Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Dijodohkan


__ADS_3

Posa dan ibuknya pun segera membereskan barang barang lalu beranjak menuju motor.


"Gimana bu, enak gak?"


"Enak le."


Terlihat dari spion ibukku senyum senyum yang membuat mulutku tak bisa berkata kata lagi.


***


Air mata masih tetap mengucur dimataku, kenangan kenangan itu selalu melintang dibenaku yang menjadi boomerang bagi diri kita sendiri.


"Mar, jadi futsal to." Kulirik handphoneku, saat melihat bahwa posa yang mengirim pesan, langsung kuambil hp.


"Jadi pos, jam 8 ya." Balasku dengan kata kata yang tidak seperti wanita yang sedang sedih.


"Okke nanti aku jam 7 otewe sama econ."


"Oke pos."


"Nakk." Terdengar dari bawah ibu sedang memanggilku. "Sini sebentar nak!"


"Iya bu, sebentar." Sembari maria berjalan ke toilet untuk mengusap muaknya supaya tidak terlihat seperti orang menangis, ketika ia rasa mukanya sudah tidak terlihat lagi ia pun langsung turun kebawah.


Dibawah terlihat ada sesosok lelaki besar putih duduk disamping wanita muda yang penampilannya wah tak jauh dari ibu maria.


"Sini nak." Ajak ibu maria.


Akupun segera menuju kesana dan duduk berhadapan dengan tamu ibukku.


"Ini nak ganteng!"


Laki laki tersebut tersenyum senyum dan mencuri curi pandang dengan maria.

__ADS_1


"Apa sih bu." Maria mengelak.


"Ah tidak boleh seperti itu bu, nanti kalo sering ketemu kan suka suka sendiri." Ledek ibu lelaki tersebut.


"Kesibukkan sekarang apa ma?"


"Kuliah bu, sama coba coba bisnis kecil kecilan lah." Jawabnya bernada sombong.


"Ini namanya roma nak." Ucap ibu maria kepada maria.


Maria pun tampak kebingungan dengan pem,bahasan ibunya ini.


"Ini maksudnya apa mah?"


"Ndak papa nak, ganteng lo itu roma."


Maria pun memasang muka badmoodnya. Lalu pergi menuju kamarnya kembali.


"Biasa te, anakku mah memang seperti itu." Ucap ibu maria ke ibunya roma.


"Poss."


"Iya mar, gimana?"


"Jemput aku pos?"


"Sekarang!, gak nanti aja?"


"Enggak pos, sekalian cari angin aku."


"Okke otewe ya."


***

__ADS_1


Terlihat posa sedang merapikkan sepatu futsalnya dan langsung bersiap siap untuk menjemput maria lalu beranjak menuju lapangan futsal.


"Con gua berangkat sama maria, nanti kalo dah sampai gua sharelock"


Tak lupa posa pun mengabari econ supaya ia tak kebingungan mencari lapanganya.


Posa pun lalu ijin dengan ibunya yang sesang menggunakan mukena selesai sholat maghrib.


"Bu aku futsal dulu ya."


"Iya nak, dimana?"


"Belum tau bu, aku diajak maria, nanti paleng jam 10 dah pulang."


"Iya nak, yaudah hati hati."


Posa pun segera beranjak pergi lalu menghidupkan motornya menuju rumah maria, hatinya pun masih gembira sebab ia akhirnya memiliki motor sendiri dan maria wanita kedua setelah ibukku menaiki motor ini.


"Mar" saat sampai ditempat kemaren maria memarkir motor ia pun segera mengabarinya. "Aku udah sampai"


"Okke pos, tunggu sebentar." Tak lama maria menjawabnya.


Sembari menunggu maria turun, akupun menghidupkan rokokku kembali.


"Poss." Mari memanggilku saat ia sudah didepan rumah dan ternyata tidak selama yang kupikirkan rokokku saja belum ada habis setengah.


Posapun melihatnya lalu memuatr balikkan motornya.


"Motor baru nih."


"Heheh." Aku menjawabnya sembari tersenyum lalu "enggak mari, minjem ini."


"Ah jangan bohong dah lu."

__ADS_1


Lalu posa jawab dengan senyuman sembari berucap "tau dari mana?"


__ADS_2