
Didalam kelas tidak ada hal hal yang membuat posa tergugah untuk tidak tidur kecuali maria.
"Mar." Ucap posa sembari menata bangkunya.
"Lu hari ini mau tawuran lagi ya?"
"Iya mar."
"Suka bener tawuran, bahaya poss." Maria mencoba menyadarkanku.
"Gak papa aman mar, palingan luka luka ringan aja." Jawabku sembari tersenyum.
"Palingan, kalo mati gimana!" Ucap maria membuat senyum posa perlahan menghilang.
"Huss gak boleh mendoakan maria, doain aja selamat." Ucap posa tenang.
"Tapi, keknya udah gak semurung kemaren ni." Ucap posa mengalihkan pembicaraan.
"Gak pantas aku menangisi cowok seperti ashr." Ucap maria jutek.
Pembahasan pun beralih seketika, sebab manusia akan semangat membahas sesuatu yang ia jengkelkan, contohnya seperti ghibah.
"Baguslah kalo kamu denger omonganku mar."
Maria menyunggingkan bibirnya yang menggoda membuat posa tak kuasa melihat kecantikan ciptaan tuhan ini.
Gurupun masuk dan memulai kelas seperti biasanya.
Pelajaran berlalu begitu saja, bel istirahat pun berbunyi, posa pun langsung mengajak econ tuk menuju warung biasa temanya menongkrong.
"Con, ayok gass." Ajak posa.
__ADS_1
"Ayolah, udah kecut ini poss." Jawab econ, sembari berdiri. Diikuti jerry dibelakngnya.
Posapun menuju ke warung lewat jalan biasanya, yaitu pagar pendek belakang kelas deket warung umum.
Econ sudah loncat, jarry pun begitu, waktu saat datang giliranku.
"Posss, ikuttt."
Posapun langsung melihat kearah asal suara tersebut.
"Gak usah marr, kau tu make rok maria, nanti sobek gimana?" Jawab posa teriak.
"Gak papa aku ikut, aman aman."
Maria memaksa dengan muka memelas. Posa pun menghela napas dalam dalam, dan mengiyakan.
"Ayolah." Ucap posa enteng.
"Hati hati mar, awas robek."
Walaupun hatinya tak begitu mengiyakan maria ikut nongkrong denganya, tapi mau gimana lagi ia sudah mengijinkan.
"Iya poss."
Akhirnya maria pun melewati pagar yang tadinya posa mengura ia tak bisa.
"Wah pasti teman teman ku merasa canggung ini." Ucap posa dalam hati.
Posapun langsung berjalan bebarengan dengan maria menuju warung biasa tempat temanya nongkrong. Yang lebih menjengkelakn maria bermuka puas.
"Bu es dua." Ucap posa ke bu sri. Melelwati bunderan teman temannya yang sedang menghisap rokok dan membicaran soal nanti."
__ADS_1
"Kau es apa mar?" Lanjut posa.
"Es teh aja poss."
Posapun langsung ikut nibrung bersama teman temanya, terlihat muka tidak enak dari jarry.
"Sapa yang lu bawa poss?" Teriak jerry.
"Maria jerr."
"Kenapa kau bawa kesini, nanti dia bilang ke bk gimana?"
"Udah aman jerr, gua yang tanggung nanti." Ucap posa.
"Duduk sini mar." Ucap posa sembari melihat kearah maria.
"Udah santay aja, mukalu jangan gitu." Ucap posa ke maria sembari mengode maria tuk duduk disebelahnya.
Maria pun sukses membuat teman teman posa iba, dengan espresi memelasnya.
Tak sesuai yang posa pikirkan, teman temanku tak merasa canggung dan nongkrong seperti biasanya, riuh kantin pun tak bisa terelakan lagi. Sampai sampai orang orang disekitar sering melihatti kita.
"Ini poss pesananmu." Jawab bu sri.
"Makasih bu." Ucap posa bebarengan dengan maria.
"Wah wah kok udah ada cemistry aja berdua ni." Ucap teman teman posa bebarengan.
Muka posapun menjengkelkan jika dilihat, ia senyum senyum menahan. Antara iya atau tidak.
"Kebetulan aja ***, udah jangan diterusin lagi." Potong posa.
__ADS_1
Obrolanpun kembali berlanjut, seperti biasanya lelaki nongkrong, tak ada perghibahan dan pembicaraanya berisikan buly an semua.