
Teman temanku sudah pada istirahat, dan mulai memasuki kelas satu persatu, guru sudah ada 15 menitan tak datang dan biasanya jam kosong, kulihati jendela ada anak ips sedang olahraga, hasratku untuk menendang bola sudah tak tertahan, namun mata dan badanku mengajak untuk rebahan, kulihatti sembari menaruh kepala.
"Ayo tanding" ucap seseorang dari arah baju berseragam olahraga.
"Gas atuhh" jawab temanku yang sedang berada didepan pintu, dan yang lainnya berbondong bondong menuju lapangan sekolah.
Waktu menunjukan pukul 12:15 menandakan matahari sedang diatas kepala, dan siap menyengat apa saja yang dilihatnya, tapi jika itu memang hobi, mau sepanas, sehujan, dan se sengsara apapun mungkin akan diterjang. Seperti tawuran.
"Ayo pos, maen gak lu?" Tanya econ.
"Gak, udah panas masihan, ngantuk gua.
"Ditantang itu lu pos, masa mending tidur daripada melawan" ucap maria kepadaku yang sedang asik merebahkan kepalaku dimeja. Hatiku tergugah jiwaku berlari dan aku tak kuasa menahan ingin unjuk skill didepan maria, belum tau dia selain aku jago tidur, matematika aku juga bisa sepak bola dan futsal.
"Ngantuk mar" jawabku.
"Ah ellu mah cemen, laki kok gak bisa bola" singgung maria kepadaku lagi.
__ADS_1
"Okkeh" jawabku tertantang.
Aku langsung berdiri lalu melepas sepatuku, temenku yang lainya menggunakan sepatu, aku saja yang tidak, panas?, Pasti panas, jam 12 siang, tapi mau gimana lagi aku takut sepatuku jebol dan ibukku melihat, pasti ia akan bersedih sebab aku tak pernah membeli sepatu dari kelas 3 smp sampai kelas 2 sma.
Aku menggiring, menggocek, mengumpan, mentacle, menyundul, mengoper bola, sesekali kupandangi maria dari balik kelasku, ia melihat, ia tersenyum melihat orang orang bermain bola, sepertinya ia juga suka sepakbola.
"Free sini" ucapku memekikan temanku yang sedang memegang bola.
"Bam" kutembakkan keras keras bola ke arah gawang musuh.
Futsal berbeda dengan sepak bola, ia hanya menggunakan 5 pemain sedang sepakbola menggunakan 11 pemain, lapangannya pun berbeda, futsal menggunakan lapangan 38-42 meter panjang sedangkan lebarnya 18-25 meter, dan teknik yang sering digunakan yaitu rotasi (kita bisa menduduki posisi mana saja) tapi semua pemain punya keahliannya masing masing, ada yang di ancor dan lain lain. Itu sedikit pemahaman tentang bola futsal.
Maria mengacungkan jempol kearahku.
Dia melihatku bermain ternyata, rasa pamerku terhadap skil yang ku punya semakin membara, inginku menggocek sana sini kukolongi satu satu tapi kita bermain dengan 4 orang bukan bermain sendiri.
"Aku sudahhan, kakiku sudah panas" sembari keluar lapangan.
__ADS_1
Sampai dikelas kupakai sepatuku kembali, sembari melihat teman temanku yang belum berhenti berolahraga.
"Bisa lu ya ternyata futsalan, gua kira cupu, jagonya cuman betarung." Sembari senyum senyum. "Gak panas po kakimu?"
"Panas sih mar, tapi mau gimana aku takut sepatuku jebol, hihihi" jawabku.
"Hahah liat kan tadi gua maen futsal" kusambung kata kataku agar tak terlalu canggung.
"Bagus bagus maen lu"
"Lu emang bisa?" Tanyaku ke maria.
"Wih wih" sembari mengeluarkan handphone dari tasnya, ditunjukkannya aku foto foto ia sedang berfutsal memegang piala dan lain lain. "Nanti kalo gua futsalan gua ajak" sambungnya. "Kita maen bareng."
"Okke." jawabku singkat kepadanya.
Jam dinding terus berputar suasana kelas seperti biasa, kulihati econ ia tertidur lelap sekali diatas meja, tak terasa bell istirahat kedua dan tak lama masuk pelajaran kembali dan bell pulangpun berbunyi, aku segera mengajak econ pulang dan berganti pakaian untuk mencari pundi pundi uang sebagai tukang parkir untuk uang jajanku besok.
__ADS_1