lalu


'tidak memikirkan gimana ia besok akan makan, memikirkan gimana orang tua susah berpanas panasan berkeringat mencari rezeki, supaya bisa memenuhi kebutuhan sekundernya


'iya juga pos, belum ada beban dan ingin bermain selalu'


'Tapi memang begitu anak kecil mar, ia belum terlalu merasa panas teriknya matahari disiang bolong, menghadang terpaan angin dan menebus ombak bergelombang, Mungkin kau dulu begitu dan sampai sekarang masih kan?'


'hehehe ia pos, aku masih bergantung ke oeang tua, tapi aku pingin hidup sendiri dengan uangku sendiri'


'nikmati dulu uang orang tuamu mar selagi bisa, capailah apa yang ingin kau capai, kalo seperti aku sudah tak kepikiran tu hal seperti itu, tapi aku ingin menjadi sarjana dan bila tuhan mengijinkan aku akan berusaha mewujudkanya dengan uang saku yang kutabung dari dulu'.

__ADS_1


"Iya pos, makanya aku ingin bergabung dengan orang yang maaf kata ekonominya dibawahku agar aku selalu bersyukur seperti ini, btw bijak kali kau ini, ku kira hanya petarung sekolah yang tak memikirkan pendidikan."


Tamstam_


__ADS_2