Simiskin Dan Wanita Kaya

Simiskin Dan Wanita Kaya
Semakin dalam


__ADS_3

Bu es teh sama es susu satu ya."


"Siap posa."


"Nanti minta tolong dianter diwarung ibuk ya."


"Okke pos."


Posa pun langsung kembali menemani maria yang sedang melihati ibu posa berjualan.


"Eh kamu tadi minum pesen apa poss?"


"Es susu putih!"


"Wahhh baguslah padahal belum kuberi tahu."


"Apa sih yang enggak aku pahammi dari maria ni. Huuuk."


"Kenapa harus batuk?"


"Gak papa mar, hahahah." Posa lalu ketawa dan diciwit maria.


"Auuu. Bu maria nakal!"


Ibu posa melihatnya dengan ketawa ketawa. Disitu ibu bisa melihat wajah posa yang sedikit memiliki warna.


"Tadi ada mahasiswi mampir kewarung ibuk le, dia gak mau kuliah karna masih ada masalah dirumahnya."


"Siapa ibu?" Tanya posa.


"Gak tau ibu juga, ibu bertemu ya barusan tadi."


"Emang masalah apa bu?"


"Ibuknya selingkuh dengan laki laki laen!"

__ADS_1


"Ohhh, kasian ya bu." Ucap maria.


"Iya nak maria, tadi ia bercerita panjang lebar, ibu beri nasihat sampai akhirnya dia mau berangkat kuliah."


Maria mendengarkanya sembari mengangguk anggukan kepalanya.


"Kayak bapak berarti si ibuk yang selingkuh itu." Ucap posa singkat.


"Huss gak boleh gitu sama bapakmu sendiri nak."


"Gak papa bu, kecewa aku, ia tak melihat aku bertumbuh besar, dan juga ibu yang harus kerja keras demi sesuap nasi dirumah."


"Gitu gitu juga dia tetap bapakmu nak, kalo gak ada dia kamu ndak lahir didunia ini."


"Tapi kenapa dia tidak cukup hanya dengan ibuk?"


Suasana pun menjadi runyam, posa membuka kesesalan yang tiap hari dia rasakan.


"Sudah lah nak yang lalu biarlah berlalu, toh sekarang kita bisa makan juga kan." Singkat ibu posa.


"Maafin posa ya bu sudah berkata seperti itu."


"Ndak papa nak, sudah maklum ibu, kan kamu sudah beranjak dewasa, makanya kalo kamu punya pacar dijaga ya pacarmu jangan seperti bapak dulu ya." Ucap ibu posa sembari melihati maria.


"Baik bu."


Maria hanya senyum malu dengan menundukan kepalanya, ia merasa bahwa seorang yang suka berbuat onar bisa sebegitu nurutnya dengan ibunya. Ia merasa salut dengan tingkah laku posa, dan tak ada gengsi dalam dirinya.


"Ini nak maria." Ucap ibu posa sembari memberikan gudeg kesukaan maria.


Maria langsung memakanya sampai habis tak tersisa.


"Kamu laper ama enak ini mar?" Tanya posa.


"Hehe." Maria hanya tertawa malu.

__ADS_1


"Ini pos minumnya."


"Baik bu, makasih ya."


"Ini minum dulu mar." Ucap posa sembari menyodorkan es susunya.


Maria langsung meminumnya sampai habis.


"Wah keknya laper berat nak maria ni." Ucap ibu posa sembari tersenyum.


"Hehe iya bu tadi makan cuman sedikit doang."


"Oalah pantess."


Sembari mendengarkan maria dan bu isna berbicara posa melihatti sekitaran malioboro dengan rokok yang sudah setengah batang ditangan kirinya.


"Nak maria suka ama posa?"


"Hehe."


"Kenapa ketawa atuh?"


"Gak papa bu."


Posa tak ingin ketawa maria membuat dirinya terlelap dalam lubang dulu.


"Oh yaudah temenan aja ya ama posa, kasian dia ndak punya temen cewek, temenya cowok semua."


"Masa iya bu?"


"Iya nak, kesana kemari ama cowok aja kalo hak sendirian."


"Posa mah emang pemalu bu kalo sama cewek, padahal disekolahan ada yang ngejar ngejar tu." Ucap maria sembari mengarahkan mukanya ke posa yang berada sebelahnya.


"Masa iya nak maria, siap emang orangnya?"

__ADS_1


__ADS_2